Hobi, Alasan Yubicraft Memulai Usaha

  • Whatsapp
Yubicraft
Yubicraft

 

Tidak ada batasan bagi seseorang untuk menyalurkan kreatifitasnya, begitu pula dengan kedua sahabat Annisa Chairina Anwar dan Shahila Putri Ridhyanty. Bermodal kain, jarum jahit dan benang ditambah dengan keahlian dalam menjahit serta menyulam mereka dapat membuat kerajinan tangan yang menarik dan memiliki nilai jual.

Read More

Sudah setahun belakangan mereka menjalankan usaha yang diberi nama Yubicraft. Nama tersebut mereka pilih karena sama-sama menyukai Jepang. Yubi berarti tangan dan Craft sendiri diambil dari bahasa Inggris yang berarti kerajinan.

Barang-barang yang mereka hasilkan umumnya adalah aksesoris dalam berpenampilan khususnya wanita, antara lain seperti gelang, bando, tas dan lain sebagainya. Peminatnya pun terbilang cukup ramai, mulai dari anak muda hingga orang tua. Usaha rumahan ini menggunakan sistem pre-order untuk pemesanan dengan estimasi waktu secepat-cepatnya.

Waktu pengerjaannya selama seminggu mengingat seluruh hasil kerajinannya dibuat secara manual. Sehingga butuh ketenangan dan kerapian dalam proses pembuatnya. Para pelanggan juga dapat memesan dengan desain sesuai selera mereka.

Harga setiap produk rajutannya mulai dari Rp.30.000,- sampai dengan Rp.80.000,- tergantung tingkat kesulitannya. Kecuali untuk jenis tas yang dibandrol dengan harga mulai dari Rp.100.000,- keatas, karena untuk pengerjaan lebih sulit selain pada saat mendesainnya. Kualitasnya pun perlu diperhatikan agar bisa menjadi barang yang tahan lama.

Ada juga gelang-gelang cantik yang dijual dengan harga terjangkau yakni Rp.15.000,- untuk setiap gelangnya. Sebelum berbisnis kerajinan tangan, kedua wanita ini mengawali perkenalan mereka berada dibangku kuliah. Mereka terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas Sumatera Utara yang termasuk dalam jurusan Pertanian mulai dari 2008 sampai dengan 2012.

Akhir-akhir masa kuliah mereka memiliki usaha makanan kecil-kecilan dengan beberapa teman lain namun tidak bertahan lama. Hal tersebut disebabkan karena kesibukan yang berbeda-beda. Hingga akhirnya hanya tersisa mereka berdua yang tetap berbisnis dengan bidang yang berbeda.
Untuk berbisnis dan dapat dikenal banyak orang bukanlah pekerjaan yang mudah, maka dari itu Yubicraft masih mempromosikan barang-barang yang akan mereka jual dengan memanfaatkan sosial media tepatnya instagram. Yang saat ini banyak digandrungi anak-anak muda dan ditambah lagi promo dari mulut ke mulut teman-teman sekitar membuat merek satu ini semakin dikenal masyarakat.

Yubicraft
Kerajinan tangan Yubicraft

 

Bisnis ini juga terasa lebih menyenangkan mengingat menjahit dan menyulam adalah hobi mereka berdua yang menghasilkan. Tapi tetap saja harus dijalani dengan keseriusan agar kedepannya dapat meraih kesuksesan.

Bisnis seperti ini bisa menjadi pilihan alternatif untuk orang-orang yang ingin membuka usaha tapi tidak memiliki modal cukup, ataupun sebagai kegiatan mengisi waktu luang agar tetap produktif. Karena apapun yang dilakukan berdasarkan hobi pastinya akan membuat senang saat menjalankannya, tidak ada tekanan yang berlebihan didapat.

Memiliki rekan dalam bisnis bisa jadi sangat membantu, tapi dapat menjadi sebaliknya karena memiliki pemikiran yang berbeda. Syukurlah mereka berdua sudah saling mengetahui satu sama lain sehingga dapat menjaga kekompakan antara mereka dan setiap pihak berasa nyaman dan tetap saling menguntungkan.

Untuk yang ingin membuka usaha, cerita ini cukup memberi inspirasi. Pelajaran pertama, jika ingin memiliki mitra dalam berbisnis, maka kita perlu mengetahui kondisi dan latar belakangnya yang bisa menyatukan pemikiran. Kedua, mulailah berbisnis dengan apa yang disenangi apalagi bisa memanfaatkan keahlian maupun kreatfitas maka segala sesuatu yang kita buat akan terasa lebih menyenangkan.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *