IBX5A49C9BC313D6 Flapper Corner, Tongkrongan Penikmat Flappertaart – Cerita Medan

Flapper Corner, Tongkrongan Penikmat Flappertaart

Flappertart
Yudith Owner Flapper Corner

 

Konkawan Cerita Medan sudah pernah mendengar Klappertaart? Di Indonesia Klappertaart dikenal sebagai kue khas Kota Manado, Sulawesi Utara yang berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur. Tak hanya dinikmati oleh penduduk Manado, Klappertaart juga dinikmati bahkan dibuat sendiri oleh penduduk Kota Medan.

Kue tersebut bahkan menjadi menu khas turun temurun pada keluarga Yudith Prameswari Handini. Menurut Yudith, Klappertaart adalah jenis makanan sehat enak dan juga bergizi, sehingga tak heran jika kue ini menjadi hidangan yang wajib disantap saat lebaran tiba.

Berangkat dari kebiasaan tersebut terpikirlah Yudith membuka bisnis kuliner ini. Menurut ceritanya saat dijumpai tim Cerita Medan beberapa waktu lalu, saat itu ia baru saja resign dari sebuah perusahaan tempatnya bekerja. Kemudian sambil menunggu panggilan kerja yang baru. Saat itu sudah mendekati bulan ramadhan, ia mulai berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang dengan cepat agar bisa memberi Tunjangan Hari Raya (THR) untuk orang tuanya.

Flappertaart
Flappertaart Durian

 

Tak menunggu lama Yudith langsung memulai bisnis Klappertaart bermodalkan Rp. 500.000 dan memasarkannya via sosial media. Mendapat sambutan baik dengan omset pertama Rp. 5.000.000 membuat Yudith lebih percaya diri membuka gerai usahanya yang kini dimodifikasi dan di beri brand dengan nama Flappertaart.

Seiring berjalannya bisnis, akhirnya Yudith memutuskan untuk bekerjasama dengan kurir online untuk mengirimkan produknya. Tak berselang lama Yudith kemudian membuka gerai di Palladium Mall.

Berselang beberapa waktu akhirnya Yudith memutuskan untuk pindah dan menyewa tempat di daerah Setia Budi, Medan. Berjalan kurang lebih empat tahun, nyatanya Flappertaart dengan bahan utama kelapa ini terus menjadi incaran banyak orang Medan. Hal tersebut dikarenakan Yudith adalah satu-satuya yang membuka bisnis ini “Kalau dulu cuma saya sendiri yang jual ini, nggak tau kalau sekarang,” ungkapnya.

Rasanya juga bervariatif, ada rasa coklat, keju dan original kelapa. Dijual dengan tiga ukuran dengan kisaran harga Rp. 35.000-45.000 perkotaknya. Kemasan yang disediakan juga menarik, pas sekali untuk dijadikan oleh-oleh khas Medan.

Flappertart
Opera Cake Flapper

 

Sayangnya Flappertaart tidak bisa bertahan hingga lebih dari 1 hari karena akan meleleh jika tidak dalam keadaan dingin. Sementara di dalam freezer, Flappertaart bisa bertahan hingga seminggu. “Itu juga karena kita buat tanpa pengawat, bahan-bahannya semua original,” ceritanya.

Jalan tentu tidak selalu mulus, kabar kurang baik yang harus diterima Yudith adalah tatkala tempat yang ia sewa di daerah Setia Budi tersebut tidak bisa disewa dalam jangka lebih panjang lagi. Yudith kemudian memutuskan untuk berhenti sejenak dan kembali menjajakannya secara online seraya terus mencari tempat baru.

Empat bulan berjalan, akhirnya bisnis yang dikelola Yudith menemukan tempat yaitu bertempat di Jalan Sei Batanghari No.85 Medan. Tak disebut cafe, warung maupun kedai, tempat tersebut justru dinamainya dengan Flapper Corner. “Ya karena tempatnya nggak begitu besar, jadi namanya corner,” ungkapnya.

Hal itu tentu menjadi sesuatu yang menarik, bagi pengunjung yang tidak menyukai keramaian dengan suasana yang panas dan berisik Flapper Corner adalah pilihan yang tepat. Bentuknya mini dan sedikit menjorok ke dalam, penambahan AC dan kursi yang nyaman membuat tempat ini menjadi favorit meski baru dibuka awal Februari lalu.

“Flapper Corner rame justru saat weekday, pas jam kerja dan pulang kerja.” Yudith.

Karena dinamai dengan corner, tak tanggung-tanggung Yudith juga menyediakan buku-buku bacaan di sebelah kiri pintu masuk. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuang kebosanan yang ada pada diri pengunjung, apalagi jika dihadapkan dengan situasi menunggu karenanya membaca adalah pilihan paling baik.

Semenjak membuka corner, kini Yudith tak lagi menunggu orderan untuk menyediakan Flappertaart-nya dikarenakan penjualan yang terus meningkat hingga rata-rata 30 cup perharinya. Pengolahannya sendiri Yudith sudah dibantu oleh karyawannya.

Sebagai corner baru, untuk mengikuti selera pengunjung Yudith kini menyediakan berbagai menu baru seperti Mie Ayam, Nasi Goreng Biasa, Nasi Goreng Spesial, Ayam Presto, Lumpia, Opera Cake, Risol, dan yang jadi menu favorit adalah Opera Cake. Jadi pengunjung tak perlu ragu untuk singgah ke Flapper Corner karena menunya yang sudah bervariatif. Buka mulai dari pukul 10.30 WIB hingga 19.30 WIB setiap harinya.

Tak hanya melalui sosial media dan juga corner, perempuan kelahiran tahun 1983 ini juga melakukan promosi dengan mengikuti stand-stand yang ada di Medan dengan maksud menarik pengunjung lebih banyak lagi. Tak heran jika kini usaha ini bisa meraup belasan juta rupiah perbulannya.

Melalui Flappertaart, Yudith 2013 lalu terpilih sebagai Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan dinyatakan sebagai pemenang 1 regional Sumatera Utara. Hal yang cukup membanggakan tersebut karena Flappertaart yang diolah Yudith memang produk baru yang kreatif.

Flappertart
Crew of Flapper Corner

 

Yudith sebagai pelaku bisnis yang ingin terus berkembang ini berharap kedepannya dapat membuka cabang dengan konsep corner seperti tempat yang sekarang. Ia ┬ájuga ingin membuka cafe yang lebih besar dengan produk serta varian baru tentunya. “Pengen nambah tim kerja juga, biar bisa saling berbagi,” tutupnya.

Nah, konkawan Cerita Medan penyuka Klappertaart, Flappertaart dan aneka cakes lainnya? Yuk singgah di Flapper Corner milik Yudith ya, atau konkawan juga dapat melakukan pemesanan di 081396108980/ 087869688800 atau via BBM di 5388A248.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

KOMENTAR

BACA JUGA