IBX5A49C9BC313D6 Danau Toba Akan Diubah Jadi Monaco Of Asia - Cerita Medan

Danau Toba Akan Diubah Jadi Monaco Of Asia

Monaco Of Asia
Monaco Of Asia (ilustrasi Monaco) – Foto : www.telegraph.co.uk

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk segera membentuk Tim Promosi Pariwisata Danau Toba dalam upaya mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Penegasan tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, membahas strategi pengembangan Danau Toba menjadi Monaco of Asia sebagai tujuan wisata kelas dunia, Selasa (2/2). Hadir dalam Rapat Terbatas Kabinet Kerja itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menseskab Pramono Anung, Menko Maritim Rizal Ramli, Menteri Pariwisata Arief, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan 7 bupati dari kabupaten di kawasan Danau Toba.

Jokowi menegaskan, pengembangan Danau Toba menjadi keharusan dan wajib mendapat dukungan konektivitas dan aksesibilitas, terutama sarana transportasi darat, laut dan udara. “Saya minta segera diperkuat konektivitas, aksesibilitas, baik yang berkaitan dengan pelabuhan, bandara dan jalan raya,” sebut Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyatakan dukungan atas rencana Menko Maritim Rizal Ramli dan sejumlah kementerian yang bersinergi dalam upaya pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.

“Kita harapkan nantinya segera ditindaklanjuti di lapangan, apalagi Danau Toba termasuk 10 destinasi utama pariwisata Indonesia yang harus ditangani secara serius,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta kementerian terkait untuk menyiapkan branding dalam upaya mendorong pemasaran, pelayanan berstandar internasional, pagelaran atraksi seni budaya dengan koreografi yang mendukung serta desain semenarik mungkin sesuai standar internasional.

“Tujuannya agar kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba semakin meningkat,” tambah Jokowi.

Jokowi juga memerintahkan Menko Maritim Rizal Ramli untuk berkoordinasi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengembangkan destinasi pariwisata Danau Toba di Sumut.

Tidak lupa Jokowi meminta jajaran menteri Kabinet Kerja untuk membentuk tim marketing Danau Toba, sesuai dengan rencana pengembangan destinasi Danau Toba dan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba.


Danau Toba Akan Diubah Jadi Monaco Of Asia

“Laporan hasil kunjungan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pariwisata Arif Yahya ke Danau Toba harus segera ditindaklanjuti dengan hasil yang nyata. Dan saya juga menekankan, agar segera disiapkan marketingnya, layanan-layanan yang berstandar internasional,” tegas Jokowi.

Kunjungan turis mancanegara ke Indonesia telah mencapai 10,4 juta dan mampu menyumbangkan devisa dengan estimasi Rp144 triliun. Pariwisata di Indonesia di 2015 tumbuh ‎di atas rata-rata, negara yang lain cuma 4,4 persen. Artinya, tumbuh sekitar hanya 6 persen.

“Saya minta pertumbuhan sektor pariwisata bisa dipercepat tahun 2016 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan Danau Toba dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekitar, seperti memberikan peluang berkembangnya industri kreatif, hingga terciptanya lapangan kerja baru,” harap Jokowi.

Model pengembangan Danau Toba akan diimplementasikan juga di lokasi-lokasi pariwisata, seperti Borobudur, Labuan Bajo, Semeru, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Layang.

“Dibutuhkan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya bisa dinikmati,” sebut Jokowi.

Usai Rapat Terbatas, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat pengembangan wisata Danau Toba bersama Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan 7 kepala daerah di sekitar Danau Toba, dengan melibatkan menteri terkait.

“Rencananaya, Danau Toba akan diubah menjadi Monaco of Asia sebagai tujuan wisata kelas dunia,” ujar Ramli.

Rencana tersebut telah mendapat pembahasan serius dengan melibatkan sejumlah kementerian yang berlangsung di Institut Teknologi Del, Labugoti, Toba Samosir (Tobasa).

Tidak hanya membahas komitmen, tetapi kementerian terkait juga membicarakan persoalan infrastruktur Danau Toba, termasuk rancangan pembangunan pelabuhan udara baru, persoalan dana hingga pembangunan jalan baru dari Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) menuju Danau Toba.

“Dari Medan menuju Danau Toba saat ini 4 jam lebih. Rancangan jalan baru dari Kualanamu ke Danau Toba bisa dicapai hanya dalam 1 setengah jam saja,” ujar Ramli optimis.

Ramli menegaskan, pemerintah telah menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas secara nasional yakni kawasan Candi Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika  di Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bromo-Tengger-Semeru  di Jawa Timur, Kepulauan Seribu  di DKI Jakarta, Danau Toba di Sumut, Wakatobi  di Sulawesi Tenggara, Tanjung Lesung di Banten), Morotai di Maluku Utara dan Tanjung Klayang di Belitung.

“Pemerintah akan melakukan promosi besar-besaran untuk 10 destinasi pariwisata itu tahun 2016 ini. Bapak Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menghitung ketersediaan kapasitas hotel dan sarana penginapan lainnya untuk kurun waktu beberapa tahun mendatang,” ujar Ramli.

Sementara Plt Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi mengimbau seluruh bupati di kawasan Danau Toba untuk menyambut keseriusan pemerintah pusat dalam mengembangkan destinasi wisata Danau Toba dengan menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara maksimal.

“Ini kesempatan emas bagi Sumut untuk memiliki destinasi wisata bertaraf internasional. Satukan kekuatan dan bersinergis dengan pemerintah provinsi. Perkembangan Danau Toba akan memicu geliat perekonomian di Sumut, tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Danau Toba, tetapi di seluruh Kabupaten Kota di Sumut,” ujar Erry.

Erry juga mengingatkan kepada masing-masing Pemkab untuk memupus ego kedaerahan yang dapat memperlama pengembangan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia.

“Sekali lagi, saya imbau para Bupati untuk menyesuaikan pembangunan daerah masing-masing dengan rencana nasional pengembangan Danau Toba. Mari kita beri kemudahan dalam upaya pengembangan Danau Toba,” pesan Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyiapkan diri menyambut perubahan Danau Toba menjadi Monaco of Asia. Pengembangan Danau Toba tidak hanya mengedepankan keindahan alam, tetapi juga adat istiadat, sebi budaya dan kultur masyarakat sekitar.

“Segera Kabupaten Kota di Sumut menyusun Calender of Event. Saat Danau Toba menjadi magnet kunjungan wisata, Kabupaten Kota di harus mendapatkan manfaat ganda. Usai berkunjung ke Danau Toba, wisatawan mancanegara akan mendapat suguhan kegiatan unik dan menarik dari kabupaten lain. Ini bentuk sinergitas yang saling menguntungkan,” papar Erry.

Erry juga berpesan kepada 7 Pemkab di kawasan Danau Toba untuk memudahkan dalam urusan perizinan asal sesuai peruntukan dan mengedepankan kepentingan pengembangan Danau Toba.

“Kita harus gayung bersambut dengan pemerintah pusat. Kita bantu apa yang bisa kita bantu. Sudah saatnya Sumut menjadi magnet wisata dunia,” ujar Erry optimis.***(CM-Ist/Ucup)

KOMENTAR

BACA JUGA