Coba Yuk! Dendeng Medan Ini Tanpa Penyedap Rasa

  • Whatsapp
Dendeng Medan Yunitaa
Dendeng Medan Yunitaa

Dendeng merupakan daging yang sengaja dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas. Dendeng dikategorikan sebagai cara pengawetan daging secara tradisional yang dikenal banyak lapisan masyarakat di Indonesia. Pengolahannya biasanya menggunakan bumbu rempah-rempah dan dikeringkan kemudian dibumbui dengan saus asin, manis atau asam dan dikeringkan dengan api kecil maupun diasinkan dengan dijemur. Penyajiannya dengan cara digoreng, gongseng kelapa maupun balado untuk membuat cita rasa semakin nikmat.

Berbicara mengenai dendeng, Yunita Sari Rioni dan keluarga adalah salah satu penikmatnya. Awalnya ia suka memasak dendeng, tapi kelamaan berinisiatif menjadikan dendeng sebagai usaha kuliner yang menjanjikan.

Read More

Yunita Owner Dendeng Medan

“Awalnya saya masih bingung mau bisnis apa, akhirnya pilih dendeng aja karena saya dan Ibu di rumah suka, ya mana tau aja banyak yang suka,” ungkapnya.

Melihat pasar bisnis di Medan dan tumbuhnya pelaku bisnis pemula juga menjadikan Yunita lebih semangat membuka usaha kuliner dendeng, dan yang menjadi kesempatan besar baginya ternyata usaha dendeng rumahan belum banyak dilirik pebisnis Medan.

Dengan nekat akhirnya Desember 2015 lalu, Yunita mulai memasarkan dendeng olahannya kepada teman terdekat dan dinamai dengan “Dendeng Medan”. Nyatanya begitu memasarkannya dendeng olahannya disukai banyak orang.

Tak lama setelahnya Yunita langsung memasarkan via instagram dan sosial media lainnya untuk proses penjualan. Ia mengaku setiap harinya memasak 1-2 kg dendeng. Dendeng Yunita tidak diolah menggunakan penyedap rasa dan bertahan sampai empat hari, bisa lebih lama jika dimasukkan ke dalam kulkas ataupun dipanaskan.

Meski terbilang baru, Dendeng Medan sudah dipasarkan sampai Jakarta, Samarinda, Sukabumi dan Denpasar. “Kemarin itu udah sampai Belanda juga, karena pelanggan yang di Jakarta bawa dendengnya ke Belanda untuk anaknya,” sambung Yunita.

 

Dendeng Medan Kelapa

Awalnya ia hanya membuat dendeng kelapa. Kemudian melihat permintaan pelanggan, Yunita pun membuat varian rasa baru yaitu dendeng sambal balado. Untuk harganya cukup terjangkau yaitu; 1 ons Rp. 25.000, ½ ons Rp. 35.000, 3 ons Rp. 60.000 dan ½ kg Rp. 100.000.
Dendeng Kemasan Botol

Dendeng diletakkan di dalam botol plastik dengan tambahan kain serta pita agar minyaknya tidak tumpah dan untuk menarik perhatian pelanggan.

Pemilik usaha dendeng yang juga seorang dosen di salah satu universitas swasta Medan ini juga rutin mengikuti Car Boot Sale di Dr. Mansyur Pintu 3 USU dalam dua minggu sekali. Saat pameran tersebut, dendeng dapat langsung dinikmati dengan nasi kuning dengan sambal teri dan telur.

Dendeng Medan dengan nasi kuning

“Waktu Car Boot Sale kemarin sampai ada yang nagih, sayangnya saat itu dendengnya sudah keburu diborong orang, mungkin lain kali bisa masak lebih banyak,” tambahnya.

Tak heran jika Dendeng Medan meski baru berjalan satu bulan sudah mendapatkan omset 4-5 juta perbulannya. Yunita berencana ingin membuat kue tumpeng dengan lauk dendeng kedepannya. Harapannya Dendeng Medan di masa yang akan datang dapat mengikuti berbagai stand dan bisa dipasarkan di pasar nasional.

Bagi teman-teman yang ingin merasakan sensasi nikmatnya dendeng olahan rumahan tanpa penyedap rasa dapat melakukan pemesanan via instagram di @dendengmedan.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *