Anak USU Ini Terima Jasa Sketsa Wajah

  • Whatsapp
Sketsa Wajah
Sketsa Wajah Karya Rahmat Hidayat

 

Sketsa adalah lukisan awal yang kasar dan ringan. Biasanya sketsa digunakan sebagai kerangka dalam menghasilkan karya lukis yang sempurna maupun mengemukakan gagasan akan suatu hal. Pada umumnya sketsa digolongkan dalam seni rupa murni, namun juga dianggap sebagai seni terapan dalam karya lukis yang sebenarnya.

Read More

Sketsa dibuat oleh seseorang untuk mendahului kegiatan melukis seperti gambaran akan suatu hal, pada seorang Arsitek contohnya jika Arsitek tersebut membuat sebuah desain arsitekturnya maka sketsa tersebut difungsikan untuk menunjukkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar sketsa yang dihasilkan tersebut lalu dipoles dengan metode tertentu hingga terlihat sempurna dan menghasilkan sebuah karya bernama lukisan.

Jika diumpamakan seperti seni menulis, awalnya seseorang untuk membuat tulisan terbaik harus membuat serangkaian kata-kata terlebih dahulu agar tulisan dapat dibaca dengan enak, begitu juga dengan menggambar. Sebelum menggambar sketsa yang baik, biasanya harus diawali dengan coret-coretan terlebih dahulu.

Sketsa diawali dengan menggoreskan garis-garis pada bidang datar dan dapat memberikan kesan simbol mengenai bentuk yang diinginkan ataupun gagasan yang terlintas dalam penggambarnya.

Sketsa kini tengah menjadi hal yang dicari-cari. Sebab selain dapat menggambarakan sesuatu yang menyerupai aslinya, sketsa juga dapat dijadikan hadiah atau bisnis menjanjikan. Hal tersebut diibuktikan sendiri oleh Rahmad Hidayat, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) yang kini tengah meraup pundi-pundi rupiah lewat jalan bisnis tersebut.

Rahmad sebenarnya tidak menyukai sketsa yang pada dasarnya hanya memerlukan alat dan bahan yang sederhana. hanya saja Rahmad mulanya mencintai dunia gambar. Kemudian beralih pada sebuah karya seni bernama sketsa karena dianggap lebih berpeluang bisnis.

Sketsa yang saya buat lebih kepada Sketsa wajah – Rahmad Hidayat.

Melalui sketsa, pikiran dan perasaan dapat diungkapkan secara visual dengan kata lain menggambar adalah keahlian mendasar yang harus dimiliki untuk karya seni rupa satu ini. Kesukaan Rahmad akan menggambar nyatanya memang membuahkan hasil. Hal itu bermula saat SMP tatkala pada mata pelajaran seni rupa ia mendapat nilai yang sangat baik. Menurut pengakuannya, gurunya saat SMP memang begitu antusias dalam mengajarkan seni rupa kepadanya.

Hal itu membuatnya semakin mencintai kegiatan satu ini. Hingga akhirnya, Rahmad sadar bahwa pada hakikatnya ia lebih dominan ke dunia seni, tepatnya menggambar sketsa.

Dari situ, ia sadar bahwa hobi tersebut dapat dijadikan sebuah peluang bisnis menjanjikan. “Biar lebih semangat lagi kerja, karena aku bisa kerjain apa yang menjadi hobiku sendiri. Intinya lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan,” ceritanya.

Menurut penuturannya, kegemarannya membuat sketsa dikarenakan ia ingin sekali mengasah kemampuannya lebih dalam lagi, sejauh mana ia mampu menciptakan karya lukis terbaik lewat tangannya.

Selain itu motivasi lain yang membuat ketekunannya kini membuah hasil adalah untuk membantu mengurangi biaya yang dikeluarkan orang tuanya perbulan untuknya karena biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit.

Ia adalah salah satu penerima beasiswa Bidik Misi di kampusnya, hal itu dikarenakan ia memang berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi beasiswa itu tak cukup membiayai hidupnya sehari-hari sehingga sketsa wajah adalah jalan keluar bagi pria kelahiran 29 Oktober 1995 ini.

Pria asal Perbaungan ini mengaku meski masih dibantu oleh keluarganya di kampung tetapi ia tidak akan meminta jika ia masih memiliki uang dari hasil sketsa. Karenanya untuk tempat tinggal dan keperluan sehari-hari ia mengusahakan untuk memakai uang sendiri.

Cerita lainnya, Rahmad mengaku bahwasanya sketsa wajah dapat menciptakan kebahagaian baru untuknya. Selain karena ia puas dapat melihat hasil karyanya, juga karena ia bahagia melihat pelanggannya merasa puas dengan kelihaian tangannya menggambarkan karya terbaik.

Hasil karya sketsa yang telah ia ciptakan nyatanya mendapat sambutan baik dari pelanggan, meski tidak setiap hari mendapat orderan ia mengaku setidaknya uang yang ada cukup untuk beberapa waktu.

Meski demikian tentu ada pengalaman yang sedikit menjengkelkan baginya, yaitu ketika ia sudah menggambar dengan baik namun klien beranggapan bahwa apa yang dihasilkannya belum mirip dengan foto sebenarnya.

“Paling jauh yang pesan itu dari Garut, Jawa Barat dan paling dekat ya anak-anak USU,” tambahnya.

Pria yang kini tengah menempuh pendidikan semester IV ini menyatakan bahwa selain kuliah dan bisnis sketsa ia juga menghabiskan waktu di organisasi Gamadiksi USU.

Tak hanya itu, kini ia bersama ketiga temannya dan seorang calon direktur tengah membuat sebuah perusahaan yang bergerak di bidang social entrepreneur, yaitu sebuah perusahaan selling agency dan marketing planner. Tiga puluh persen laba yang diperoleh akan disumbangkan untuk yayasan yang tengah berkembang dan membutuhkan.

Sketsa Wajah
Sketsa Rahmat Hidayat

 

Sejauh ini sketsa yang Rahmad ciptakan masih hitam putih, untuk sketsa warna sendiri ia masih belajar banyak. Kedepannya ia berharap dapat menghasilkan sketsa dengan ukuran dan watercolour. Untuk pemasaran bisnis sketsa, Rahmad mengaku melakukan pemasaran lewat sosial media.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan ingin memesan dapat menghubunginya via Instagram di: rhdrahmad ya. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *