AIESEC USU, Wadahi Kreativitas Pemuda

  • Whatsapp

AIESEC USU

Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce Universitas Sumatera Utara (AIESEC USU) adalah salah satu organisasi terbesar di dunia untuk anak muda, lebih tepatnya mahasiswa. Di Sumatera Utara sendiri berdiri sejak 18 November 2013.

Read More

AIESEC merupakan organisasi yang fokus pada kepemimpinan, potensi mengembangkan diri dan nilai-nilai perdamaian melalui program exchange ke beberapa negara luar. AIESEC sudah ada di 127 negara dunia. AIESEC USU adalah satu-satunya AIESEC yang ada di Sumatera Utara setelah 22 AIESEC universitas lainnya. AIESEC sendiri sudah beroperasi di 2400 universitas sejak 1948.

Exchange di AIESEC berbeda dengan exchange yang disediakan pemerintah. Karena peserta exchange di AIESEC akan digabungkan sebagai relawan untuk mengikuti proyek-proyek sosial yang lebih dikenal dengan sebutan Global Community Development Program (GCDP).

AIESEC sendiri terdapat dua program yaitu Outgoing Global Community Development Program (OGCDP) dan Incoming Global Community Development Program (IGCDP). Kedua program tersebut masing-masing melakukan proyek sosial.

OGCDP adalah program pertukaran mahasiswa dengan rentang usia 17-30 tahun ke luar negeri, program ini membuka dua periode yaitu Summer (bulan Juni-Agustus) dan Winter (bulan Desember-Maret). :”Yang penting bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris dan melakukan proyek sosial, selain anggota AIESEC juga boleh ikut,” ungkap Aulia, President AIESEC USU.

Sementara itu IGCDP adalah program pertukaran mahasiswa dari luar ke Indonesia, sama halnya dengan OGCDP program ini juga dikonsep dengan proyek sosial.

Nah disini anggota AIESEC lah memiliki peran penting untuk menemani peserta IGCDP selama mereka berada di Indonesia. AIESEC mempersiapkan berbagai hal dimulai dari bentuk kegiatan sosialnya, keperluan yang dibutuhkan hingga mengawasi dan menemani peserta exchange yang datang dari luar negeri tersebut selama mereka berada di Indonesia. AIESEC menyiapkan segala halnya seperti welcoming party dan incoming preparation seminar, menyambut kedatangan dan menjelaskan kondisi dan budaya di Kota Medan dan lainnya. Kedua program ini biasanya memakan waktu 6-8 minggu.

Menurut cerita Aulia, kedepannya AIESEC USU berencana akan menawarkan program lain seperti Global Internship Program (GIP) yaitu sebuah program yang mewadahi pemuda-pemudi untuk mencari pengalaman magang maupun bekerja di luar negeri.

Selama melaksanakan proyek-proyek sosial, setiap peserta exchange biasanya akan bekerja sama dengan peserta exchange dari negara yang berbeda. Mereka diwajibkan untuk mengangkat isu-isu global seperti edukasi, health, budaya, lingkungan, tourism ataupun entrepreneurship. Para peserta diperbolehkan memilih proyek sosial tergantung minat dan kemampuan masing-masing.

Seperti pengalaman Aulia, yang tahun lalu exchange ke China, disana ia mengambil misi edukasi sehingga proyek sosial yang ia lakukan adalah mengajar anak-anak China berbahasa Inggris maupun Indonesia. Selain itu juga melakukan pertukaran budaya. Aulia memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia kepada anak-anak di China begitupun sebaliknya.

Karena sifatnya relawan, para peserta memang akan dibebankan oleh biaya. Tetapi tidak menutup kemungkinan peserta dibebaskan menyebar proposal ke perusahaan maupun lembaga tertentu yang ingin mendukung sebelum peserta tersebut berangkat ke negara tujuan.

Beberapa negara yang telah dikunjungi pemuda-pemudi exchange AIESEC USU adalah Kamboja, Ukraina, Cina, Taiwan, Slovenia, Thailand, Rusia, Filipina, Srilanka, Mesir, India dan Polandia.

Untuk megirim peserta ke negara luar ada beberapa tahap yang harus ditempuh terlebih dahulu. AIESEC akan melakukan open booth ke beberapa fakultas di USU untuk melakukan sosialisasi.

“Open booth-nya memang sedang berlangsung, ini roadshow ke beberapa fakultas mulai 23 Februari, kemungkinan hingga April atau awal Mei mendatang. Untuk yang telah mendaftar akan menjalani proses interview dan perkenalan, sesudah itu baru ia bisa tergabung sebagai calon exchanger di AIESEC dan dapat mengikuti program kita,” cerita Aulia.

Setelah memilih isu dan negara yang ingin dikunjungi, peserta exchange juga diwajibkan untuk interview secara virtual dengan negara tujuan untuk proses seleksi.

Elliot, Vietnam- Program Voluntary Service di SMP Putri Cahaya Medan
Elliot, Vietnam- Program Voluntary Service di SMP Putri Cahaya Medan

 

Projek Sosial dan Roadshow ke Sekolah
Projek Sosial dan Roadshow ke Sekolah

 

AIESEC juga bekerjasama dengan beberapa sekolah untuk melaksanakan programnya. Adapun sekolah tersebut adalah; SMA 2, SMA Putri Cahaya, SMA Santo Thomas, SMA Santo Yoseph dan beberapa sekolah lainnya di Medan.

“Jangan pernah jatuh cinta sama organisasimu tapi jatuh cinta-lah pada apa yang dilakukan organisasimu pada Indonesia,” tutup Aulia.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *