Abadikan Momen Indahmu Bersama Kitamotomedia

  • Whatsapp
Kitamotomedia
Kitamotomedia

 

“Tidak ada yang sia-sia jika kita mau berusaha”

Read More

Begitulah yang dialami dua orang sahabat Yan Azhar Pane dan Muhammad Baiquni. Perkenalan mereka terjadi ketika menutut ilmu di bangku kuliah yang kebetulan keduanya berada di universitas dan jurusan yang sama yaitu matematika. Abadikan momen indahmu bersama kitamotomedia adalah jargon yang sengaja mereka pilih untuk menggunakan jasa foto mereka.

Kitamotomedia

Tergabung dalam jurusan matematika bukan berarti harus selalu berhitung, dan mematikan kreativitas mereka. Baiquni memiliki minat dalam bidang photografer sedangkan Azhar lebih kepada videographer. Kitamotomedia bermula dari pertemuan mereka berdua saat menghadiri pernikahan seorang teman. Baiquni dan Azhar saling menceritakan tentang pekerjaan mereka masing-masing. Setelah saling mengerti tujuan satu sama lain maka muncullah pembicaraan untuk membuat kerja sama pekerjaan diantara mereka berdua.

Kitamotomedia yang dibentuk sejak 2014 lalu, sampai saat ini terus berkembang dan kebanjiran job. Segala pekerjaan mereka kerjakan berdua dari awal hingga akhir. Sering kali mereka mendapat panggilan untuk melakukan pemotretan ataupun pengambilan gambar video baik itu pra-wedding, wedding ataupun event lainnya. Selain foto dan video, kitamotomedia juga melayani pembuatan website, company profile, dll. Serupa dengan lainnya, kitamotomedia juga mempunyai makna yaitu kita, yang berarti mereka berdua. moto, karena pekerjaan mereka menggunakan kamera yang salah satu fungsinya untuk mengambil foto dan terakhir media, karena mereka juga mampu mengolah dan membuat sebuah media digital.

Kitamotomedia

Dalam sebulan, kitamotomedia mampu meraup rupiah sampai angka 7-15 juta rupiah. Untuk Prewedding harga yang mereka tawarkan cukup terjangkau yaitu mulai dari 700 ribu-an sedangkan untuk resepsi pernikahan foto dan video dimulai dari harga 2 juta-an.

Sebelum dikenal khalayak sebagai photographer dan videographer, masing-masing dari mereka memiliki masa-masa sulit. Baiquni misalnya, ia mulai belajar menggunakan kamera ketika ia tergabung di Pers Mahasiswa kampus. Selanjutnya ia memutuskan untuk bekerja sebagai guru les sepulang dari kuliah dan uang diterima, ia tabung untuk membeli kamera. Karirnya pun diawali dengan memberikan harga yang jauh dibawah pasaran ketika melakukan sesi foto. Hal itu ia lakukan agar kliennya bersedia difoto olehnya. Bai, Panggilan akrab dari Baiquni, menambahkan bahwa segala keahliannya dalam fotografi juga ia perdalam lewat media youtube, facebook dll.

Serupa dengan Bai, Azhar juga mengalami hal yang sama saat memulai karirnya. Ia melakukan berbagai pekerjaan untuk mendapatkan kamera impiannya. Sempat bekerja menjadi penjaga mesjid pada awalnya lalu mulai belajar internet dan akhirnya mampu menghasilkan uang lewat youtube dan blog. Sebelumnya ia membuat videonya dari meminjam kamera teman. Azhar sering membuat video-video untuk kliennya dan ada juga yang di upload ke sosial media agar karyanya bisa lebih dikenal dan dinikmati. Sebagian video yang ia buatpun sudah ada beberapa yang dikirim dan bahkan ditayangkan oleh tv nasional.

Bagi Azhar dan Baiquni mengerjakan video ataupun mengambil foto adalah hobi. Mereka coba melewati segala hal bersama dalam kondisi baik maupun buruk. Mereka paham betul dengan hobi yang mereka tekuni saat ini, karena itu saat dihadapkan dengan kondisi sulit mereka tetap yakin bisa melewati dan menerima segalanya dengan sabar dan tidak putus asa. Untuk memasarkan jasa mereka masih memanfaatkan media sosial seperti instagram, facebook dan website.

Selama hampir dua tahun bekerja sama di kitamotomedia Bai dan Azhar meraup keuntungan yang lumayan besar. Hobi yang dibayar pastinya lebih menyenangkan karena mereka dapat menekuni hobi, menjalankan tugas, dan tentunya menghasilkan. Walaupun sudah mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, Bai yang berlatar belakang pendidikan matematika tetap menginginkan dirinya menjadi seorang dosen. Azhar pun tak jauh beda dengan itu namun sebelum menjadi dosen ia berencana mengunjungi berbagai tempat untuk membuat video.

Diakhir percakapan, Bai berharap agar nantinya kitamotomedia dapat menjadi lebih baik lagi dan bisa bersaing di pasar jasa Kota Medan. “Harapannya sih nanti kami udah punya studio sendiri dengan manajemen yang baik dan memiliki omset hingga 50 juta-an,” tutur Bai diiringi dengan tawanya.

Untuk anak medan sendiri kitamotomedia berpesan agar mencoba sedini mungkin untuk bisa berkarya dan produktif karena hal ini juga yang kelak akan membantu meningkatkan kesejahteraan diri sendiri dan orang banyak.

“Mulai dari sekarang berusahalah untuk lebih mandiri dalam hidup. Ayo berwirausaha. Mulai dari apa yang kita bisa dan kita sukai,” tutup Azhar yang kini sedang melanjutkan kuliah S2-nya di Universitas Sumatera Utara.

Untuk menikmati dan berbincang langsung dengan mereka, konkawan bisa langsung kunjungi website mereka di www.kitamotomedia.com juga Instagram @kitamotomedia.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *