5 Tips Mendidik Anak Agar Kreatif

  • Whatsapp
Anak Kreatif
Mendidik Anak Kreatif

 

Orangtua memiliki peran utama dalam perkembangan anak. Terutama di zaman teknologi yang canggih ini. Anak-anak terbiasa menghabiskan waktu dengan gadget, sehingga acap kali orangtua gelisah menghadapinya.

Read More

Anak harus dididik dengan cara yang menyenangkan. Sama halnya dengan ungkapan Misran Lubis Selaku Direktur Eksekutif  PKPA (Pusat akjian Perkembangan Anak) bahwa jadikan keluarga sebagai institusi yang nyaman dan menyenangkan .

Dalam Seminar Parenting Skill oleh Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) yang dipandu oleh Misran, bahwa dengan mengetahui pemahaman materi keluarga dapat menjadi dasar anak menjadi anak kreatif di usia 0-18 Tahun. Ada beberapa tahapan tumbuh kembang anak yang perlu diketahui orangtua, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, emosi,  sosial serta spritual dan moral.

Dalam penjelasannya, ada beberapa aktor penting yang berperan dalam pendidikan anak, diantaranya adalah keluarga. Hal ini karena keluarga merupakan pondasi serta sumber pendidikan anak. Kemudian sekolah dan lingkungan sosial masyarakat juga ikut berpengaruh. Bertambah lagi di zaman teknologi ini. Semua hal itu bergabung dan dilindungi oleh satu struktur yang disebut Negara. Negara ikut andil dalam proses pendidikan anak.

Beberapa tips untuk para orangtua yang ingin mendidik anaknya menjadi anak kreatif yaitu dengan cara berikut:
1. Tidak membatasi ruang gerak anak
Orangtua juga harus memberikan anak kesempatan untuk berekspresi, tapi bukan berarti juga memberikan kebebasan.

2. Memberikan arahan yang logis
Orangtua harus bisa menjelaskan dan memberikan arahan logis. Dimulai dengan penjelasan kenapa tidak boleh ini dan itu. Misalnya kenapa harus sikat gigi sebelum tidur atau kenapa harus mandi pagi.

3. Sabar dan tekun mengajarinya
Ada beberapa orangtua yang masih kurang sabar menghadapi anak-anak. Sehingga yang dilakukan orangtua akan menjadi contoh bagi anaknya.

4. Menasihatinya dengan penuh kasih sayang
Ini adalah hal penting dimana anak sangat membutuhkan kasih sayang orangtua. Maka dari itu nasihatilah dengan penuh kasih sayang.

5. Mengajarkan permainan yang kreatif
Semakin kreatif orangtua maka anak juga akan menjadi kreatif. Berikan anak permainan kreatif yang dapat mengasah ketrampilannya.

6. Mengajaknya liburan
Liburan bukan berarti harus keluar kota, tapi perjalan dalam kota juga bisa dimasukkan dalam agenda liburan.

Hal yang paling penting dalam mendidik anak adalah membangun pondasi anak selapis demi selapis. “Paling penting dan kritis di usia Emas 1-5 tahun, pertumbuhan sangat pesat hingga 80% dan menyerap lebih cepat dua kali lipat dari orang dewasa” Ujar Misran.

Sebagai orangtua juga harus mendukung anak secara emosional dan informasi. Misalnya, mendukung emosional anak terhadap kejadian atau pengalaman menyenangkan maupun tidak, meningkatkan pemahaman anak atas dirinya dan peningkatan harga diri.

Selain itu juga dukungan informasi berupa membantu anak memahami dunianya, situasi-situasi dan pengalaman hidupnya, bantuan menyelesaikan tugas/masalah dan menemani melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Keluarga menjadi tempat aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Maka dari itu sebisa mungkin untuk menerapkan pendidikan dalam keluarga. Stop kekerasan dalam keluarga karena kekerasan dalam keluarga akan diwarisi oleh anak-anak.

Usahakan menjadi keluarga yang terbuka dan peka terhadap masalah anak. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam proses tumbuh kembang anak, sebagai orangtua harus jeli membangun waktu bersama keluarga. “Bukan berapa banyak waktu yang ada, tetapi kualitas waktu bersama keluarga yang penting” tutup Misran disela seminar.***(D-2/Weny Maya Sari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *