10 Kiat Menjadi Pendengar yang Baik

  • Whatsapp
Pendengar Yang Baik
Pendengar yang Baik

Ketika berbicara dengan orang lain, tingkat kenyamanan kita tergantung dengan lawan bicara. Ketika lawan bicara dapat menjadi pendengar yang baik, hal itu adalah saat yang paling menyenangkan bagi kita. Namun diskusi atau percakapan akan menjadi membosankan ketika lawan bicara tidak mendengarkan kita dengan baik. Lalu bagaimana solusinya? Minimal dimulai dari diri kita sendiri untuk menjadi pendengar yang baik.

Ada beberapa kiat yang dapat kita lakukan agar dapat menjadi pendengar yang baik, diantaranya :

1. Pusatkan perhatian pada orang yang sedang berbicara dan dengarkan apa yang dia katakan. Jangan biarkan pikiranmu melayang ketempat lain. Ciptakan suasana bahwa kamu adalah orang yang sangat menyenangkan.

2. Pandanglah mata lawan bicara kamu. Ini memberikan kesan bahwa kamu memperhatikan  apa yang diucapkannya dengan sungguh-sungguh. Jika kamu tidak tahan menatap mata terlalu lama, tataplah dahinya atau seputar dagunya. Paling tidak ia tetap merasa didengarkan.

3. Berikan respon yang bersahabat. Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat dia merasa dihargai. Sekali-kali kamu bisa mengangguk, menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa atau memberikan komentar pendek seperti OH YA?, HEBAT!, LUAR BIASA! dsb.

4. Berikanlah kesempatan lawan bicara kamu untuk menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya. Hindari kebiasaan memotong pembicaraan orang lain. Selain tidak sopan, kebiasaan itu bisa membuat dia merasa kesal dan tersinggung. Karena ketika ia merasa didengarkan, semua yang kau pertanyakan tentang  masalahnya, akan terjawab dengan sendirinya.

Pendengar Yang Baik
Menjadi Pendengar yang baik ketika yang lain sedang berbicara

 

5. Bila kamu merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan sesekali mengubah topik pembiacaraan secara mendadak. Karena itu akan mengganggu minatnya bercerita lebih jauh.

6. Buatlah lawan bicara kamu bergairah untuk terus berbicara. Bila kamu berhasil memancing gairah orang yang semula kurang antusias, maka kamu telah berhasil merebut hatinya. Dia telah menemukan kenyamanan untuk berbicara. Namun dalam hal ini ada kekecualian bila lawan bicara kamu adalah tipe orang yang suka memonopoli pembicaraan. Orang yang bertipe seperti itu biasanya akan selalu bergairah untuk terus berbicara meskipun kamu sudah tampak terkantuk-kantuk.

7. Kendalikan diri kamu untuk tidak tergoda ingin mengalahkan lawan bicara kamu. Kamu bisa memadamkan gairah orang lain hanya dengan menunjukkan bahwa kamu lebih oke daripada dia. Atau jangan tunjukkan padanya bahwa kau sedang tidak setuju dengan apa yang dia ceritakan padamu. Tahan gairahmu untuk meluruskan dan jelaskan perlahan. Biarkan dia merasa bangga dengan prestasi atau pengalamannya meskipun kamu punya prestasi dan pengalaman yang lebih hebat darinya.

8. Dalam kasus-kasus khusus, belajarlah untuk meringkas apa yang diuraikan oleh teman kamu sebelum kamu memberikan komentar atau nasihat. Bersikaplah dengan tenang untuk memberi komentar padanya. Jangan seperti hakim yang terus menghakimi terdakwanya. Bayangkan bila ada orang yang menceramahi kamu panjang lebar, padahal tidak ada hubungannya dengan apa yang kamu ungkapkan.

9. Belajarlah peka terhadap motif orang lain. Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi kamu cukup berperan sebagai pendengar saja. Mungkin dia sedang menceritakan pengalamannya agar kamu memujinya. Pujilah dengan spontan dan tulus. Mungkin juga dia sedang mengajak kamu masuk dalam komunikasi yang lebih akrab dan terbuka. Kalau kamu mau, mulailah melakukan komunikasi dua arah.

10. Belajarlah mendengar dengan tulus. Semua kiat tersebut diatas tidak akan membuat kamu menjadi pendengar yang baik bila kamu tidak melakukannya dengan tulus dan berpura-pura menjadi pendengar yang baik.

Begitulah kiat untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Pada dasarnya semua orang bisa menjadi pendengar yang baik, tinggal bagaimana kemauan kita untuk memulai. Jika kita tidak bisa menjadi pembicara yang baik, minimal jadilah pendengar yang baik. Be a good listener.***(E-01/Nurul Habibah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *