IBX5A49C9BC313D6 Samosir Si Berlian Tersembunyi - Cerita Medan

Samosir Si Berlian Tersembunyi

Samosir
Pulau Samosir

Pulau samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau terluar dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian. Ditambah Legenda yang menyertainya, legenda yang paling terkenal seantero Indonesia, Asal Mula Danau Toba.

Pulau Samosir tepat berada di tengah Danau Toba, 45 menit perjalanan dari Parapat menuju Samosir. Tak kalah dengan Parapat Pulau Samosir adalah pulau wisata dengan tujuan yang terkenal akan keindahan alammnya. Banyak tempat-tempat menakjubkan sebenarnya di Sumatera Utara dan Samosir adalah bagian kecil yang sayang jika dilewatkan. Apalagi untuk anda yang memang tinggal di Sumatera Utara. Tidak perlu jauh hingga ke Pulau seberang untuk mencari tempat liburan karena di Sumatera Utara juga punya Pulau Samosir. Jika anda butuh liburan tapi tidak punya cukup waktu untuk pergi ke tempat yang jauh, pilihannya adalah Samosir.

Perjalananan dari Medan menuju Parapat ditempuh dengan bus antar kota atau mobil pribadi dan bisa dilanjutkan dengan naik kapal Fery ataupun kapal kecil untuk bisa sampai ke Tomok, Samosir. Ada 2 jalur sebenarnya untuk dapat ke Pulau Samosir, jalur darat dan laut. Jalur laut dapat di tempuh dengan Parapat sampai Tuk-tuk atau Ajibata sampai Tuk-tuk. Jalur darat dapat di tempuh melalui Pangururan yang menjadi penghubung antara Pulau Sumtera dan Pulau Samosir.

Menikmati indahnya alam sambil mencari ketenganan jiwa tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Samosir, mulai dari wisata alam hingga wisata sejarah ada ditempat ini. Dari ujung ke ujung tempat ini memiliki beragam nuansa yang berbeda-beda. Samosir selalu menyuguhkan tempat-tempat indah dan masih jarang terjamah. Ibarat gadis Samosir memang masih sangat ting-ting. Pilihan wisata mulai dari Air terjun Simangande, main air dipantai pasir putih yang indah, menikmati pemandian air panas di Hot Spring, mendaki gunung Pusuk Buhit yang terkenal mistis, asrinya Danau Sidohoni atau Danau di atas danau, merasakan keajaiban aek sipitudai (Mata air 7 rasa), atau ziarah kubur ke pemakaman raja Sidabutar awal agama Parmalin, Pulau Tao yang misterius, Museum Huta Bolon Simanindo atau melihat aksi patung si gale-gale yang menari, dan yang terakhir adalah belanja souvenir khas di Tomok.

Air Terjun Simangande
Air Terjun Simangande adalah air terjun yang dapat dilihat dari kejauhan saat kita naik kapal menuju atau pergi dari Samosir. Air terjun yang dikatakan orang-orang berbentuk hati yang terbelah ketika di lihat dari jarak yang jauh. air terjun simangande ini memiliki panjang 500 meter dan berasal dari mata air di Barisan Bukit Dolok Simangande. Air terjun ini akan sangat deras di musim penghujan dan akan berkurang pada musim panas. air terjun Simangande berada di dekat pertigaan antara Ambarita dan Tuk-tuk. Letaknya di desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Air Terjun Simangande
Air Terjun Simangande

Jika anda ingin naik ke atas Air terjun ini agak sulit karena belum ada jalur resmi pariwisata di tempat ini. Satu-satunya aksesnya adalah dengan tracking selama kurang lebih 2 jam. Anda bisa meminta bantuan masyarakat sekitar yang biasanya akan naik untuk mencari nira (bahan untuk membuat tuak) dan jalur ini akan sangat licin jika musim penghujan tiba karena tanah basah dan perjalanan yang kesana tetap menanjak hingga atas. Tapi semua akan terbayar ketika anda sudah berada di atas air terjun ini, karena bisa melihat pemandangan Danau toba dari atas. Sangat indah.

Danau Sidihoni (Danau Diatas Danau)
Danau Sidihoni terletak di di kecamatan Pangururan, Pulau Samosir.  Pulau Samosir di sebut ‘Pulau di atas Pulau’, Danau Sidihoni dikatakan sebagai “Danau di atas Danau” karena berada tepat di atas Danau Toba.

Danau Diatas Danau
Danau Diatas Danau

Danau Sidihoni ini oleh warga setempat di percaya mempunyai legenda jaman dulu yang dipercaya sampai dengan sekarang. Warga di sana mengatakan Danau Sidihoni tempat tinggal Naga penjaga danau, dan karena itulah airnya bisa berubah-ubah warna.

Pemandangan di tempat ini sangat asri karena dikeliling oleh bukit landai yang dipenuhi rerumputan hijau dan deretan pohon pinus yang menambah keasrian tempat ini, sangat segar untuk anda yang mencari udara segar Sidihoni adalah tempat yang tepat.  Amat disayangkan tempat ini jarang di datangi wisatawan karena akses masuknya yang lumayan susah.

Sayangnya akses masuk menuju kawasan Danau Sidihoni ini tidak memadai, bahkan jalanan menuju tempat ini rusak parah. Untuk sampai ketempat ini saja kalau tidak menggunakan kendaraan pribadi, mau tidak mau jalan kaki 8 km dari Pangururan atau menumpang kendaraan warga yang melintas. Untungnya pada saat itu ada mobil angkutan umum yang sepertinya pemiliknya sedang pulang kampung ke tempat itu yang kebetulan searah.

Semua itu terbayar dengan pemandangan yang sangat menyejukkan mata. hamparan hijau rumput liar dan pepohonan rindang ditambah kerbau-kerbau penduduk yang dilepas liar menambah indahnya pemandangan di tempat ini, rasanya berada di luar negeri yang sering kita lihat di televisi. Sayangnya waktu kami ke tempat ini cuaca sedang tidak mendukung alias mendung, jadi untuk dijadikan kenangan dalam kamera tentu kurang mendukung.

Hot Spring Pusuk Buhit
Catatan perjalanan kami melihat objek wisata yang paling dekat dengan Pangururan adalah Hot Spring – Pusuk Buhit. Awalnya kami ingin berjalanan kaki, tapi setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Tukang becak setempat ditambah perjalanan yang lumayan jauh sekitar 10 km akhirnya kami memutuskan naik becak ke Hot Spring dengan biaya Rp. 10.000,-  sampai tujuan.

Pusuk Buhit
Pusuk Buhit

Disepanjang jalan di kaki gunung Pusuk Buhit ini adalah warung makan sekaligus menyediakan pemandian air hangat karena jika harus mandi langsung di Pusuk Buhit tentu saja tidak bisa karena suhu dan belerangnya masih sangat tinggi. Sore hari sekitar jam 5 sore kami tiba, tapi orang-orang di tepi pantai Samosir  di Hot Spring masih ramai. Banyak dari mereka memandikan anak-anaknya dipantai itu dan banyak anak-anak, juga masih banyak yang bersantai dengan keluarga setelah menikmati air panas Hot Spring. Mandi air panas di Hot Spring di daerah ini adalah gratis, tapi syaratnya kita harus makan di tempat yang menyediakan Hot Spring di  singgahi. Minimal minum teh manis panaslah.

Pemandangan alam yang di tempat ini sangat indah karena bersebelahan oleh pusuk buhit ditambah panorama pantai membuat kami berencana untuk menginap dengan mendirikan tenda di daerah pantai. Setelah kami menunggu gelap akhirnya kami mendirikan tenda disamping sebuah warung makan, tetapi sebelum itu kami meminta izin dari warga setempat disana. Setelah mendirikan tenda kami bercengkrama dengan orang yang sedang makan diwarung tersebut, asli orang samosir tapi merantau dan tinggal di medan.

Jika anda punya waktu, ada baiknya juga mendaki pusuk buhit. Karena sejarah panjang Pusuk Buhit sendiripun menjadikan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan asing dan domesti, ditambah lagi akses mendaki di pusuk buhit juga sudah memadai dan cocok untuk jalur wisata. Sayangnya waktu kami kesana kami hanyalah 3 perempuan, jadi warga setempat tidak memperbolehkannya karena katanya tidak ada yang bisa melindungi. Bagi sebagian orang, khususnya warga batak pusuk buhit adalah gunung keramat karena pencipta alam semesta untuk pertama kalinya menunjukkan diri di tempat ini dan itulah kepercayaan warga setempat hingga saat ini.

Jadi, tidak ada salahnyakan berkunjung di Pulau Samosir yang kaya cerita. Dan ini hanyalah sebagaian kecil dari tempat-tempat wisata yang ada di tempat ini. Mulai dari Sejarah sampai alam tak pernah hilang dari pulau ini. Pulau Samosir benar-benar berlian di tengah pulau. Objek wisata yang layang dikembangkan.***(CM-Ist/Sri Wulandari)

KOMENTAR

BACA JUGA