Satlantas Polresta Medan Lakukan Kawasan Tertib Lalu Lintas, Ini Lokasinya

  • Whatsapp

Satlantas Polresta Medan meningkatkan lokasi Kawasan Tertib Berlalu Lintas (KTL) bagi para pengendara. Hal itu dilakukan mengingat semakin tingginya pengguna kendaraan baik roda empat maupun dua di Kota Medan.

Satlantas Polresta Medan Lakukan Kawasan Tertib Lalu Lintas

Read More

Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Rudi Silaen saat ditemui di Lapangan Merdeka, Jumat (6/11), menjelaskan ditingkatkannya lokasi Kawasan Tertib Berlalu Lintas (KTL) untuk menemalisir kemacatan yang selama ini menjadi masalah yang tidak ada habisnya serta mengurangi angka pelanggaran lalu lintas bagi penggendara.

“Kita tahu masalah kemacetan yang ada di Kota Medan hingga kini belum terselesaikan. Selain itu ditambah juga tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pengendara baik itu roda empat maupun roda dua. Nah, dengan ditingkatkannya Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) mudah-mudah nantinya masalah tersebut dapat diatasi. Ya mungkin terjadi penurunan terhadap pelanggaran lalu lintas,” jelasnya.

Adapun lokasi-lokasi yang akan di jadikan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), sambung Kasatlantas Polresta Medan ini yakni, Jalan Suprapto sampai dengan Jalan Imam Bonjol kemudian Jalan Sudirman sampai dengan Jalan S. Parman. Selanjutnya Jalan Pangeran Diponegoro sampai ke Jalan Kejaksaan dan Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Kapten Maulana Lubis.

“Keempat ruas jalan yang dipilih menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas karena jalanan tersebut setiap harinya sering mengalami kemacetan dan tindak pelanggaran,” ungkap Rudi.

“Nantinya lokasi-lokasi ini akan dipasang plang-plang himbauan yang bertuliskan Kawasan Tertib Lalu lintas. Selain itu juga akan di tempatkan personil Polantas di 4 ruas jalan tersebut. Sehingga nantinya diharapkan tidak akan terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengendara di jalanan (Zero Complain),” terangnya kembali.

Selain itu, mantan Kapolsek Percut Sei Tuan ini meminta kepada masyarakat Kota Medan khususnya bagi pengendara sepeda motor untuk menggunakan Helm berstandard SNI.

“Ketika saya bersama anggota turun ke jalan, tepatnya di salah satu sekolah. Disitu banyak menemukan pengendara sepedamotor yang mengenakan perlengkapan kenderaannya tidak sesuai standart SNI. Dimana langsung kita berikan arahan berupa nasehat. Selain itu kita juga meminta pengendara sepedamotor supaya tidak lupa mengikat tali pengaman helmnya, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” pinta Rudi.

Dia menyebutkan, saat ini masih juga ditemukan pengendara yang lalai dalam menjaga keselamatan dalam berkendara. Dimana masih banyak pengendara yang tidak menggunakan helm.

“Dalam pergelaran Operasi Zebra Toba 2015 petugas mengeluarkan 2.227 surat tilang dan 173 teguran bagi pengendara baik itu roda empat dan dua. Dimana angka pelanggaran tersebut mengalami peningkatan,” pungkas Rudi Silaen.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *