Metode SADARI, Cara Mudah Cek Gejala Kanker Payudara

  • Whatsapp

Kanker payudara merupakan penyakit mematikan nomor dua bagi wanita setelah kanker mulut rahim yang berada diurutan pertama.

Cara Mudah Cek Gejala Kanker Payudara

Read More

Pengamat Kesehatan dari Sumatera Utara (Sumut), dr H Delyuzar MKed (PA) SpPA (K) mengungkapkan, sudah saatnya kaum wanita menyadari gejala dan dampak dari kedua penyakit mematikan itu secara serius.

“Jangan anggap sepele saat gejala penyakit itu belum terasa menyakitkan. Kita harus mawas diri,” ungkap Delyuzar, Senin (02/11), di Medan.

dr H Delyuzar MKed
dr H Delyuzar MKed

Gejala kanker payudara dapat diketahui secara dini dengan cara mudah lewat metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Lihat dan rasakanlah di sekeliling payudara Anda dengan seksama di depan cermin.

“Segera memeriksakan diri ke dokter jika terdapat benjolan, pengerasan kulit, atau ada cekungan di sekitar payudara. Baiknya dilakukan secara rutin, tiap 3 hari setelah masa haid selesai,” ujarnya.

Memeriksa payudara melalui metode SADARI sangat bagus. Jangan tahu, saat sudah terlambat. “Pengobatan lebih dini lebih bagus. Banyak yang diobati dengan cepat dan hasilnya bagus. Seperti artis Rima Melati. Meskipun sudah diangkat payudaranya, tapi masih sehat. Itu karena dia melakukan tindakan yang cepat,” ujarnya.

Selain faktor genetik, Delyuzar menjelaskan faktor lain seseorang terkena kanker payudara dikarenakan pola hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan ketidakseimbangn hormon tubuh.

“Ini juga hubungannya dengan pola hidup tidak sehat. Makan banyak lemak dan makanan siap saji misalnya. Dulu enggak banyak penyakit begini karena dulu tidak banyak terpapar makanan yang menyebabkan ketidakseimbangan hormonal,” ujar Delyuzar.

Berbeda dengan kanker payudara yang terlihat gejalanya. Kanker mulut rahim justru tidak menunjukkan gejala apapun di awal keberadaannya. Untuk itu, pencegahan dengan metode Pap Smear sangat penting dilakukan untuk mengetahui level kesehatan organ kewanitaan. “Pap Smear bisa menurunkan penyebaran kanker mulut rahim. Karena tindakan pengobatan dini akan bisa sgera dilakukan,” ujarnya.

Kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) itu biasanya menyerang waita yang sudah berusia 40 tahun-an. Virus ini muncul dari pola hidup tidak bersih, ditambah lagi dengan kegiatan hubungan seksual aktif.

“Pap Smear sebaiknya dilakukan setahun atau 6 bulan sekali. Tapi kalau dalam 3 tahun berturut-turut seseorang dinyatakan negatif dari Pap Smear itu, dia boleh 3 tahun berikutnya tidak melakukan Pap Smear,” ungkapnya.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *