Benda Purbakala Sumut Dari Belanda Akan Dikembalikan

  • Whatsapp

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Ir HT Erruy Nuradi MSi, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berupaya mengembalikan beberapa benda purbakala peninggalan budaya Sumut yang ada di Belanda.

Read More

“Kita sedang melobi Pemerintah Belanda untuk mendapatkannya. Kita mendengar ada beberapa museum di Belanda yang sudah tutup, tetapi memiliki sejumlah koleksi yang sangat berkaitan erat dengan cagar budaya di Sumut,” jelas Erry Nuradi ketika bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengunjungi Museum Negeri Sumut di Jalan HM Joni Medan, Sabtu (31/10).

Salah satu indikasi kemajuan suatu daerah, kata Erry, ditandai oleh transportasi dan keberadaan museumnya. “Sebab, peran museum, adalah melestarikan cagar budaya milik bangsa, sekaligus menjaga sejarah,” katanya.

Sumut sendiri, sebut Erry, memiliki 21 museum yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumut, diantaranya Galerry Rahmat di Jalan S Parman Medan, Museum TB Silalahi di Balige Toba Samosir (Tobasa), Museum Jamin Ginting di Kabupaten Karo, Museum Pustaka Nias Gunung Sitoli Nias dan lainnya.

“Ada juga Museum Perkebunan milik Rispa. Ini kekayaan yang luar biasa yang dimiliki Sumut. Museum ini wajib kita lestarikan untuk menjaga sejarah bangsa bagi anak cucu kita di masa mendatang. Kita berencana membuat buku semua museum yang ada di Sumut,” sebutnya.

Keberadaan sejumlah museum di Sumut, Erry, mengharapkan dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Sumut.

Terkait penghargaan kepada Museum Negeri Sumut sebagai terbaik se-Indonesia yang diberikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menurut Erry, apresiasi itu merupakan amanah bagi seluruh masyarakat Sumut untuk dapat lebih baik lagi melestarikan cagar budaya dan pariwisata. “”Masyarakat Sumut layak bangga karena memiliki museum terbaik se-Indonesia,” katanya.

Penghargaan tersebut diperoleh, sambung Erry, setelah panitia menilai sejumlah aspek, baik dari segi fisik bangunan, program pengelolaan, maupun hubungan komunikasi yang selama ini dibangun pengelola Museum Negeri Sumut selama ini.

Museum Negeri Sumut, tambah Erry, dibangun tahun 1982 dan kini menyimpan lebih dari 7 ribu koleksi yang dibagi dalam sepuluh jenis koleksi besar, baik koleksi arkeologi, sejarah, keramik, etnigrafi dan seni rupa. “Saya melihat yang paling banyak jenis etnigrafi karena di Sumut terdapat delapan etnik,” ujar Erry. (ST)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *