Walikota Liburkan Seluruh Sekolah di Medan

  • Whatsapp

Berdasarkan data dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Konsentrasi Partikulat (PM 10) di Kota Medan pada pukul 16.00 WIB mencapai angka 542.  Angka ini menunjukkan kondisi polusi udara yang ditimbulkan akibat kabut asap telah memasuki tahap sangat membahayakan.
Walikota Liburkan Seluruh Sekolah di Medan

Guna mengantisipasi akibat yang ditimbulkan, Penjabat Walikota Medan, Drs H Randiman Tarigan MAP, menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan untuk meliburkan seluruh sekolah di Kota Medan mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dinia (PAUD), Sekolah dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah menengah kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta di seluruh Kota Medan.

Read More

“Mulai besok, seluruh sekolah mulai tingkap PAUD sampai SMA/SMK baik negeri maupun swasta di seluruh Kota Medan kita liburkan. Keputusan ini kita ambil untuk melindungi para siswa dari dampak kabut asap karena kondisinya sudah diatas Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), sehingga membahayakan  kesehatan,” kata Randiman Tarigan dalam konfrensi persnya kepada wartawan di rumah Dinas Walikota Jalan Sudirman Medan, Jumat (23/10).

Apalagi, kata Randiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan, telah mengarahkan kepada Dinas Pendidikan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di daerah terkena dampak kabut asap yang membahayakan kesehatan para siswa . Hal itu diperkuat lagi dengan Peraturan pemerintah (PP) No. 41 Tahun  1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
                             
“Kebijakan yang saya ambil ini memang tidak populer.  Saya tahu kebijakan ini nantinya pasti ada pro dan kontranya, tapi harus saya ambil demi kesehatan para siswa. Dampak yang ditimbulkan dari kabut atau polusi asap ini sangat membahayakan, selain menyebabkan terjadinya inpeksi saluran pernafasan atas (ISPA), juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh nafas,” jelasnya.
               
Zona Merah
Udara dikatakan sangat baik bilang Randiman, jika angka PM 10 0-50, 50-100 (sedang), 150-250 (tidak sehat), 250-350 (sangat tidak sehat) dan lebih dari 350 (sangat membahayakan). “Bayangkan saja angka PM 10 di Kota Medan pada pukul 16.00 WIB sudah memasuki 542. Artinya, lebih dari 350 dan masuk kategori zona merah dan sangat membahayakan. Jadi inilah salah satu alasan mendasar kita putuskan untuk meliburkan sekolah,”  ungkapnya.
               
Ketika disinggung sampai kapan sekolah diliburkan, Randiman, langsung menjawab sampai kondisi udara di Kota Medan  sudah memasuki ambang normal sesuai dengan ISPU. Apalagi menurut pengakuan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, saat ini seluruh siswa baru selesai ujian dan pihak sekolah tengah melakukan koreksi ujian. Dengan demikian keputusan libur ini tidak akan mengganggu pendidikan para siswa dan Randiman pun berharap kabut asap ini cepat berlalu.
               
Untuk itu usai konfresi pers ini, Randiman  langsung minta Dinas Pendidikan segera menyurati seluruh sekolah untuk meliburkan siswanya. Selanjutnya Randiman berpesan kepada masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah. Jika beraktifitas di luar urmah, dia menyarankan untuk menggunakan masker untuk melindungi kesehatan. “Kepada seluruh orang tua, saya juga mengajak untuk membatasi anak-anaknya agar tidak bermain-main di luar rumah,” pesannya.***(CM06/ST)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *