Menristekdikti Serahkan Beasiswa di Wilayah Medan

  • Whatsapp

Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohammad Nasir, Ph.D, Ak menyerahkan bantuan beasiswa di wilayah Medan meliputi beasiswa bantuan biaya pendidikan mahasiswa yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung mulai 2014 bagi 582 mahasiswa. Untuk 2015, Pemkab Karo mengajukan bagi 927 mahasiswa yang sekarang dalam proses pengumpulan administrasi.

Menristekdikti Serahkan Beasiswa di Wilayah Medan
Menristekdikti Prof M Nasir (tengah) didampingi Rektor Unimed Prof Syawal Gultom (dua kanan), Koordinator Kopertis Wilayah I Prof Dian Armanto (paling kanan) Pj Rektor USU Prof Subhilhar (dua kiri), Direktur Polmed Syahruddin (paling kiri) memberikan press conference di Auditorium Unimed, Kamis (1/10).

Read More

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan kepada 20 mahasiswa secara simbolis di Auditorium Unimed, Kamis (1/10/2015), disaksikan Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd, Pj Rektor USU Prof Subhilhar MA, Ph.D, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, MPd, Direktur Politeknik Medan (Polmed) Syahruddin ST, MT.

Bantuan biaya pendidikan yang terkena erupsi Sinabung kata Nasir, diberikan dengan skema bidik misi dengan satuan Rp 1 juta per bulan/mahasiswa dengan perincian, biaya pendidikan Rp 400 ribu tiap bulan diberikan langsung kepada perguruan tinggi dan bantuan hidup Rp 600 ribu per bulan diberikan langsung ke mahasiswa.

Menyinggung beasiswa bidik misi kata Menristekdikti, untuk Medan bagi USU 2.655 mahasiswa, Unimed 2.922 mahasiswa dan Polmed 450 mahasiswa dan Kopertis Wilayah I Sumut 1.732 mahasiswa. Beasiswa bidik misi nilainya sama dengan bantuan biaya pendidikan yang terkena erupsi Sinabung.

Sedangkan beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) diberikan kepada 2 PTN, yaitu kepada USU dengan jumlah mahasiswa 81 orang dan Unimed 13 mahasiswa. Besarnya beasiswa Rp 1,4 juta per bulan/mahasiswa dengan rincian Rp 400 ribu diberikan langsung ke perguruan tinggi dan bantuan biaya hidup Rp 1 juta per bulan/mahasiswa diberikan langsung kepada mahasiswa.

Lebih lanjut jelas Nasir, pemerintah mengalokasikan anggaran bidik misi sebesar Rp 2,3 triliun Untuk beasiswa ADik dialokasikan sebesar Rp 40 miliar lebih. Selanjutnya, Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) bagi mahasiswa program S1, D IV dan D III dengan ketentuan Indeks Prestasi (IP) minimal 3,00 sebesar Rp 508 miliar untuk 121 ribu mahasiswa dengan besarnya beasiswa Rp 4,2 juta per tahun/mahasiswa.

Menyinggung masih adanya dosen yang belum S2 ujar Nasir, sesuai peraturan dosen belum memenuhi syarat sebagai staf pengajar di S1, sehingga pemerintah hanya memberikan tunjangan sertifikasi kepada dosen yang telah memenuhi syarat tersebut.

Menyikapi adanya 25 perguruan tinggi swasta (PTS) yang non aktif di Sumut, Menristekdikti mengatakan hal itu menjadi tanggung jawab Kopertis untuk membina. Setelah di investigasi ternyata rasio dosen tak sebanding jumlah mahasiswa.

“Banyak dosen yang tidak bisa masuk menjadi dosen tetap, karena Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Bagi PTS yang non aktif tidak boleh menerima mahasiswa baru bukan berarti ditutup tapi diberikan kesempatan hingga 1 Desember 2015 untuk memperbaikinya,” paparnya.

Untuk mengatasi persoalan dosen, Menristekdikti mengeluarkan SK Nomor 26 Tahun 2015, semua PTN dan PTS bisa mengangkat dosen khusus pensiunan PNS atau perusahaan swasta.

“Kalau dulu usia 50 tahun tak bisa masuk NIDN, sekarang umurnya bebas yang penting sehat dan mampu melaksanakan tugasnya sesuai tridharma. Namun, kalau dosen yang tidak guru besar masa pensiunanya 65 tahun dan kalau guru besar sampai 70 tahun,” ujarnya.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *