Medan Kota Klimaks Bagi Anthony Christo Menelurkan Bunga

  • Whatsapp

Wow! Ini sebuah ungkapan nyata dari seorang Anthony Christo yang bercerita tentang bagaimana ia kehilangna sosok ‘Bunga’ yang telah pergi meninggalkan dirinya.

Keindahan cinta ibarat bunga mawar berduri tajam. Dimana semakin kuat kau menggenggamnya, semakin dalam durianya menusuk kulitmu, sedangkan semakin lemah kau menggenggamnya, semakin mudah bunga itu terbang dibawa angin.

Read More

Anthony Christo
Anthony Christo
Hal tersebut diungkapkan seorang pria keren, Anthony Christo, yang selama 26 tahun menjomblo hingga akhirnya mendapatkan seorang kekasih hati. Hingga akhirnya benar-benar sayang dan putus hubungan kekasih. “26 tahun menjomblo, dapat. Sudah benar-benar sayang, eh putus,” ungkap Christo saat diwawancarai Cerita Medan di Restoran TipTop saat rombongan dari Pro3 Artist Management berkunjung ke Medan, Senin (19/10). 

“Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim beranti. Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.” anonymous.

Terdengar lucu apa yang diutarakan Christo, bercampur sedih juga hingga akhirnya menelurkan sebuah karya dengan single Bunga. Masih mengusung tema pop dan cinta, Christo akan terus mencoba menelurkan karya-karyanya yang merupakan curahan hatinya.

“Saya kan gampang baper dan kelewat sayang banget. Susah tak menggunaan perasaan dalam membangun hubungan. Langsung sayang. Eeh hilang,” ungkap Christo sambil tertawa kecil.

Nah, hasil dari baper tersebut diciptakanlah single Bunga yang semoga dapat menjadi karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi. “Kota Medan ke 9 untuk dikunjungi. Ini klimaks dari promotur roadshow kami,” ucap Christo.

Christo juga berhasil merekam 10 lagu, diantaranya, Rasa Hati, Bidadari, Bunga, Dirimu Satu, dan Christo juga me-recycle lagu dari Band Legendaris Indonesia yaitu “Why Do You Love Me”.

Medan Macet, Obatnya Ya Wisata Kuliner
Berkunjung pertama kali ke Kota Medan, Christo yang kelahiran Purworejo 6 Desember ini merasakan kesan yang seru. “Pertama kali nih ke Medan, ada macet juga. Namun, jawaban saya untuk mengobati rasa macet itu dengan wisata kuliner. Seperti makan Soto Medan dan menyantap kuliner asik di TipTop. Dan saya tahu di Medan banyak coffee shopnya, jadi saya ingin jalan-jalan minum kopi juga makan-makan yang enak-enak nambah berat badan,” ucapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *