Islamic Centre Jadikan Medan Sebagai Kota Religius

  • Whatsapp

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Medan Petisah memprakarsai pembangunan Islamic Centre di kecamatan itu yang terletak di Jalan Waringin, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah. Peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan Penjabat Walikota Medan, Drs H Randiman Tarigan MAP, Rabu (14/10).

Islamic Centre Jadikan Medan Sebagai Kota Religius

Read More

Menurut Pj Walikota, pembangunan Islamic Centre ini selain mengembangkan syiar Islam, juga sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Medan sebagai kota religius.

“Tentunya kita berharap, dengan pembangunan Islamic Centre MUI Kecamatan Medan Petisah ini, dapat menghadirkan peningkatan terhadap kualitas masyarakat, khususnya umat Islam di kota yang kita cintai ini. Kedepan, Kota Medan akan memiliki masyarakat religius,” katanya.

Randiman juga meminta, kehadiran Islamic Centre ini harus dijadikan sebagai tempat berbagai kegiatan maupun kajian-kajian ke-Islaman, sehigga harus dilengkapi dengan perpustakaan yang berisi buku maupun refrensi mengenai Islam. “Yang lebih utama lagi, dapat menjadi madrasah bagi generasi muda yang ingin menimba ilmu agama, baik secara fiqih, syariah dan juga sejarahnya,” ujarnya.

Karenanya, Randiman, mengajak semuanya untuk membantu dan mendoakan agar pembangunan Islamic Centre secepatnya selesai. “Adik-adik pelajar pun dapat membantu dengan menyisihkan sedikit uang jajannya. Jika semua pelajar tergerak, insya Allah pembangunan Islamic Centre secepatnya selesai,” katanya.

Sementara Ketua MUI Kota Medan, Prof DR M Hatta, menyambut baik pembangunan Islamic Centre MUI Kecamatan Medanm Petisah. Sebab, keberadaan Islamic Centre menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. “Islamic Centre ini menjadi pusat kajian-kajian maupun kegiatan-kegiatan ke-Islaman seperti di Kota Roma, Italia,” harapnya.

Kendati umat Islam minoritas, sebut Hatta, namun kehadiran Islamic Centre di Kota Roma mendapat apresiasi dan simpati dari warga disana. Sebab, mereka tertarik dengan sikap dan perangai orang-orang yang ada di Islamic Centre sehingga banyak yang tertarik dan memeluk agama Islam. “Kini Islam menjadi agama kedua terbesar di Roma. Untuk itu Islamic Centre yang dibangun ini nantinya seperti Islamic Centre di Kota Roma,” harap Hatta.

Diketahui, Islamic Centrea MUI Kecamatan Medan ini dibangun diatas lahan seluas lebih kurang 376 M2 yang merupakan wakaf dari almarhum H Muhammad Nasir Siregar/almarhumah Hj Halimatussakdiah dan almarhumah Hj Saidah. Direncanakan Islamic centre ini akan dibangun 4 lantai dengan biaya lebih kurang Rp2,5 miliar.***(CM06/ST)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *