Bahaya Lari Memakai Jaket

  • Whatsapp

Kamu tentu pernah melihat orang-orang atau kamu sendiri pun mungkin pernah melakukan olahraga lari dengan memakai jaket. Selain terlihat keren, kamu mungkin berpikir kalau berlari menggunakan jaket tentu akan mengeluarkan banyak keringat untuk membakar kalori dan meningkatkan laju metabolisme tubuh, sehingga cepat membentuk tubuh ideal seperti yang kamu harapkan.

Bahaya Lari Memakai Jaket

Read More

Tetapi sayangnya, sebenarnya cara tersebut adalah salah. Memang hal itu akan terjadi, tetapi hanya sesaat. Sebab, berat badan berkurang karena banyaknya cairan yang keluar dari tubuh. Penurunan berat badan memang bisa terjadi karena terjadi pembakaran lemak saat berlari, bukan karena memakai jaket.

Pemikiran tersebut juga tidak sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Dr. Hario Tilarso, SpKO, FACSM, dokter spesialis kedokteran olahraga yang berpraktik di RS Premier Bintaro. Menurut dr Hario, penggunaan jaket saat berlari akan menghambat penguapan keringat yang dikeluarkan oleh tubuh pada saat berlari. Padahal penguapan keringat sangat penting untuk terjadi ketika melakukan aktivitas fisik atau pun olahraga, seperti berlari.

Proses penguapan keringat yang terjadi memang merupakan hal yang penting dan normal untuk tubuh ketika berolahraga. Hal ini disebabkan karena penguapan tersebut akan membantu mendinginkan suhu badan yang akan semakin memanas saat kamu berolahraga. “Jika tidak ada penguapan, orang bisa terserang cedera. Namanya itu heat injuries,” jelasnya, seperti yang dilansir dari detikHealth, pada 18/9/15.

Heat injuries adalah salah satu cedera yang terjadi di dalam tubuh manusia yang disebabkan akibat panas di dalam tubuh. Heat injuries ini akan membuat seseorang pingsan ketika mengalaminya, dan bahkan bisa berakibat fatal, seperti kematian.

Hal yang hampir senada juga diungkapkan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Zaini Siregar dari Royal Sport Medicine Center Jakarta yang mengungkapkan bahwa berlari memakai jaket bisa membuat tubuh dehidrasi karena terlalu banyak cairan yang dikeluarkan. Setelah itu, suhu tubuh bisa menjadi sangat tinggi hingga akhirnya menyebabkan heat stroke jika tidak segera mengonsumsi cairan. Ketika tubuh kekurangan cairan, darah akan menjadi kental sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu, termasuk ke jantung hingga otak.

Heat stroke biasanya terjadi pada pelari jarak jauh. Beberapa gejala heat stroke di antaranya ialah pandangan mulai berkunang-kunang, wajah pucat, tangan dingin, hingga tak sadarkan diri.

Untuk itu, Zaini dan Hario sama-sama menyarankan agar berlari menggunakan pakaian yang nyaman, tidak terlalu tebal, dan menyerap keringat. Selain itu, sangat penting untuk minum air putih maupun minuman isotonik dan minuman olahraga untuk menghindari dehidrasi saat berlari. “Kalau berlari, berlaku juga pada semua jenis olahraga, gunakan pakaian yang bahannya tidak tebal. Jangan menggunakan bahan wool apalagi jaket. Pakailah bahan yang bisa membantu memudahkan penguapan keringat yang keluar saat berlari. Karena harus diperhatikan bahwa keringat yang keluar itu harus diuapkan,” ungkap Hario. 

Demikian informasi tentang Bahaya Lari Memakai Jaket. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com. (CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *