IBX5A49C9BC313D6 Keuntungan dan Kelebihan Pertalite Beda Dengan Premium - Cerita Medan

Keuntungan dan Kelebihan Pertalite Beda dengan Premium

Pertalite adalah produk baru dari PT Pertamina (Persero) dengan kadar kandungan Reaserch Octane Number (RON) 90 yang lebih tinggi dari premium RON 88. Pertalite harganya lebih rendah dibanding Pertamax. Kalau harga Pertalite lebih mahal Rp.1000 dibanding Premium. 

Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikabarkan akan menggantikan keberadaan Premium itu, mulai dipasarkan hari ini, Jumat (24/07).

Seperti dikutip dari Okezone, kelebihan dan keuntungan dari Pertalite dan Premium adalah dirincikan pada penjelasan dibawah ini.

Keuntungan dan Kelebihan Pertalite Beda Dengan Premium
Keuntungan dan Kelebihan Pertalite Beda Dengan Premium
Gambar : mansarpost.com

Pertalite

Dari sisi teknologi, sebenarnya kendaraan roda empat di Indonesia rata-rata bisa mengonsumsi BBM RON 90-92, mulai dari Avanza sampai Honda Brio, kecuali Suzuki Katana. Pembuatan bensin jenis baru itu sebenarnya sudah menjadi wacana lama. Pertamina dirasa perlu menjual bensin RON 90. Sejatinya dahulu produk itu ada dengan merek dagang premix.

Keuntungan Keunggulan Kelebihan Pertalite

Beberapa keunggulan Pertalite dengan Pertamina antara lain yang pertama, Pertalite dinilai lebih bersih ketimbang premium karena memiliki Research Octant Number (RON) di atas 88 yang terkandung dalam premium.

Kemudian dibanderol dengan harga yang lebih murah ketimbang Pertamax dengan kadar RON 92. Nantinya masyarakat akan mendapatkan BBM kualitas baik dengan harga lebih murah.

Memiliki warna hijau dengan penampilan visual jernih dan terang dan tidak ada kandungan timbal serta memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500 ppm. Dan keunggulan terakhir, Pertalite 100 persen merupakan hasil impor.

Premium

Premium atau biasanya orang menyebut bensin. Premium merupakan BBM jenis distilat yang memiliki warna kekuningan yang jernih. Premium atau bensin mengandung oktan atau Research Octane Number (RON) sebesar 88, paling rendah di antara jenis BBM untuk kendaraan bermotor.

Sebagai BBM dengan nilai Oktan paling rendah, maka premium mempunyai beberapa kelemahan. Dari aspek teknologi, penggunaan premium dalam mesin berkompresi tinggi akan menyebabkan mesin mengalami knocking.

Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi pemborosan atau inefisiensi.

Dari aspek keuangan, knocking yang berkepanjangan berakibat terjadinya kerusakan pada piston sehingga akan lebih cepat untuk mengganti piston.

Kelemahan lain adalah Premium menggunakan tambahan pewarna, menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah besar, Produksi Premium (RON 88) lebih banyak komponen lokal.

Harga Pertalite Rp 8.400 per liternya. Harga Premium Rp 7.400 per liternya. Harga Pertamax Rp 9.300 per liternya.

Dengan adanya Pertalite, merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat akan BBM. Untuk di Medan?

KOMENTAR

BACA JUGA