IBX5A49C9BC313D6 25 PTS di Sumut Non Aktif Terancam Dicabut Izinnya - Cerita Medan

25 PTS di Sumut Non Aktif Terancam Dicabut Izinnya

Berdasarkan pangkalan data pendidikan tinggi  (PDPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi per tanggal 29 Juni 2015 tercatat sebanyak 25 perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumatera Utara dinyatakan non aktif. 

Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
25 PTS di Sumut Non Aktif Terancam Dicabut Izinnya

“Bagi PTS yang dinon aktifkan karena tidak memenuhi kualifikasi dengan baik, mendapatkan beberapa hukuman atau sanksi yang diterimanya,” kata Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto di kantor Kopertis Jalan Setia Budi Medan, kemarin.

Disebutkannya sanksi yang diterima PTS dinyatakan non aktif antara lain tidak akan mendapatkan bantuan dana hibah, dosen tidak akan mendapatkan dana riset maupun beasiswa.

Dijelaskan Dian, PTS yang statusnya non aktif itu adalah perguruan tinggi yang sudah mendapatkan izin. Namun karena tidak memenuhi beberapa standar yang ditetapkan, maka PTS tersebut dinyatakan non aktif tanpa batas waktu kecuali jika mereka melakukan perbaikan.(Baca: Hanya 272 Per­guruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara Yang Miliki Izin

Sejumlah standar yang tidak dipenuhi PTS non aktif itu antara lain rasio tidak sesuai antara dosen dan mahasiswa, tidak memiliki fasilitas yang baik, yayasan sedang konflik dan terlalu banyak prodi yang tidak sesuai standar. (Baca : 25 PTS di Sumut Non Aktif)

Untuk itu Dian Armanto mengimbau agar PTS yang statusnya non aktif segera melakukan perbaikan, sehingga layanan PDPT bisa terbuka. Dengan demikian PTS tersebut bisa melakukan proses administrasi, misalnya memasukkan data mahasiswa, dosen dan lainnya. 

“Jika pada akhir Desember 2015 ini bagi PTS non aktif tersebut tidak juga melakukan perbaikan, maka izinnya terancam dicabut,” tegas Dian Armanto.

  

Sementara itu Ketua Yayasan Universitas Setia Budi Mandiri Drs Arnold B Hutasoit MBA yang merupakan salah seorang pimpinan dari 25 PTS yang non aktif ketika dihubungi secara terpisah mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan proses perbaikan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 

“Kita telah melakukan perbaikan dan pembenahan sesuai yang ditetapkan pihak Dirjen Dikti. Karena itu dalam waktu dekat ini layanan PDPT untuk universitas kita akan dibuka dan bisa melakukan proses administrasi langsung ke PDPT tersebut,” ungkap Arnold. 

Dijelaskan Arnold, sebagai upaya perbaikan status universitas, pihaknya telah melakukan pergantian staf di bidang adminstrasi sebagai salahsatu penyebab universitas ini dinon aktifkan. 

“Kita harapkan PTS ini kembali berjalan baik sebagaimana layaknya universitas yang memiliki izin dan terdaftar di PDPT menyusul perbaikan yang telah kita lakukan,” ungkapnya.***(CM03/Ucup)

KOMENTAR

BACA JUGA