Unpri Persiapkan SDM Kompeten Hadapi MEA 2015

  • Whatsapp

Pembina RE Foundation Dr RE Nanggolan MM mengatakan, salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh bangsa ini, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 adalah tenaga kerja SDM yang kompeten. 

Pembina RE Foundation Dr RE Nanggolan MM dan Wakil Rektor I Seno Aji SPd MEng Prac bersama narasumber pada Sumut Discussion Club (SDC) II digelar Unpri – RE Foundation

“Sebab, kualitas SDM merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa,” kata RE Naninggolan dalam Sumut Discussion Club (SDC) II digelar Universitas Prima Indonesia (Unpri) bekerjasama dengan RE Foundation, kemarin di Ruang Serbaguna RS Royal Prima Jalan Ayahanda Medan.

Read More

Diskusi bertema ‘Kesiapan Tenaga Kerja dan Peran Dunia Pendidikan Sumatera Utara Dalam Menghadapai MEA 2015’ ini menghadirkan pengamat, pakar dan tokoh pendidikan sebagai narasumber.  Ada Polin Pos Pos PhD (pengamat ekonomi), Prof Bachtiar H Miraza (Guru Besar USU), Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumut Drs Bukit Tambunan MAP, Koordinator Kopertis Wilayah I Prof Dian Armanto, Rektor Universitas HKBP Nomensen Dr Parulian Simanjuntak, Dekan Fakultas Ekonomi Drs Kasim Siyo M Si PhD, Dr Edward Simanjuntak MM (pakar pemerintahan), Drs Thoga M Sitorus MSi (pengamat tenaga kerja). 

Diskusi dihadiri Wakil Rektor I Seno Aji  SPd MEng Prac, Dekan FE Unpri Cut Fitri Rostina SE MM,  Dekan FTIK Unpri Abdi Dharma, S.Kom, Wadek FE Hendry SE MM, Direktur Pemasaran PT Bank Sumut  Ester Junita Ginting.

“Para tenaga kerja dari berbagai negara anggota MEA yang memiliki kompetensi kerja yang lebih tinggi, tentunya akan memiliki kesempatan lebih luas, untuk mendapatkan keuntungan ekonomi didalam lingkup MEA,” kata RE Nainggolan.

Indonesia, kata RE Nainggolan harus segera bersiap diri menghadapi MEA 2015. Sebab, dampak paling konkrit dari kesepakatan MEA akan terciptanya pasar bebas dibidang permodalan, barang, jasa dan tenaga kerja.

Menurut RE Nainggolan, meningkatkan kualitas SDM harus diarahkan pada penguasaan Iptek untuk menopang kegiatan ekonomi agar lebih kompetitif. Pemenuhan SDM yang berkualitas dan unggul karena menguasai Iptek, akan berpengaruh terhadap struktur industri dimasa depan.

Hasil diskusi ini, kata RE akan diteruskan kepada gubsu sebagai tanggungjawab masyarakat untuk memberikan dukungan kepada gubernur. “Diskusi pertama juga demikian, banyak penjelasan-penjelasan dari para pakar, kalangan akademisi dan praktisi yang sangat baik yang harus kita renungkan bersama,” kata penasehat Unpri ini meyakinkan.

Sementara itu, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Utara Drs Bukit Tambunan MAP menyatakan DSC ini kegiatan sangat positif, dan dapat memberikan kontribusi pada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat.

Dia mengungkapkan, tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD, SMP, SMA sehingga pekerjaan itu terbatas. Untuk itulah, kata dia, akan dipacu oleh perguruan tinggi, bagaimana kedepan kurikulum itu.

“Penyediaan tenaga kerja terdidik tidak hanya harus memenuhi kebutuhan akan suatu jumlah yang dibutuhkan. Akan tetapi, yang lebih penting ialah jenis-jenis keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” tuturnya.

Setelah diskusi dan perdebatan yang sifatnya memberikan masukan, acara SDC dilanjutkan dengan penyematan pin member SDC yang dilakukan Pembina RE Foundation Dr RE Nanggolan MM dan Wakil Rektor I Seno Aji  SPd MEng Prac kepada para narasumber.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *