Tak Sekedar Entrepreuner, Tetapi Social Entrepreneur

  • Whatsapp

Kegiatan seminar mengenai Entrepreneur yang belakangan, apalagi menjelang MEA 2015 mendatang semakin sering dilaksanakan di kampus-kampus, didasari untuk membangun minat calon pengusaha baru yang akan menghasilkan seseorang sebagai entrepreneur. 

Foto http://www.pusakaindonesia.org 

Tak hanya sampai di situ, menurut Rita Dalimunthe, Kepala Pusat Inkubator Bisnis Cikal USU, entrepreneur sendiri juga diharapkan lagi agar dapat menjadi social entrepreneur. Di mana nantinya, pelaku usaha tersebut harus dapat bekerja sama dalam sebuah komunitas agar lebih mudah menjalin kerja sama dengan pihak luar. Tak usah jauh dulu, instansi pemerintah misalnya. 

Read More

“Tahun depan, mahasiswa ini diharapkan agar mampu berwirausaha mandiri supaya tak terus terkungkung dalam keinginan menjadi pencari kerja setamat kuliah nanti,” katanya kepada Ceritamedan.com kemarin.

Lanjutnya, minimal seluruh mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelaku UKM. Hal ini dipicu pula oleh instruksi Presiden Joko Widodo yang melarang perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 5 tahun ke depan, kecuali untuk tenaga pengajar dan medis. 

“Presiden juga sudah mengatakan, 5 tahun ke depan tak ada lagi perekrutan CPNS untuk mahasiswa umum,” kata Rita lagi.

Ditambahkan Rita, acara yang sering digelar tersebut benar-benar dipersiapkan oleh dan untuk mahasiswa yang ingin terjun ke dunia usaha, makanya yang memang diharapkan hadir dalam acara adalah mahasiswa, terlebih mahasiswa yang mengambil mata kuliah kewirausahaan.

Selain itu sebut Rita, dalam seminar bahkan ada juga mahasiswa yang memang telah menjadi pengusaha (UKM). Mereka diajak untuk ikut serta  agar memotivasi para mahasiswa lain untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Senada dengan Rita, Hilman mahasiswa FEB USU sangat mengapresiasi adanya acara terkait. Dikatakannya, hal itu sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang ingin langsung mempraktekkan apa yang diperoleh di bangku kuliah. 

“Selama ini, kami hanya mempelajari teorinya tanpa aplikasi. Lewat acara ini, kami bisa langsung mempraktekkannya Dari mulai proses produksi, pengemasan, penjualan dan lain-lain. Yang pasti, lebih terasa manfaatnya,” kata Mahasiswa berkacamata ini.

Harap Hilmah, acara seperti itu dapat lebih sering diadakan oleh berbagai kampus agar tak banyak lagi mahasiswa yang berpangku tangan.***(CM02/PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *