RUNMDN Sukses Gelar SUNDOWN 2015

  • Whatsapp

Setelah sukses melakukan kegiatan sosial SahuRun nya di tahun kemarin, RUNMDN atau Indorunners Medan kembali melaksanakan kegiatan di bulan Ramadan. Tahun ini, RUNMDN menggelar SUNDOWN Beat Sahur Time 2015, Sabtu (27/6) dini hari di Lapangan Benteng Medan. 

RUNMDN Sukses Gelar SUNDOWN 2015
RUNMDN Sukses Gelar SUNDOWN 2015

Dengan seragam biru bertuliskan  RUNMDN, celana lari  yang dilapisi compresion panjang, jaket, headlamp dan atribut lari lainnya membuat mereka tampak siap mensukseskan Sundown Beat Sahur Time 2015.

Read More

Sundown Beat Sahur Time ini sendiri merupakan kegiatan internal RUNMDN. Sundown artinya matahari terbenam. “Kenapa namanya juga sundown?, karena kita berlari saat matahari terbenam,” ucap Kordinator RUNMDN, Kyky Siregar sesaat sebelum acara dimulai.

RUNMDN Sukses Gelar SUNDOWN 2015

Ada beberapa kategori bidang lari yang digelar RUNMDN. Pertama kategori 21K (Half Marathaon), 10 K dan 5K.

Kategori 21K, para peserta memulai start pukul 01.00 WIB. Sementara pelari 10 K menyusul start sejam kemudian. Sementara pelari 5K mengambil posisi start pukul 02.30 WIB. Kesemuanya finish tepat di waktu sahur yakni pukul 04.00 WIB.

Di Kota Medan sendiri, Sundown pertama kali digelar. Sebagai kota besar, Medan cukup tertinggal melaksanakan even lari baik yang digelar pagi maupun malam hari. Berbeda halnya dengan negara-negara lainnya. Singapura misalnya. Negeri Merlion itu setiap tahunnya sukses menggelar Sundown Marathon yang diikuti ribuan peserta dari seluruh dunia.

Begitu juga dengan kota-kota besar di Indonesia. Jakarta misalnya. Kegiatan lari menjelang sahur ini mendapat antusias yang cukup besar dari masyarakat. Beberapa waktu lalu misalnya kegiatan Sahuran yang digelar di Taman Impian Jaya Ancol sukses menarik minat masyarakat Jakarta.

“Jadi kegiatan ini kita lakukan untuk memfasilitasi masyarakat yang tetap ingin berolahraga saat bulan Ramadan tanpa merasa terganggu dengan kendaraan bermotor,” ujar Kyky.

Silaturahmi

Bukan hanya itu, sundown juga digelar untuk mempererat silaturahmi antar anggota RUNMDN.

“Jadi sundown ini seperti Sahur On The Road (SOTR) nya kita. Berhubung di bulan Ramadan intensitas berlari kita kurang, maka dengan inisiatif  beberapa teman di RUNMDN kita menggelar sundown pada tahun ini,” jelas Kyky yang didampingi beberapa anggota dari RUNMDN.

Di Ramadan sebelumnya, komunitas lari terbesar ini melakukan kegiatan Sahuran. Mereka memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Masjid Bengkok Medan. Kegiatan juga masih berkaitan dengan lari, setelah memberikan bantuan sembako, mereka berlari memberikan makanan sahur kepada warga yang kurang mampu.

“Tahun ini kita ingin membuat kegiatan yang berbeda. Sebenarnya kita juga ingin merasakan kenikmatan dari lari tengah malam itu, terlepas pro kontra dampak kesehatan lari malam itu sendiri,” ujarnya kembali.Tak hanya itu, sundown juga dilakukan sebagai persiapan dan latihan para anggota RUNMDN yang akan mengikuti Bali Marathon, 31 Agustus mendatang.

“Berhubung sebulan memang kita tidak punya waktu yang banyak berlatih lari marathon, maka momen sundown ini juga kita pergunakan untuk melatih fisik kita menyambut Bali Marathon 2015,” ujarnya.

Di luar Ramadan, Indorunners Medan juga konsisten melakukan lari malam di setiap minggunya. Lari ini dinamakan Thursday Night Run (TNR). “Lari malam kita sudah biasa di TNR. Kalau lari tengah malam, ini pertama yang kita lakukan,” ujar pria lulusan Fakultas Ekonomi USU tersebut.

Keinginan

Pria yang dari awal ikut membesarkan RUNMDN ini juga berkeinginan menggelar sundown untuk masyarakat umum. “Mungkin ke depan, jika ada waktu dan kesempatan kita membuka pendaftaran untuk masyarakat umum yang mau berlari tengah malam. Namun tahun ini kita coba dulu member kita. Jika ini sukses, kemungkinan kita akan menggelarnya kembali tahun depan,” harap Kyky.

Setelah finish, sebelum acara Sundown 2015 diakhiri, ratusan member anggota RUNMDN ini bersantap sahur bersama dilanjutkan salat subuh bersama. Rencananya, 5 Juli mendatang, RUNDMDN juga akan melaksanakan berbuka puasa bersama. Kegiatan ini akan diikuti 200 member Indorunners Medan.

“Sebelum berbuka kita melakukan aksi peduli lingkungan dengan melakukan biopori di sekitar taman Jalan Sudirman Medan.

Semoga kegiatan ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran Indorunners selain menyebarkan virus lari, juga peduli terhadap lingkungan,” ucapnya.***(CM/PR)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *