Rahmad Hidayat, Anak USU Ini Jual Lukisan Sketsa Wajah Untuk Biayai Kuliahnya

  • Whatsapp

Bakat adalah karunia Tuhan yang didapat manusia secara cuma-cuma. Banyak manusia yang memiliki bakat spesial namun tidak mampu memaksimalkan bakatnya. Berbeda dengan kebanyakan orang lain, seorang pria bernama Rahmad Hidayat adalah salah satu contoh spesimen yang mampu memaksimalkan bakatnya. Bakat Rahmad terbilang cukup umum namun kemampuannya dalam memaksimalkan bakatnya yang membuatnya unik. Apa bakat dari Rahmad? Melukis, bakat yang cukup umum memang namun kelihaian Rahmad dalam melihat peluang dan menjadikan bakatnya sebagai bisnislah yang membuatnya unik.

Rahmad Hidayat

Read More

Rahmad Hidayat lahir di Medan, 29 Oktober 1995. Rahmad kecil sangat suka menonton anime. Dari sekian banyak anime yang ada di tv saat itu, serial Dragon Ball-lah yang menjadi favoritnya. Menurutnya, menyaksikan sang jagoan, Son Goku, yang berkelahi dengan musuh-musuhnya demi melindungi bumi sangatlah menarik. Rahmad lantas mencoba untuk menggambar karakter favoritnya yaitu SonGoku. Tak disangka hasilnya cukup memuaskan, tak cukup satu, dia terus menggambar berbagai macam karakter anime yang dilihatnya di televisi. Hobi yang dijalani Rahmad sejak SD ini ternyata berhasil menempah keahliannya di bidang melukis. Di saat menginjak bangku SMP, guru keseniannya terperanjak melihat hasil lukisan Rahmad dan tak percaya kalau lukisan itu dibuat oleh Rahmad. Mulai dari sana Rahmad sadar bahwa melukis adalah bakatnya.

Di saat SMA, Rahmad terus menjajaki dunia melukis. Dia juga berhasil di dalam bidang akademis. Sadar akan kemampuannya dalam bidang seni dan akademis Rahmad bermimpi untuk melanjutkan pendidikannya di jurusan Desain Komunikasi Visual ITB, jurusan yang sangat tepat baginya. Dia menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun 2014 dan berharap dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Rahmad dengan antusias menceritakan mimpinya itu ke keluarganya. Namun, impiannya terhalang oleh ekonomi. Keluarga Rahmad adalah keluarga sederhana, ayahnya wafat semenjak dia SD dan abang tertua Rahmad harus membiayai keempat adiknya. Abang Rahmad pesimis terhadap impian Rahmad, dia berkata “Kalau kau kuliah, abang enggak bisa bantu kau lagi.” Rahmad terpaku.

Mendengar hal itu tidak membuat Rahmad terpuruk dalam kesedihan. Dia memutar otak dan akhirnya menemukan jalannya untuk merasakan bangku perkuliahan. Karena prestasi akademis Rahmad yang tergolong bagus, Rahmad mencoba sebuah beasiswa yang bernama bidikmisi. Rahmad menceritakan kepada keluarganya bahwa ada beasiswa yang dapat membantunya. Mendengar hal itu keluarga Rahmad sumringah tetapi keluarga Rahmad berharap agar Rahmad tidak kuliah terlalu jauh. Mendengar perkataan sang Ibu, Rahmad pun mengurungkan niatnya untuk mengambil jurusan DKV di ITB dan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi USU yang lebih dekat ke rumah Rahmad yang berada di Perbaungan. Rahmad pun berhasil mendapatkan beasiswa Bidikmisi tersebut dan melanjutkan pendidikannya.

Berhasil mendapatkan kesempatan belajar di Universitas membuat semangat Rahmad bergejolak. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia juga berjanji tidak akan menyusahkan abang dan ibunya. Dia merenung sesaat dan mengingat-ingat hal apa yang bisa dilakukannya untuk meringankan beban abang dan ibunya, mengingat uang beasiswa pastilah kurang untuk hidup sebagai anak kos di kota Medan. Kemudian dia teringat di masa liburan setelah UN di saat SMA, banyak dari temannya yang memesan lukisan sketsa darinya. 

“Kenapa tidak kujadikan saja bakatku ini sebagai bisnis?” Pikirnya. Tanpa menunggu panjang dia langsung memajang hasil-hasil lukisan yang dibuatnya khususnya lukisan sketsa wajah di akun instagram miliknya di @Rhdrahmad. Lama-kelamaan mulai banyak orang yang melihat hasilnya dan tertarik untuk mencoba jasa Rahmad. Membuat sketsa wajah.

Lukisan Sketsa Wajah
Lukisan Sketsa Wajah

Sketsa yang dibuat Rahmad sangat unik dan berbeda dengan sketsa pelukis lainnya. Detail yang terdapat di sketsanya sangat memukau, efek khusus yang ditorehkan Rahmad dari sketsanya membuat lukisan dari Rahmad sangat unik. Dengan modal pensil dan kertas karton Rahmad dapat membuat sebuah lukisan yang memukau. Tak perlu sampai berhari-hari Rahmad dapat menyelesaikan sebuah lukisan hanya dalam waktu empat jam saja. Goresan-goresan Rahmad mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Bisnis Rahmad mulai berjalan. Dalam waktu satu bulan dia mampu meraup pendapatan sebesar Rp. 1.000.000 perbulannya. Jauh meningkat dari awal dia merintis bisnis. Dalam menjalankan bisnisnya Rahmad memegang prinsip kepercayaan, tak perlu uang muka cukup dengan menyerahkan foto para pelanggannya langsung bisa memesan lukisannya. Tak jarang karena prinsipnya ini Rahmad ditipu oleh pelanggan, beberapa pelanggan memesan tetapi tidak mengambil lukisannya dan ada yang sudah mengambil lukisannya namun tidak membayarnya sama sekali. Ditanya mengenai hal ini Rahmad hanya menjawab “Gakpapa, ikhlas kok, walau gak diambil lukisannya tapi kan tetap bisa jadi portofolio lukisanku”. Rahmad juga berharap bahwa dia akan tetap mendalami bisnis melukis ini dan akan mengembangkan bisnisnya hingga suatu saat nanti dia memiliki studio lukis sendiri.

Hingga saat ini, Rahmad masih terus fokus berkuliah di Ilmu Komunikasi FISIP USU dan menjalankan bisnis melukisnya. Goresan pensilnya mulai dikenali oleh masyarakat luas, sudah ada lebih dari 40 lukisan pesanan yang dibuatnya. Rahmad terus melukis tak hanya untuk memenuhi biaya kuliahnya namun juga untuk mengirimkan pesan bahwa bakat adalah rahmat yang harus dimaksimalkan manfaatnya.***(CM/Dandelion Publisher)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *