Pariwisata Sumut Harus Bangkit Hadapi MEA

  • Whatsapp

Pariwisata Sumatera Utara harus bersaing di segala aspek untuk mendapatkan peluang pasar pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nanti. Mau tak mau, suka tidak suka akan dihadapi segenap masyarakat ASEAN, termasuk Indonesia.

Pariwisata Sumut Harus Bangkit Hadapi MEA

Read More

Untuk Sumatera Utara sendiri dikatakan Wakil Direktur Promosi Meeting, Incentive, Conference, & Exhibition (MICE) dari Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan Martini Paham, harus meningkatkan infrastruktur di sekitar Danau Toba ataupun daerah lainnya yang kerap menjadi objek wisata di daerah ini.

Hal itu menurutnya, berguna dan cukup mendesak agar kehidupan perekonomian rakyat sekitarpun terkena dampak positifnya. Semisal, dengan adanya pengunjung dari luar negeri yang datang ke Danau Toba, akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar yang juga menyediakan fasilitas penginapan, makanan, dan lain-lain. Tentunya hal tersebut harus didukung dengan Danau Toba yang bersih.

“Strategi yang ditetapkan MICE sendiri memang dengan menggalakkan promosi. Namun adanya promosi juga harus sejalan dengan kebaikan infrastruktur daerah tersebut,” katanya.

Terkait kesiapan pemerintah sendiri lanjut Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemprovsu, Muchlis Nasution, Pemerintah Daerah harus dengan sigap memfasilitasi pergerakan tenaga kerja lokal yang semakin hari semakin meningkat, sekaligus menerapkan pelatihan/pendidikan berbasis keterampilan yang sesuai. Selain itu, pemerintah kata dia, diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja di bidang pariwisata, terlebih pelayanan industri pariwisatanya.

Hal demikian katanya, disebabkan pada era globalisasi nanti, Pariwisata Indonesia ditantang untuk dapat memosisikan diri sebagai sektor yang unggul dalam perolehan devisa Negara, dimana potensi destinasi pariwisata Indonesia yang digunakan untuk meraih wisatawan yang optimal masih terbuka lebar. Kunci keberhasilan ini semua menurutnya, terletak pada kualitas Sumber daya Manusia (SDM)

Pariwisata yang kompeten dan professional.

“Maka dari itu, untuk meraih wisatawan, kita juga harus mengemas Produk Pariwisata agar memikat mereka, yang diikuti pula oleh keramahan dan keterbukaan masyarakatnya, yang juga mengedepankan pelayanan yang mengesankan. Jika itu semua dapat kita terapkan, dengan sendirinya para wisatawan akan kembali ke daerah kita,” katanya.***(CM2/PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *