Khasiat Infak di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

Sekarang kita sedang dalam memasuki bulan Ramadhan. Sangat banyak nilai-nilai ibadah yang kita kerjakan pada bulan ini. Bahkan jika kita mengerjakan suatu amalan yang kategorinya sesaui dengan sunnah Rasulullah maka nilainya itu dilipat gandakan dari paha yang semula. Tidak mengherankan bagi kita jika dibulan Ramadhan ini orang sangant banyak berlomba-lomba untuk beribadah. 

Khasiat Infak di Bulan Ramadhan
Khasiat Infak di Bulan Ramadhan

Salah satu ibadah yang sangat populer di bulan Ramadhan ini adalah dengan cara berinfak. Dalam Pengertiannya Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk dipergunakan kepentingan orang banyak. Dalam pengertian ini, termasuk juga infaq yang dikeluarkan oleh orang-orang kafir untuk kepentingan agamanya. menurut Istilah, Pengertian infaq adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk satu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Infaq dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia dalam kondisi lapang maupun sempit;  infaq dapat diberikan kepada siapa saja, misalnya kedua orang tua, anak yatim dan lain sebagainya. 

Read More

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang amat pendek Rasul pernah bersabda “Selamatkanlah dirimu dari api nereka dengan berinfaq, meskipun hanya dengan sebutir kurma. (HR. Bukhari & Muslim) Didalam “Tafsir Kabir” Imam Razi diceritakan bahwa suatu kali Nabi Muhammad SAW mengajak umatnya untuk berinfaq. Beberapa dari mereka memberikan emas dan perak. Seseorang datang hanya menyerahkan kulit kurma, “Saya tak memiliki selain ini.” Seorang lain lagi mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW, “Saya tak punya apapun untuk diinfaqkan. Saya infaqkan harga-diri saya. Jika ada seseorang menganiaya atau mencaci-maki saya, saya tidak akan marah.” Demikianlah, kita dapat mengambil pelajaran bahkan orang miskin pun terbiasa memberikan apapun yang dia miliki untuk menolong orang lain di masa hidup Rasulullah SAW.

Seorang ulama besar bernama Al Jurjani mendefenisikan infak Menurutnya  adalah penggunaan harta untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan demikian, infaq memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan zakat. Sangat banyak jenis infak ini. Dari penjelasannya segala bentuk yang kita berikan dalam bentuk manfaat kepada orang lain itu semuanya disebut dengan infak. 

Jadi perkara infak sebenarnya bukan dikernakan karena banyak atau sedikit nominalnya apa yang kita infak kan tersebut tetapi bagaimana diri kita bisa membiasakan berinfak pada khususnya membantu orang lain. Sekecil apapun infak kita dengan ikhlas kepada Allah SWT sedikit banyaknya akan menyelamatkan kita dari kobaran api neraka. 

Pada khususnya sekarang bulan Ramadhan Infak kita akan dilipat gandakan oleh Allah. Memeberikan makan sahur, memberikan bukaan puasa kepada orang sudah termasuk infak.  Bahkan Rasul mengatakan memberikan makanan untuk orang yang berpuasa pahalanya hampir sama pahala orang yang berpuasa tanpa dikurangai dari orang yang berpuasa tersebut. Mudah-mudahan kita bisa berinfak secara optimal di bulan Ramadhan ini dan dimudahkan oleh Allah rezeki kita.   

Oleh:

Drs. Hasanuddin. MA

Dosen FAI UMSU

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *