Jasa Joki SBMPTN Dihargai Rp10juta?

  • Whatsapp

Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun Akademik (TA) 2015/2016 berjalan lancar. Namun, Panitia Lokal (Panlok) 14 Universitas Negeri Medan (Unimed) mewaspadai sistem perjokian yang sudah menggunakan alat canggih.

Jasa Joki SBMPTN Dihargai Rp10juta

Read More

“Perjokian masuk perguruan tinggi sudah sangat canggih, peserta dilengkapi dengan alat sistem kamera yang terkoneksi dengan joki. Alatnya itu bisa berbentuk kancing baju, kaca mata, pulpen,” ungkap Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar MSi usai melakukan peninjauan pelaksanaan ujian tulis SBMPTN di MAN 1 Medan, Jalan Wiliem Iskandar, Medan, Selasa (9/6) pagi.

Didampingi Ketua Panlok 14, Prof Dr Khairil Ansari dan Kabag Humas Unimed M Surip, Ibnu menyebutkan, panitia pusat mendeteksi bahwa media yang digunakan tidak lagi konfensional, akan tetapi sudah lebih canggih. “Sebelumnya perjokian dilakukan oleh orang yang menggunakan identitas

orang lain, dan hanya bisa menyelesaikan satu atau dua orang saja. Jauh berbeda dengan menggunakan sistem media yang canggih, dalam sehari bisa menyelesaikan 20 peserta ujian,” paparnya.

Ibnu menyebutkan, dalam satu peserta yang menggunakan jasa joki dengan fasilitas media camera, bisa menghasilkan Rp200 juta dalam sehari. “Panitia harus bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini. Makanya tidak ada jalan, begitu peserta masuk, pengawas langsung mengarahkan peserta untuk mengumpulkan tas, alat komunikasi milik peserta selain pinsil B2 dan penghapus,” tegasnya sambil menyebutkan, pengawas harus terlebih sudah benar-benar mengenali media camera pengintai dalam bentuk kacamata yang dipakai peserta.

Ibnu mengungkapkan, pihaknya dalam rapat terakhir dalam menghadapi SBMPTN TA 2015/2016 ini sudah mengingatkan kepada 1787 pengawas SBMPTN Unimed. “Disinyalir, seorang perorang peserta yang meminta jasa joki dihargai Rp10 juta. Apalagi sistem penjaringan sampai 20 orang. Hancurnya SBMPTN ini adalah akibat prilaku joki dan sistem kebojoran naskah SBMPTN,” terangnya.

Namun Ibnu memastikan, kebocoran naskah SBMPTN sangat kecil sekali. Pasalnya, dalam pengantaran pekerjaan terakhir untuk kepercetakan, dan dari Padang Sumatera Barat (Sumbar), naskah tersebut dikirim ke Unimed dengan pengawalan yang cukup ketat dari pihak kepolisian. Bahkan, truk dengan muatan naskah ujian SBMPTN, dikawal dengan menggunakan poreders dari Polda Sumbar.

Dipaparkan Ibnu, jumlah pendaftar SBMPTN yang memilih Unimed sebanyak 17.855 orang terdiri dari kelompok Sains dan teknologi (Saintek) atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 4715 orang, sedangkan Sosial dan Humaniora (Soshum) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan pendaftar terbanyak yakni 7957, sedangkan campuran atau IPC diminati 5183 pendaftar. “Ujian dilaksanakan tiga sesi atau tiga kelompok,” ujarnya sambil mengungkapkan, paserta yang memilih Unimed tahun ini mengalami peningkatan, dimana tahun lalu jumlah pendaftar mencapai 17.416 orang dengan kuota yang diberikan 30 persen atau sebesar 1469 kursi, namun jumlah tersebut tidaklah tentatif.

Terpisah, Koordinator Bidang Sosialisasi dan Humas Panlok 15 Medan USU, Bisru Hafi mengatakan ujian yang hanya dilaksanakan satu hari itu tidak mengalami suatu hambatan teknis dan berjalan lancar. Kesiapan panitia meminimalisir tindak kecurangan dan hambatan.

“Sebanyak 35.287 peserta dijadwalkan mengikuti ujian tertulis ini. Secara umum, dilaporkan berjalan dengan baik. Dari jumlah peserta yang ikut ujian tentu ada beberapa yang tidak hadir karena alasan-alasan tertentu, namun rata-rata tingkat kehadiran hampir 100 persen,” ujarnya.

Hasil ujian SBMPTN sendiri akan diumumkan  Kamis, 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses di laman resmi panitia : http://www.sbmptn.or.id  atau media cetak/online lainnya yang berkerjasama dengan panitia SBMPTN.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *