IBX5A49C9BC313D6 Ini Alasan Anak Medan Zaman Sekarang Lebih Suka Lagu Dewasa - Cerita Medan

Ini Alasan Anak Medan Zaman Sekarang Lebih Suka Lagu Dewasa

Kita tidak perlu heran bila anak-anak zaman sekarang lebih menyukai lagu-lagu bertemakan dewasa, dari pada lagu yang sesuai dengan usia mereka. Kegemaran mereka yang lebih cenderung menyukai lagu-lagu dewasa, pasti menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua.

Ini Alasan Anak Lebih Suka Lagu Dewasa

Anak-anak masa kini seolah-olah telah kehilangan dunia mereka, terutama di bidang musik. Pada tahun 2000-an, lagu-lagu anak seakan-akan hilang dari peredaran. Tentu ini menjadi tanda tanya besar dalam diri kita. 

Seperti yang di lansir dari tulisan Kak Zepe Lagu-lagu anak di akun facebooknya, ada beberapa faktor yang menyebabkan langkanya lagu anak saat ini. 

Pertama, Media TV dan Radio sudah jarang sekali memuat acara untuk anak-anak. Acara Media TV dan Radio saat ini lebih banyak menampilkan lagu dewasa. Jarangnya acara-acara TV dan radio yang menyiarkan lagu-lagu anak, membuat anak-anak merubah haluan kegemaran mereka. Anak-anak pun masuk ke dalam dunia musik orang dewasa, dan seakan-akan tidak mengenal dunia musik anak. 

Kedua, anak-anak mulai susah mencari lagu Anak. Kebanyakan lagu anak dalam bentuk CD atau kaset hanyalah hasil dari daur ulang lagu-lagu anak lawas. Hal ini tentu membuat anak-anak semakin lama semakin bosan, dan enggan menggemari lagu anak yang terkesan sudah kuno dan jadul. Meskipun beberapa album lagu anak telah terbit, sangat jarang ada yang terekspos media.

Ketiga, anak-anak masa kini terbilang dewasa sebelum waktunya. Kedewasaan anak jaman sekarang yang lebih cepat melampui usianya, membuat mereka kehilangan gairah dalam menggemari lagu anak. Yang pasti pemikiran anak-anak jaman sekarang yang “dewasa”, telah membuat anak-anak menjadi tidak suka dengan lagu anak.

Keempat, para orang tua kurang memperhatikan kegemaran yang cocok untuk anaknya. Bila orang tua seakan-akan cuek dan enggan mengenalkan lagu anak kepada buah hati mereka, tentu anak-anak mereka pun tidak akan mengenal lagu anak. Tak kenal maka tak sayang. Bila orang tua tidak pernah mengenalkan lagu anak kepada buah hatinya, bagaimana anak-anak bisa sayang pada lagu anak?

Kelima, Lingkungan pergaulan Anak. Kita tentu sering melewati jalan-jalan dimana banyak penjual CD yang suka menyetel lagu dengan keras, tentu akan sangat jarang kita mendengar mereka memutar lagu-lagu anak. Kebanyakan dari mereka lebih banyak yang memutarkan lagu dewasa ketimbang lagu-lagu anak. Hal ini tentu sedikit demi sedikit bisa membangkitkan tren tersendiri dalam dunia anak untuk menjadi tidak mengenal dunia musik anak. Anak-anak yang menyukai lagu anak malah akan terkesan kuno, cupu, dan tidak gaul.

Keenam, anak-anak mulai kehilangan Idola Anak. Sebenarnya idola anak itu ada. Namun kesalahan mereka adalah banyak yang menyanyikan lagu-lagu dewasa. Hal ini tentu membawa pengaruh buruk pada dunia musik anak. Menyanyikan lagu dewasa seperti yang dibawakan oleh anak-anak idola anak, akan terlihat lebih keren daripada anak-anak yang menyanyikan lagu anak.

Ketujuh, Dunia musik anak Indonesia telah terlalu lama tertidur. Kalau pun bangun sebentar, nanti akan tertidur lagi. Membutuhkan sebuah gebrakan agar dunia musik anak Indonesia terbangun dari tidurnya. 

Sementara, dilansir dari Wolipop, hasil survei yang melibatkan 2.000 orangtua itu dilakukan oleh pembuat mainan musikal Symphony in B asal Inggris, diketahui lebih dari 50% responden mengakui anak mereka kini lebih suka mendengarkan lagu-lagu orang dewasa yang kini tengah populer. Hanya 15% anak yang sukai dinyanyikan lagu pengantar tidur seperti Twinkle Twinkle Little Star atau jika di Indonesia lagu Nina Bobo.

Tentu ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kita sebagai orang dewasa, terutama para orang tua. Banyak pengaruh buruk yang akan ditimbulkan jika kejadian ini terus berlanjut ke generasi berikutnya. Dewasa sebelum waktunya, tentu menjadi dilema tersendiri bagi anak-anak nantinya, dimana mereka harus kehilangan dunia anak yang seharusnya alami dan ceria, sesuai usia mereka.

KOMENTAR

BACA JUGA