Faizin Dapatkan Rp30 Juta Jual Kentang Spiral

  • Whatsapp

Bagi Faizin, apapun usaha yang akan dijalani, harus tekun. Bila ditengah jalan memperoleh kegagalan, maka harus lebih giat lagi. Di usaha Kentang Tusuk Goreng ini, dikatakannya, dia sudah semakin serius dan suatu saat jika telah tercukupi modal, dia ingin memiliki  cafe sendiri, baik di rumahnya, maupun di kawasan kota.

Faizin Dapatkan Rp30 Juta Jual Kentang Spiral

Read More

Awalnya tutur Faizin, setelah mengumpulkan sedikit demi sedikit uang dari hasil pekerjaan sebelumnya, modal awal untuk membuka usaha baru tersebut adalah Rp5 Juta. Lanjut dia, usaha yang dijalaninya sekarang sudah bisa dilihat hasilnya, dengan pelanggan yang berdatangan silih berganti ke stealingnya. 

Kentang Spiral ini diolah dan dijualnya sendiri. Namun lama kelamaan,  sudah dapat mempekerjakan sekitar 4-5 orang. Rahasia suksesnya lagi menurutnya, dia tak hanya mengandalkan para pekerjanya dalam bekerja. Tak jarang, dia juga terjun langsung ketika mengupas, menggoreng, dan membumbui kentangnya.

“Dulu, saya menjalani uaha ini sendirian. Alhamdulillah sekarang sudah bisa mempekerjakan teman-teman,” katanya. 

Dikatakannya, pemasarannya dilakukan dari mulut ke mulut. Apabila orang mau memesan katanya, dapat menghubunginya langsung ke rumahnya di kawasan Marendal. Selain itu katanya, dia juga memasarkan kentang goreng tusuk ini pada setiap bazaar di Kota Medan.

Dari sini katanya, semalam saja dia bisa mendapatkan omzet sekitar 3 juta. Selama hampir menjelang 4 tahun ini dia membuat usaha Kentang Goreng Spiral tersebut, dia bisa mendapatkan omset per bulannya mencapai Rp30-40 Juta. 

Menurutnya, ketika dimulainya sejak tahun 2012 lalu dan saat masih merintis sekitar 6 bulan pertama, kentang goreng ini tak banyak diminati. Kata dia, beberapa orang pelanggannya sekarang, sempat memberikan pernyataan negatif karena mereka hanya sepintas melihat kalau kentang ini ditusuk. Padahal katanya, penusuknya sendiri bukan sembarangan lidi, tapi lidi khusus yang dibelinya sudah dipaket sehingga terjamin kebersihannya. 

“Dulu sempat pelanggan saya agak meragukan kentang goreng ini, karena beralasan kurang higienis. Namun stigma negatif itu pelan-pelan dapat saya hilangkan,” tuturnya lagi.

Usaha ini, jelas Faizin, sekarang sudah semakin lancar. Konsumennya kadang datang dari luar kota, misalnya ada yang datang dari Lubuk Pakam. Malah kata dia,  pelanggan yang sempat memberikan komentar negatif dulu, malah sekarang memberikan saran untuk membuka usaha ini di kawasan perkotaan.

“Setelah melihat dan mengetahui proses pembuatannya, pelanggan saya malah ada menyarankan membuka usaha ini di kota,” pungkasnya.***(CM

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *