Ekonomi Syariah Islam Memiliki Prosfek Besar

  • Whatsapp

Prospek ekonomi Islam ke depan sangat besar. Ada beberapa alasan, potensi banyak elemen tertentu yang akan bergabung dengan ekonomi syariah. Meskipun saat ini angka masih kecil, harapan ke depan semua akn ikut ke dalam sebuah kesadaran bahwa sistem ekonomi akan berubah menuju ekonomi syariah. Hal tersebut dikatakan Amiur Nuruddin usai menjadi pembicara International Conference on Islamic Development (ICID) ke 7  di Hotel Madani Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (12/6). 

Majelis Dikti PP menyerahkan cinderamata kepada Director of Islamic Development Universiti Sains Malaysia, Prof Dr. Muhammad Syukri Salleh, disaksikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Prof Dr H Amiur Nuruddin, MA dan WR I

Dia menjelaskan, saat ini banyak kalangan menengah di Indonesia sudah memiliki banyak kesadaran terhadap gerakan ekonomi Islam ini. Bukan lagi lapisan bawah saja. 

Read More

Selain itu, yang terpenting bahwa ekonomi syariah telah di Indonesia sudah masuk ke jantung kebijakan. 

“Umpamanya, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro merupakan Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. Beliau sudah punya rancangan bagaimana ekonomi syariah menjadi sebuah kekuatan di Indonesia,” kata Amiur Nuruddin yang juga Koordinator Wilayah Barat DPP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). 

Selain itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliawan Dharmansyah Hadad juga praktisi ekonomis syariah. Bahkan, OJK sekarang memiliki agenda untuk membangun kesadaran ekonomi syariah sehingga membuat peraturan-peraturan terkait capacity building untuk meningkatkan kapasitas manusia untuk memahami hal tersebut. 

Upaya lain untuk pengembangan ekonomi syariah dengan terus menerus melakukan penyadaran akan pentingnya sistem ekonomi syariah karena sistem ada dan dirasakansaat ini yang kaya menjadi kaya, sedangkan yang miskin tidak memiliki akses. 

Menariknya lagi, kata Dewan Pengawas Syariah Bank Sumut, ekonomi syariah bukan hanya direspon bukan umat Islam saja, tetapi sudah banyak agama dan etnis tertentu. “Artinya, ekonomi syariah sudah masuk dalam sebuah sistem bukan hanya berhenti dalam sebuah kekayaan tapi sistem. Saya sendiri sebagai Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sumut, di bank syariahnya saya menemukan banyak warga warga Tionghoa yang bergabung. Mengapa mereka pilih?. Artinya, mereka merasa nyaman uang berada di bank tersbut,” jelasnya. 

Dia menambahkan, dari segi berfikir positif bukan normatifnya, keuntungan memasukkan uang dalam deposito di bank syariah  ternyata lebih menguntungkan dibandingkan bank konventional karena sistem bagi hasil. 

Director of Islamic Development Universiti Sains Malaysia, Prof Dr. Muhammad Syukri Salleh mengatakan besarnya pengaruh perkembangan ekonomi dan bisnis Islam dari bangsa-bangsa tertentu bisa diantisipasi dengan melakukan pencegahan dari diri sendiri, keluarga, bahkan persyarikatan seperti Muhammadiyah. 

Selain itu, dengan sistem yang dibangun dan tindakan nyata maka tidak susah melawan dari pengaruh tersebut karena sistem dan kesadaran sudah terbangung terlebih dahulu. 

Sebelumnya, Prof Dr M Noor Rahman Hadjam dari Majelis Dikti PP Muhammadiyah memberi apresiasi dilakukan konferensi yang dieglar UMSU berkerjasama Pusat Kajian Pengurusan Pembangunan Islam (ISDEV) Universiti Sains Malaysia. 

Menurutnya, ekonomi Islam mulai muncul di dunia pendidikan seperti di perguruan tinggi Muhammadiyah program sarjana maupun magister. Sebelumnya turut memberikan sambutan Ketua Panitia, Dr Muhammad Arifin Gultom, SH MHum dan tampak hadir Rektor UMSU diwakili Wakil Rektor I, Dr. Muhyarsyah, MSi.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *