IBX5A49C9BC313D6 Bahaya Tidur Pagi Saat Puasa - Cerita Medan

Bahaya Tidur Pagi Saat Puasa

Di bulan puasa, banyak orang tertarik untuk tidur lagi, baik selepas sahur atau sesudah subuh. Kedua waktu ini memang sering kali menjadi hari yang paling sejuk dan dingin, dan menimbulkan kantuk yang berat untuk ditahan. Karena mengantuk, kebanyakan orang tidur lagi di pagi hari dan  tidak sedikit yang memilih kembali tidur langsung sesudah sahur agar tidak mengantuk saat beraktivitas di pagi hari. Padahal, tidur di waktu pagi ternyata tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, Rasulullah dan para ulama juga sangat membenci tidur di pagi hari.

Bahaya Tidur Pagi Saat Puasa
Bahaya Tidur Pagi Saat Puasa

Orang-orang salih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. 

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat subuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).

Tidur setelah sholat subuh juga berpengaruh terhadap kondisi badan yang menjadi tidak segar dan fit saat terbangun. Berbeda bila kita terbangun saat sebelum subuh dan tetap terjaga hingga siang.

Puasa memang identik dengan tubuh lemas dan lelah, mengantuk, dan tidak bersemangat. Tidak heran jika saat berpuasa, produktivitas seseorang cenderung berkurang dan sehari lebih banyak diisi dengan tidur.

Tidur sesudah makan tidaklah sehat menurut ilmu kedokteran. Ini disebabkan oleh sistem pencernaan masih belum selesai menjalankan tugasnya. Setelah makan, makanan akan disimpan di dalam lambung. Ketika tidur, makanan akan berbalik arah dan naik kembali.

Kondisi ini disebut refluks esofagu, yaitu kembalinya makanan dari dalam lambung ke dalam esophagus, yaitu saluran yang mengangkut makanan dari mulut ke perut. Bila ini terjadi, makanan yang baru mencapai lambung akan berbalik menuju kerongkongan. Selain makanan, asam lambung otomatis juga akan terbawa serta. Akibatnya, kerongkongan terasa panas dan kering. Tidak jarang memicu mual bahkan muntah karena makanan yang naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini memperburuk keadaan orang yang mengidap maag atau tukak lambung. Makanan di perut sebagian besar dicerna oleh asam lambung dan enzim. Biasanya, sebagian asam lambung dikirim oleh otot perut ke dalam usus kecil untuk pencernaan lebih lanjut.

Pada refluks esophagus, kandungan asam mundur sampai ke kerongkongan, bahkan bisa mencapai saluran pernapasan, dan dapat menyebabkan radang dan kerusakan pada kerongkongan, paru-paru, dan laring (kotak suara). Proses naiknya asam lambung dan merusak sistem pernapasan atas ini disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam kondisi yang parah, 10 persen penderita akan terkena sindroma barret esophagus, yang bisa memicu kanker tenggorokan.

Ahli kesehatan menganjurkan, jika ingin tidur lagi, beri jeda dua hingga tiga jam sesudah makan. Tidur sehat dan ideal sesudah sahur adalah sesudah beribadah shalat Subuh. Tidur satu hingga dua jam akan membuat tubuh bugar di pagi hari. Anjuran agama pun menyebut agar sahur dilaksanakan mendekati Subuh agar tidak mengantuk dan langsung tidur. Selain itu, sebaiknya tidur dengan bantal agak ditinggikan untuk menghindarkan gravitasi yang mendorong makanan kembali ke kerongkongan.

Beberapa bahaya tidur di waktu pagi

  1. Tidak sesuai dengan petunjuk Al Quran dan Sunnah.
  2. Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih, bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
  3. Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah mendoakan keberkahan bagi umatnya yang bangun di waktu pagi. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR Abu Daud).Sebaliknya, doa itu mengisyaratkan bagi orang yang tidur lagi setelah subuh, akan kehilangan keberkahan yang disebutkan dalam doa Nabi.
  4. Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya. Seperti yang di katakan Ibnul Qayyim rahimahullah bahwa “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
  5. Menghambat datangnya rizki. Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalahtidur di waktu pagi, sedikit sholat, malas-malasan dan berkhianat.” 
  6. Membuat tubuh menjadi lemah dan mudah sakit. Tidur di waktu pagi juga bisa mengakibatkan kondisi fisik melemah dan mudah sakit. Bagi beberapa orang yang rentan terkena sakit kepala, tidur lebih lama dari biasanya atau tidur pagi hari bisa menyebabkan sakit kepala. Hal ini menurut peneliti disebabkan oleh efek terlalu banyak tidur pada serotonin. Orang yang tidur terlalu lama di siang hari, sehingga tak bisa tidur di malam hari juga bisa menderita sakit kepala di pagi harinya. Jika berlangsung dalam waktu lama atau sering tidur pagi, dapat menyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan.
  7. Kehilangan waktu produktif. Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran manusia masih segar. Jika kamu tidur di pagi hari, maka akhirnya akan kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. 
  8. Disorientasi. Tidur pagi hari membuat kamu sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kecuali, setelah bangun tidur kamu langsung berolahraga. 
  9. Obesitas. Langsung tidur setelah sahur menyebabkan penimbunan lemak, hingga bisa membuat berat badan bertambah. Selain itu, akan cepat merasa lapar, menjadi tidak berenergi, dan cepat mengantuk di siang hari.  
  10. Membuat kondisi badan jadi tidak fit. Tidur setelah sholat subuh juga berpengaruh terhadap kondisi badan yang menjadi tidak segar dan fit saat terbangun. Berbeda bila kita terbangun saat sebelum subuh dan tetap terjaga hingga siang.

Demikian informasi tentang Bahaya Tidur Pagi Saat Puasa. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com.***(CM01/HS)

KOMENTAR

BACA JUGA