Bahaya Teh Celup

  • Whatsapp

Sejak dulu, teh memang terkenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh diakui berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Teh telah dikenal khasiatnya dapat menyehatkan tubuh karena kandungan antioksidan yang baik untuk pembuluh darah. 

Bahaya Teh Celup
Bahaya Teh Celup

Read More

Teh telah menjadi konsumsi bagi masyarakat sebagai minuman sehari – hari. Meminum teh sudah seperti tradisi bagi sebagian orang, terutama di Indonesia. Tradisi meminum teh di pagi dan sore hari yang dinikmati bersama cemilan, juga sudah tak asing lagi bagi rakyat Indonesia. Tak jarang, teh juga menjadi minuman yang disuguhkan saat tamu berkunjung ke rumah seseorang.

Teh mengandung sejenis kafein yang berbeda dengan kopi. Teh juga dapat merangsang sistem syaraf tubuh, sehingga pengambilan oksigen ke dalam tubuh lebih lancar. Teh juga dapat merangsang sistem syaraf tubuh, sehingga pengambilan oksigen kedalam tubuh lebih lancar.

Unsur catechin yang terdapat dalam teh memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan beberapa bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Catechin juga telah dibuktikan dapat mengurangi penimbunan kolesterol dalam darah dan mempercepat pembuangan kolesterol melalui feces. Kemampuan catechin yang merupakan salah satu unsur dalam polifenol, dapat menghambat terjadinya mutasi pada sel – sel tubuh dan menetralisir radikal bebas.

Teh hijau dapat membantu menghindari dan mengurangi risiko terserang penyakit rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis atau arthritis adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri, menyebabkan peredangan untuk waktu yang lama pada sendi.

Beberapa zat di dalam teh  dapat melindungi terhadap kerusakan tulang rawan dengan menghalangi enzim yang merusak tulang rawan. Menikmati teh bisa memberi khasiat sama seperti minum susu. Bagi para orang lanjut usia, konsumsi teh hijau bisa mengurangi risiko patah tulang karena osteoporosis. Minum teh hijau mengandung senyawa katekin, senyawa bioaktif EGCG yang berperan untuk memperkuat tulang.

Selain itu, masih banyak manfaat teh bagi kesehatan. Teh dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, diseduh dengan air panas atau ditambah dengan es bahkan ada jenis daun teh yang dapat dimakan. Dengan meminum teh, dapat membuat tubuh lebih rileks dalam menjalani aktivitas.Teh sangat nikmat diminum dalam keadaan dingin ataupun panas. Es teh adalah minuman menyegarkan yang sering diminum saat siang hari karena suhu udara yang panas. 

Teh juga banyak di jual berbagai merek baik dalam bentuk bungkus kotak, gelas plastik, botol, dan banyak macam kemasan lainnya, baik dalam bentuk teh bubuk, dan juga teh celup. 

Teh celup adalah salah satu minuman teh yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, karena selain praktis, teh celup juga tidak meninggalkan ampas teh karena semua teh ada di dalam kantong teh. Namun minum teh dengan teh celup sebenarnya kurang disarankan karena bisa memicu gangguan kesehatan dan merupakan limbah yang sulit di daur ulang.

Badan pengelola limbah Pemerintahan Inggris merilis kabar kalau kantong teh adalah elemen terbesar dari limbah makanan di tempat sampah. Apalagi, diperkirakan warga Inggris meminum sekitar 60 miliar cangkir teh setiap tahun. Sekitar 96 persen teh mereka dibuat dengan kantong teh. Jumlah sebesar itu berarti lebih dari 55 miliar kantong teh atau sekitar 370 ribu ton kantong telah terbenam di dalam tanah di Inggris setiap tahunnya. Laporan ini menguatkan upaya para aktivis lingkungan seperti Friends Of The Earth, Greenpeace, dan WWF, yang sudah lama menjadikan limbah kantong teh sebagai salah satu fokus utama gerakan mereka. 

Bahaya kantong teh berasal dari bahan pembuatnya yang tidak mudah rusak, sehingga sangat susah untuk dicerna oleh tanah. Selain sebagai limbah yang sulit untuk didaur ulang, penggunaan teh celup juga dapat membahayakan kesehatan manusia. Ini disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Zat klorin ini fungsinya untuk disinfektan kertas, sehingga kertas akan terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. 

Hal ini bisa jadi berkaitan dengan banyaknya perusahaan teh ternama di Inggris yang tidak lagi menggunakan pulp kayu untuk membuat kantong teh produk mereka. Perusahaan – perusahaan tersebut lebih memilih menggunakan serat nabati yang berasal dari tanaman abaca, yaitu kerabat pisang yang tumbuh terutama di Indonesia dan Amerika Selatan. Agar tampak menarik, bungkus teh tersebut diberikan zat kimia klorin untuk membuatnya berwarna putih. Namun karena fungsinya untuk disinfektan kertas, agar kertas terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama, maka disinfektan dalam zat klorin ini dalam jumlah besar tentu sangat berbahaya.

Kantung teh celup yang mengandung chroline jika dikonsumsi terlalu sering akan sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika kamu  terlalu lama mencelupkan kantong teh atau lebih dari 5 menit, yang membuatnya tidak jauh beda dari racun serangga. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa penggunaan teh celup yang terlalu lama di dalam gelas dapat menyebabkan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker. Ini disebabkan karena adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Sehingga dianjurkan jangan mencelupkan teh celup dalam waktu lama.

Agar terhindar dari kemungkinan-kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan mencelup kantong teh lebih dari 3 menit. Karena mencelup kantong teh lebih dari 3 – 5 menit, klorin akan ikut larut dalam teh. Atau jika perlu, kamu lebih baik menggunakan teh bubuk, karena minum teh dengan cara ini jauh lebih aman ketimbang menggunakan teh celup. Dan  sebaiknya, minum teh selagi hangat akan terasa lebih nikmat dan  dapat menyegarkan tubuh serta pikiran.  

Demikian informasi tentang Bahaya Teh Celup. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com.***(CM01/HS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *