Bahaya Minum Teh Saat Berbuka dan Sahur

  • Whatsapp

Teh memang sudah menjadi suguhan nikmat dan dan praktis. Meminum teh sudah seperti tradisi bagi sebagian orang, terutama di Indonesia. Tak jarang, teh juga menjadi minuman yang disuguhkan saat tamu berkunjung ke rumah seseorang. 

Bahaya Minum Teh Saat Berbuka dan Sahur
Bahaya Minum Teh Saat Berbuka dan Sahur

Kebiasaan minum teh ini, tentunya masih terbawa ketika menjalani ibadah puasa. Saat berbuka dan sahur, minum teh rasanya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Namun ternyata, minum teh saat berbuka dan sahur berbahaya bagi kesehatan.

Read More

Minum teh tidak dianjurkan saat sahur karena ketika meminum teh selesai makan sahur, maka zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut akan dinetralisir oleh teh. Begitu juga minum teh saat perut kosong tidak bagus sebab dapat meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, jangan langsung minum teh ketika sahur dan  berbuka puasa.

Teh memiliki khasiat yang berkebalikan dengan air putih. Dengan minum teh bukannya menambahkan cairan tubuh, tetapi malah kebalikannya yaitu menguras cairan tubuh. Selain teh, minuman yang perlu kamu jauhi selama berpuasa yaitu kopi dan minuman beralkohol. Kedua minuman tersebut juga termasuk minuman diuretik yang justru akan mengurangi cairan tubuh. Jika Kamu mengkonsumsi minuman diuretik saat sahur, maka tubuh akan merasa cepat lemas. 

Hilangnya cairan tubuh yang disebabkan oleh 1 gelas teh, harus Kamu gantikan dengan minum 3 gelas air putih dalam jumlah yang sama. Itulah mengapa kamu sebaiknya menjaga kesegaran tubuh selama berpuasa dengan minum air putih saja, dan menjauhi minuman diuretik yang justru akan mengurangi cairan tubuh. Memasukkan sembarang cairan ke dalam tubuh ternyata tidak bisa selamanya berdampak baik.

Nah, selain itu, berikut adalah bahaya minum teh saat berbuka dan sahur.

Bahaya bagi orang yang mempunyai masalah fungsi ginjal

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih. Karena teh adalah minuman yang bersifat memperlancar pembuangan air seni atau diuretik, sehingga membuat seseorang lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsinya. orang yang fungsi ginjalnya bermasalah atau kandung kemihnya tidak bisa menahan kencing (inkontinensia) maka janganlah terlalu banyak mengkonsumsi teh, karena  akan makin memperparah kerusakan ginjalnya. 

Bahaya karena menyebabkan dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi dimana kamu merasa sangat haus dahaga, bahkan saat kamu minum sangat banyak pun tenggorokan kamu tetap terasa kering. Kondisi ini biasa terjadi saat cuaca panas, atau saat tubuh kamu terasa panas, dan kamu kurang mengonsumsi air putih. Nah, ketika cairan tubuh menurun drastis, berbagai organ, sel, serta jaringan tubuh gagal berfungsi dengan semestinya, dan akhirnya bisa mengarah pada komplikasi fatal. Apabila kondisi itu tidak segera diperbaiki, tubuhmu dapat mengalami shock. Kondisi ini lah yang membuat tubuh semakin lemah, bahkan berujung pada kematian.

Teh yang dikonsumsi bisa membuat seseorang buang air kecil terus menerus, sehingga membuat tubuh kekurangan cairan padahal saat puasa pun tubuh sudah kekurangan cairan. Jika tubuh mengalami dehidrasi maka garam dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh selama menjalani puasa akan ikut terbuang. Padahal saat puasa orang tidak akan mendapatkan asupan cairan apapun hingga waktu berbuka. Hal inilah yang bisa membuat seseorang mengalami dehidrasi dan bisa berbahaya bagi tubuh. Orang yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan bisa juga ditandai dengan nyeri dada, nyeri otot, nyeri sendi dan juga kulit yang terlihat kusam.

Bahaya bagi wanita hamil

Bagi wanita hamil, sebaiknya mengurangi mengonsumsi teh saat sahur dan berbuka. Wanita hamil memerlukan banyak nutrisi untuk kebutuhan tubuh dan janin dalam kandungannya, terutama saat puasa. Sedangkan zat tanin dalam teh akan bersenyawa dengan zat besi dalam makanan dan akan menjadi sisa makanan yang tidak bisa diserap tubuh. Disamping bisa memicu anemia, kekurangan zat besi pada ibu hamil, tentu akan berdampak pada janinnya. 

Bahaya bagi ibu menyusui

Seperti layaknya ibu hamil yang harus menyuplai makanan untuk janinnya, ibu menyusui juga tentu demikian terhadap anaknya. Ditambah lagi kafein dalam teh akan mempengaruhi produksi air susu, sehingga ASI menjadi berkurang. Fakta lainnya, kafein juga bisa masuk ke dalam tubuh bayi melalui air susu, yang dapat merangsang usus bayi menjadi kejang.

Bahaya bagi orang yang lemah saraf dan insomnia

Minum teh saat sahur dan berbuka, berbahaya bagi orang yang lemah saraf dan insomnia. Ini disebabkan karena kandungan kafein pada teh memicu gairah pada sistem saraf dan meningkatkan metabolisme dasar, sehingga penderita semakin sulit tidur dan merasa gelisah. 

Bahaya bagi orang yang kurang darah

Zat besi yang terkandung dalam makanan terserap oleh saluran pencernaan dalam bentuk feros hidrosida koloid. Karena dalam bentuk koloid, tubuh tidak mampu menyerap Zat besi ini secara langsung. Masih diperlukan bantuan getah lambung dan barulah kemudian bisa diserap tubuh. Asam tanat yang terkandung dalam teh sangat reaktif membentuk peryenyawaan dengan zat besi dengan hasil berupa Asam Tanat Feros yang akan menghalangi proses penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Bila badan orang yang kurang darah mengalami kekurangan zat besi, hemoglobin sintetis pada tubuh juga berkurang, sehingga penyakitnya pun bertambah parah. 

Bahaya bagi orang yang mengalami sembelit

Minum teh saat sahur dan berbuka, berbahaya bagi orang yang mengalami sembelit. Orang yang mengalami sembelit tidak boleh mengkonsumsi teh kental karena asam tanat dalam teh menjadi astringen yang akan melemahkan peregangan saluran usus. 

Bahaya bagi kesehatan anak-anak

Minum teh saat sahur dan berbuka juga berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Karena setelah minum teh, anak-anak akan terangsang semangatnya, selera makannya berkurang, selaput lendir pada organ pencernaan menurun, sehingga menganggu pencernaan makanan dan kemampuan penyerapannya. Asam tanat yang terkandung dalam teh juga  akan menurunkan penyerapan vitamin B dan Zat Besi dalam makanan yang berakibat menurunnya hemoglobin dan menuyusutnya volume eritrosit, sehingga anak akan mudah terserang anemia atau kurang darah saat puasa. 

Bahaya bagi orang yang menderita penyakit jantung

Orang yang positif menderita penyakit jantung wajib menjauhkan diri dari kebiasaan mengkonsumsi teh kental. Alasannya adalah kadar kafein dalam teh akan merangsang orang serta menaikkan tekanan darahnya. Akibatnya adalah jantung akan berdetak cepat, merasa sangat gelisah bahkan mengalami arrhythmia atau tidak adanya irama jantung. Dan ini bisa berakibat fatal. Maka sebaiknya orang yang menderita penyakit jantung jangan meminum teh saat sahur dan berbuka.


Baca Juga : Bahaya Teh Celup

Demikian informasi tentang Bahaya Minum Teh Saat Berbuka dan Sahur. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com.***(CM01/HS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *