Bahaya Minum Air Es Saat Berbuka Puasa

  • Whatsapp

Setelah seharian berpuasa, kerongkongan tentu terasa kering.  Minum air es menjadi terasa nikmat dan menyegarkan saat berbuka puasa.  Berbuka puasa pertama kali dengan air dingin memang memberikan sensasi tersendiri. Apalagi jika bulan puasa jatuh di musim kemarau. Dengan segala aktivitas kamu di luar sepanjang hari seperti bekerja atau belajar tentu saja menjadi sebuah ujian keimanan tersendiri. Karena hal itulah, pada saat kita berbuka puasa, satu hal yang pertama kita inginkan adalah berbuka puasa dengan air es atau minuman dingin.

Bahaya Minum Air Es Saat Berbuka Puasa
Bahaya Minum Air Es Saat Berbuka Puasa

Read More

Ternyata minum es saat berbuka puasa masih menjadi polemik bagi kesehatan sampai saat ini. Apa sajakah bahaya – bahaya minum es saat berbuka puasa tersebut? Berikut ulasannya.

Membuat lambung merasa kaget

Selama bulan puasa, lambung kita tidak terisi dan kosong kurang lebih selama 12 jam. Jika lambung yang kosong tersebut tiba – tiba diisi dengan air es, lambung akan merasa kaget. Sehingga menimbulkan kontraksi. Tidak menutup kemungkinan juga akan menimbulkan efek berupa kram perut. Untuk menghindarkan hal ini, sebaiknya awali buka puasa dengan minuman hangat yang manis. Biarkan dahulu lambung beradaptasi setelah seharian penuh kosong tanpa diisi. Baru setelah lambung terasa nyaman, kita bisa minum air es dingin yang nikmat.

Membuat terasa kenyang saat perut kosong

Selanjutnya, air es juga membuat perut terasa lebih kenyang. Sehingga menghalangi makanan lain untuk masuk karena lambung terasa telah penuh. Padahal saat berbuka puasa lah saat yang tepat untuk mengisi perut dengan makanan penambah nutrisi tubuh. Karena itu, sebaik mungkin untuk menghindari air dingin saat pertama kali berbuka puasa agar perut masih mampu menampung makanan yang lainnya.

Menciutkan pembuluh darah

Minum air es saat berbuka puasa juga dapat mengakibakan penciutan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan gerak peristaltik menjadi terganggu. Oleh karena itulah biasanya orang yang mengawali berbuka dengan air es akan merasakan perutnya merasa tidak nyaman.

Mengganggu metabolisme tubuh

Meminum es saat berbuka juga akan mengganggu metabolisme tubuh. Ketika metabolisme tubuh terganggu, sistem syaraf pusat pun tidak siap menerima respon perubahan suhu dalam waktu cepat. Organ-organ tubuh yang sedang membutuhkan oksigen dan zat penting lainnya secara cepat berkurang suplainya. Otak tidak mampu beradaptasi dengan cepat. Akibatnya kita akan merasa pusing, suplai darah ke otak berkurang.

Mengakibatkan penambahan berat badan dan perut buncit

Mengawali berbuka puasa dengan minum air es juga akan mengakibatkan penambahan berat badan. Karena lemak yang ada darah akan dibekukan oleh air es untuk dihangatkan oleh bantalan lemak – lemak yang ada di perut. Bila kamu sering minum air dingin, maka tubuh akan membutuhkan bantalan lemak yang semakin banyak. Bantalan lemak didapatkan dari asupan makanan yang kamu makan sehari-hari yang akan tertimbun dalam perut. Bila tidak diimbangi dengan olahraga yang cukup maka bantalan lemak akan semakin banyak dan membuat perut menjadi semakin membuncit. Hal ini juga dapat mengakibatkan peredaran darah tidak lancar. Jika peredaran darah tidak lancar, maka akan mempengaruhi proses metabolisme dan pencernaan dalam tubuh. Efek selanjutnya adalah sembelit dan susah buang air besar.

Memperlambat proses pencernaan

Minum air es saat berbuka juga kan memperlambat proses pencernaan. Pencernaan adalah suatu proses yang membutuhkan panas. Untuk memperkuat proses pencernaan, dibutuhkan makanan hangat, makanan yang dimasak, atau minuman hangat. Masuknya air es yang cenderung dingin akan memadamkan proses panas yang sebenarnya dibutuhkan tubuh. Dampaknya  akan menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh. Namun pendapat lain mengatakan bahwa, air es (suhu dingin) akan mengalami proses penghangatan secara alami oleh tubuh sendiri, sehingga suhu air es sesuai dengan suhu tubuh kita. Penghangatan akan dilakukan saat air es masuk ke rongga mulut, kerongkongan dan masuk ke lambung. Suhu air es juga akan dinetralisir dalam proses ini. Untuk melancarkan pencernaan kita membutuhkan makanan kaya serat yang baik untuk tubuh.

Mempersempit usus

Kebiasaan meminum air es dingin akan menyebabkan dinding usus menyempit. Suhu es akan bisa menyebabkan pembekuan partikel-partikel makanan yang berminyak yang telah kita konsumsi. Proses penghancuran dan penyerapan makanan dalam usus terganggu.  Akan terjadi penumpukan lemak di bagian saluran usus sehingga terjadi penyempitan usus. Akibatnya akan memperlambat pencernaan dan mengganggu proses pencernaan secara luas akan terganggu.

Membuat perut kembung

Meminum es akan mengubah irama kerja organ di dalam perut. Selaput lendir di lambung akan berkontraksi atau mengerut. Efek lanjutnya perut otot terasa kraam atau kejang. Enzim dan cairan lambung akan bereaksi terhadap suhu dingin tersebut. Timbul gas dalam perut yang bisa membuat perut kembung (begah).

Membuat rasa haus berlebihan

Minum air es saat berbuka tidak akan menghilangkan dahagamu, malahan rasa haus akan lebih terasa lagi. Dan ketika kamu menambah minum air dingin lagi, maka air dingin berlebih akan bisa menimbulkan ketidakseimbangan tubuh. Hal ini terjadi karena air dingin akan menyebabkan  tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Rasa haus adalah indikator bahwa tubuh kekurangan cairan yang harus segera dipenuhi, dengan cara minum air putih. 

Pembekuan otak

Pendinginan secara mendadak pada tubuh bisa menyebabkan fungsi fisiologis terganggu. Biasanya kita akan pusing atau migrain. Studi tentang pembekuan otak dilakukan untuk melihat efek saat seseorang minum air es. Sejumlah orang diminta minum es dengan sedotan hingga mengenai dinding langit-langit mulut mereka. Aliran darah yang menuju otak kemudian dimonitor. Ternyata terjadi peningkatan aliran darah menuju otak. Ini yang memicu rasa pusing sesaat atau pembekuan otak.

Pada penderita migrain dan sakit kepala, pembekuan otak berpeluang terjadi. Studi dari Harvard Medical School sebagaimana dikutip CBSnews mendapatkan kesimpulan bahwa otak sangat sensitif terhadap suhu, sehingga diperlukan obat-ovat vasodilatasi agar darah hangat  mengalir dalam jaringan untuk memastikan otak tetap dalam kondisi hangat.

Karena itu, saat adzan magrib telah berkumandang, hal pertama yang boleh masuk ke dalam tubuh adalah air putih. Kemudian dilanjutkan dengan mengkonsumsi kurma, kolak, atau makanan manis untuk mengembalikan tenaga yang telah hilang selama seharian. Setelah perut dirasa telah stabil, barulah kamu boleh minum air es. Tentunya dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan. Setelah itu, baru boleh menkonsumsi menu makanan utama seperti nasi.

Demikian informasi tentang Bahaya Minum Air Es Saat Berbuka Puasa. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com.***(CM01/HS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *