Amaliun Foodcourt, Pusat Jajanan Medan Sediakan Live Music

  • Whatsapp

Amaliun Foodcourt yang berada di Jalan Amaliun, tepat dibelakang Hotel Madani Jalan Sisimangaraja dikatakan Helmi, Group Development Manager, merupakan Tempat/Pusat jajanan yang juga menyediakan live music, yang telah menjadi pioneer di bisnis Food & Beverages (F&b) sejak 15 tahun yang lalu.

Amaliun Foodcourt

Read More


Baca Juga : Amaliun Ramadhan Fair 2015

Hal tersebut tentu saja masih berada dibawah naungan Garuda Plaza Hotel yang berdiri sejak dekade 1970an yang terus menambah lingkup bisnisnya demi mempekerjakan banyak anak Medan.

Jika diurut dari Pertama katanya group tersebut sebelum  memiliki bisnis Hotel dan Foodcourt seperti kini, diawali dengan  Percetakan yang bernama Percetakan Maju yang mencetak buku pelajaran sejak tahun 1970 di Jalan Al Falah, lalu berkembang ke Garuda Plaza Hotel yang juga masih terus memperbaiki sarana dan prasarananya, yang juga melingkupi kinerja karyawan maupun memiliki keunggulan lain seperti adanya label halal dari MUI pada makanan hotelya  hingga 2015 ini.

Setelah Hotel tutur lelaki yang berperawakan tegap tersebut, bisnis groupnya berlanjut ke Rumah sakit Permata Bunda yang diikuti dengan dibukanya Klinik Permata Bunda. Baru kemudian Amaliun Foodcourt yang hingga kini setia menemani hari kamu dibuka.

Masih dengan alasan merekrut sebanyak-banyaknya pegawai sekaligus menyediakan tempat/penginapan bagi pengunjung yang silih berganti datang ke Kota Medan, bisnisnya kembali berkembang dengan dibukanya Garuda Citra Hotel, Wisma Garuda (hotel budget: hotel dengan fasilitas mewah dan  harga yang murah, namun tanpa fasilitas makan di hotel) dan satu hotel disebelah Garuda Plaza Hotel, yang berlokasi tepat dibelakang Hotel Dhaksina.

Tak sampai di situ, yang terbaru Garuda Plaza Hotel Group memiliki usaha bernama G-Trans yang bergerak di bidang penyewaan mobil, serta sebelumnya pula telah ada Garuda Laudry dan Garuda Service.

“Kita berusaha mengembangkan hotel/infrastruktur yang sudah ada untuk menambah bisnis. Contohnya seperti adanya  Garuda laundry dan Garuda service yang pada awalnya berdiri di luar konsep hotel, namun perlahan kita siapkan pula untuk menambah fasilitas hotel, walaupun mereka masing-masing telah memiliki kantor sendiri,” lanjut lelaki 33 tahun tersebut.

Masing-masing usaha katanya, belum memiliki cabang. Namun hingga kini pula prospeknya sangat bagus.

Kembali dicontohkannya seperti Amaliun  foodcourt yang sejak 5 tahun terakhir bahkan sampai sekarang tetap konsisten menyediakan live music 3 kali seminggu di mana ada 7 band yang tampil dalam seminggu. Hal tersebut dikatakannya sebagai wadah untuk orang Medan berkreasi.

“Setiap jum’at malam ada 3 band. Sabtu dan Minggu masing-masing ada 2 band,” imbuhnya.

Tak hanya melulu tempat makan, di atas Amaliun Foodcourt teesebut juga ada meeting room dan convention room yang dipakai sebagai tempat rapat, lomba band juga lomba model. Sebutnya lagi, keunggulan-keunggulan tersebut layak dipertahankan demi melebarkan bisnis GPH group mendatang.

Ada pula percetakan/printing Snappy yang merupakan bisnis frenchise dari Jakarta yang tiga tahun terakhir ada di Medan. Selain di Amaliun Foodcourt, Snappy juga ada di seputaran Setia Budi.

Snappy tersebut adalah percetakan yang memiliki prospek yang cukup bagus di Medan terutama untuk penggunaan dalam skala dibawah 100 yang warnanya lebih terang seperti oleh pihak Bank yang sering mencetak kalender atau buku agenda.

Yang paling berkesan kata Helmi yaitu Keistimewaan Group tersebut di mana koordinasi antar perusahaan tak terhambat karena berbasis kekeluargaan.***(CM02/PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *