Ini Amal Ibadah yang Disukai Rasul di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

Bulan Ramadhan adalah bulan kenikmatan bagi umat Islam. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh, serta beribadah dan berdoa sebanyak – banyaknya. Banyak umat Islam bersuka cita menyambut bulan yang penuh berkah ini, karena berbagai amal perbuatan dapat menjadi pahala yang berkali lipat. Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah, dan ampunan.

Amal Ibadah Disukai Rasul Pada Bulan Ramadhan
Amal Ibadah Disukai Rasul Pada Bulan Ramadhan

Di dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

Read More

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah  mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” HR. Ahmad dan an-Nasa`i.

Bulan Suci Ramadhan juga disebut sebagai bulan istimewa, bulan seribu bulan, bulan penuh rahmat dan barokah, bulan keampunan yang ditunggu oleh umat Islam. Datangnya bulan Suci Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk meraih pahala sebanyak mungkin dan mendapat ampunan atas dosa-dosa yang pernah dibuat dengan memperbanyak ibadah dan amalan sunnah, tanpa meninggalkan yang wajib. 

Lewat puasa di bulan Suci Ramadhan, diharapkan manusia mensucikan diri, melakukan peleburan jiwa untuk menemukan kembali jati diri. Puasa adalah ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa, seperti menahan makan dan minum serta menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Dengan menahan lapar dan dahaga, diharapkan umat Islam mampu melatih diri untuk bersabar menahan hawa nafsu, serta merasakan bagaimana penderitaan orang – orang yang hanya mampu makan satu kali sehari, atau bahkan orang – orang yang kelaparan. Dengan melalui hal – hal ini, umat Islam diharapkan sabar, sadar diri, dan saling membantu orang-orang yang lemah dan memerlukan bantuan, atau khususnya membantu orang  – orang yang fakir dan miskin.

Dalam bulan ini, ada beberapa amalan yang disukai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Amal Ibadah yang Disukai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Bulan Ramadhan adalah sebagai berikut :

1. Puasa

Allah Subhana wa Ta’ala memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. Firman Allah Subhana wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Sementara di dalam hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhana wa Ta’ala dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.” (Muttafaqun alaih).

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah Subhana wa Ta’ala, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Subhana wa Ta’ala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun alaih).

Dalam berpuasa, ada dua amalan yang di anjurkan, yaitu

1. Makan sahur dan mengakhirkan waktunya

Hikmah yang bisa diambil dari makan sahur adalah untuk menjaga stamina selama berpuasa. Makan sahur bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam sehingga sebelum waktu subuh menjelang. Dianjurkan untuk mengakhirkan waktunya, sehingga makan sahur sebelum waktu subuh menjelang. 

Di dalam beberapa hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

  1. “Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu`, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur.”(HR Ahmad: 1/547)
  3. Dari Abi Said al-Khudri RA : “ Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya … dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. (HR Ahmad: 3:12)

2.  Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka akan mendatangkan kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Awalilah berbuka puasa dengan kurma, atau manis-manisan, kalau tidak ada maka dengan minum air. ” Rasulullah saw berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud, Hakim dan menshahihkannya serta Tirmidzi meng-hasankannya).

3. Membaca Alquran

Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca Alquran di hari – hari Ramadhan. Membaca Alquran Alquran lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkannya Alquran. Allah berfirman : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bacalah Alquran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). (HR Muslim).

Dalam hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tadarus Alquran bersama Jibril Alaihi Sallam di setiap bulan Ramadhan. 

4. Mendirikan Shalat Tarawih Berjamaah

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi SWT mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya.

Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah SAW hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum Muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, “Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA). 

Kemudian, pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA, shalat Tarawih kembali dilakukan secara berjamaah di Masjid. Dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada masa itu. Wallahu A’lam.

5. Menghidupkan Malam-Malam Lailatul Qadar

Lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Menurut banyak pendapat, malam Lailatul Qadar terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam – malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29. 

6. Memperbanyak sedekah dan memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa

Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, dan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril AS menemui beliau, …” (HR Bukhari). 

Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi).

7. Melaksanakan Ibadah Umrah

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Bertaubat

Selama bulan Ramadhan, Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi seluruh hambanya. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk bertaubat agar kembali ke fitrah.

9. Memperbanyak Itikaf

Itikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar’i, itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat. 

10. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Demikian informasi tentang Amal Ibadah yang Disukai Rasul di Bulan Ramadhan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com.***(CM01/HS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *