IBX5A49C9BC313D6 Alasan Laki Laki Dilarang Memakai Emas - Cerita Medan

Alasan Laki Laki Dilarang Memakai Emas

Secara umum, emas merupakan perhiasan yang memberikan kesan mewah dan elegan pada orang yang memakainya. Perhiasan berbentuk emas ini yang sering dikenakan oleh kaum wanita untuk mempercantik penampilan dirinya. Namun selain wanita, ada juga beberapa laki – laki yang memakai perhiasan emas di tubuhnya.

Alasan Laki Laki Dilarang Memakai Emas

Dalam Islam, laki-laki diharamkan memakai emas. Namun sangat disayangkan, meski demikian, banyak umat Islam telah meniru-niru budaya barat, dimana laki-laki mengenakan cincin emas saat prosesi tukar cincin atau sebagai mas kawin pada saat acara pernikahan. Jika mengacu pada hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dapat disimpulkan bahwa dalam Islam laki-laki diharamkan pakai emas sedangkan bagi perempuan tidak. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari umatku, namun diharamkan bagi para pria”. (HR. An Nasai dan Ahmad). 

Ternyata, larangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bukanlah suatu hal yang asal-asalan. Larangan tersebut bukan karena takut kaum wanita tersaingi oleh laki – laki atau karena alasan takut laki-laki akan menyerupai wanita, tapi karena ada alasan ilmiah yang telah dibuktikan pada abad ke 20.

Diabad ke 20, Para ahli fisika telah menyelidiki hal ini, dan menemukan alasan dibalik mengapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang laki-laki, bahkan mengharamkan bagi laki-laki untuk memakai emas di tubuh mereka, sedangkan wanita diperbolehkan. 

Para peneliti di abad ke 20 kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika laki-laki mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Sebab jika tidak di buang, maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit alzheimer.

Alzheimer adalah penyakit yang disebabkan oleh timbunan partikel – partikel di dalam otak manusia, yang menyebabkan penyumbatan fungsi otak.  Timbunan tersebut bisa menyebabkan kematian sel-sel otak. Sehingga menyebabkan gangguan ingatan, disorientesi, perubahan karakter, kesulitan berbicara, kesulitan membaca, kesulitan menulis, sulit berkonsetrasi, terjadi penurunan kemampuan dalam menyelesaikan masalah, sering terjebak dalam masalah dan bingung sendiri, suka berhalusinasi dan delusi, sering salah mempersepsikan sesuatu, sering salah orang, tempat, dan waktu, susah mengingat orang, tempat, dan nomor telepon, mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah jengkel, temperamen, sering cemas, dan menjadi mudah ragu.  

Penyakit alzheimer adalah bentuk dari penyakit demensia, yang bisa dialami siapa saja, karena terdapat jutaan orang di dunia mengidap penyakit alzheimer. Beberapa orang terkenal yang terkena penyakit Alzheimer adalah Charles Bronson, Ralph Waldo Emerson, dan Sugar Ray Robinson.

Jika demikian adanya, lalu mengapa Islam memperbolehkan wanita untuk mengenakan emas? Jawabannya adalah karena wanita tidak menderita masalah ini, sebab setiap bulannya, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.  Itulah sebabnya Islam mengharamkan pria mengenakan perhiasan emas dan membolehkan wanita memakainya.

Penyakit yang disebabkan oleh kandungan emas ini, tidak ditemukan pada perempuan. Penelitian tentang penyakit ini menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang wanita, terdapat suatu lemak unik, lemak yang berbeda yang tidak dimiliki seorang laki-laki dimana lemak ini akan mencegah unsur senyawa atom emas (Au) untuk masuk ke dalam tubuh, sehingga saat atom ini masuk, hanya mampu menembus kulit, namun tidak bisa menembus lemak yang menghalangi jalan menuju daging dan darah.

Penelitian lain menyebutkan bahwa di dalam tubuh seorang wanita, zat emas bisa masuk ke dalam tubuh dan mengalir bersama darah, namun zat ini tidak akan berbahaya karena akan dibuang bersama darah saat menstruasi. Jadi Nabi membolehkan seorang wanita mengenakan perhiasan dari emas, namun sangat dilarang bagi laki-laki.

Alasan Islam melarang pria memakai emas, telah disampaikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. (HR Bukhari & Muslim).

Diriwayat yang lain dijelaskan, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mencabut cincin tersebut lalu melemparnya, kemudian bersabda, “Seseorang dari kalian telah sengaja mengambil bara api neraka dengan meletakkan (cincin emas semacam itu) di tangannya”. Lalu setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada yang mengatakan kepada lelaki tadi, “Ambillah dan manfaatkanlah cincin tersebut.” Ia berkata, “Tidak, demi Allah. Saya tak akan mengambil cincin itu lagi selamanya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya,” (HR Muslim No. 2090, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas).

Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits ini berkata, “Seandainya si pemilik emas tadi mengambil emas itu lagi, tidaklah haram baginya. Ia boleh memanfaatkannya untuk dijual dan tindakan yang lain. Akan tetapi, ia bersikap waro’ (hati-hati) untuk mengambilnya, padahal ia bisa saja menyedekahkan emas tadi kepada yang membutuhkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melarang seluruh pemanfaatan emas. Yang beliau larang adalah emas tersebut dikenakan. Namun untuk pemanfaatan lainnya, dibolehkan,” (Syarh Shahih Muslim, 14: 56).

Kabar baiknya, ternyata Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memakai cincin dari perak dan batu cincin, yang berarti bahwa laki – laki boleh memakai cincin dari perak dan batu cincin di tangan mereka.  Hadis riwayat Imam Muslim menjelaskan bahwa cincin Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam terbuat dari perak dan batu mata cincinnya berasal dari negeri Habasyi.

Beberapa riwayat menerangkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sendiri juga mengenakan cincin yang terpasang di jari kelingkingnya sebagaimana hadis riwayat Anas bin Malik mengatakan, Cincin Rasulullah terbuat dari perak dan batunya merupakan batu Habasyi, (HR Muslim dan Tirmidzi), hadis ini diderajatkan hasan sahih, dan dishahihkan oleh Al-Albani.

Dalil di atas juga menunjukkan bahwa batu cincin Rasulullah berjenis Habsyi, sejenis batu berwarna hitam kemerah-merahan yang berasal dari Afrika. Sementara riwayat lain menyebutkan, batu Akik yang dipakai Rasul adalah jenis batu Yaman. Jenis batu ini dapat ditemui di Afrika dan Yaman, dan ciri-cirinya dikenali dengan warna merah tua pekat atau merah darah, walau terlihat kehitam-hitaman. Jika dilihat dengan cahaya laser, akan terpancar warna merah tua, tidak jauh berbeda dengan batu Bacan asal Indonesia.

Demikian artikel tentang Laki Laki Dilarang Memakai Emas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com. (CM01/HS)

KOMENTAR

BACA JUGA