350 Guru Yaspendhar Dibekali Workshop Pemantapan KTSP

  • Whatsapp

Sebanyak 350 orang guru TK, SD, SMP dan SMA mengikuti Workshop Penyusunan Program Kerja Pra Sekolah/Dikdasmen Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) dalam Pemantapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan Menyongsong Pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan Pembelajaran Multimedia sejak 24 Juni sampai 3 Juli 2015 di aula Yaspendhar Jalan Imam Bonjol Medan.

Kegiatan yang dibuka Ketua Harian II Yaspendhar Dr Tapi Rondang Ni Bulan SE, MSi, Rabu (24/6/2015), itu dihadiri Ketua Harian III Azmi Yuli Sitorus, Ketua Harian IV Drs Awaluddin Sibarani MSi, Ketua Harian V Drs Sofyan Alwi MHum, Sekretaris I H Hermansyur SE, MSi dan Sekretaris II Ir Lisnasari Siregar MSi.

Ketua Harian V Yaspendhar Drs Sofyan Alwi MHum sedang memberikan pemaparan di Workshop Penyusunan Program Kerja Pra Sekolah/Dikdasmen Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) dalam Pemantapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan Menyongsong Pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan Pembelajaran Multimedia di aula Yaspendhar Jalan Imam Bonjol Medan.

Dalam sambutannya, Tapi Rondang yang akrab disapa Teta ini mengharapkan para guru di lingkungan Yaspendhar agar banyak mengikuti pembelajaran, sharing dan diskusi untuk meningkatkan kompetensi guru, sehingga dapat dipercaya masyarakat sebagai pendidik.

Berkaitan hal tersebut tambahnya, Yaspendhar akan mendukung setiap program dan kebijakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar dan pendidik untuk semua tingkat satuan pendidikan.

“Program kerja yang digagas Dikdasmen Yaspendhar ini sejalan dengan kehadiran KTSP di sekolah dan menghadapi implementasi kurikulum 2013 yang sudah mulai digulirkan Kemendikbud,” ujarnya.

Menyadari pentingnya pembekalan di workshop ini, Teta berharap para guru serius mengikuti kegiatan ini sampai selesai nanti, sehingga dari narasumber dan pembicara yang menyajikan presentasinya dapat diambil manfaat khususnya untuk menambah keilmuan dan pengetahuan guru kelak ketika mengajar di ruangan kelas.

Sedangkan Sofyan Alwi sebagai narasumber di workshop tersebut mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman KTSP 2006 dan kurikulum 2013 dengan merancang silabus dan pola pembelajaran, sehingga efektifitas pembelajaran lebih maksimal, membantu para guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan ICT untuk pembelajaran.

Selain itu juga mengembangkan multimedia, memotivasi para guru untuk senantiasa mengikuti kegiata lomba guru dan siswa, memfasilitasi dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan penyusunan RAKS tahun pelajaran 2015-2016.   

Sofyan mengakui, kelemahan yang terjadi selama ini dikarenakan seringnya kepala sekolah tak memahami kurikulum. Ironisnya, tugas dan tanggung jawab pencapaian mutu akademik selalu menjadi beban wakil kepala sekolah dan guru.

Kedepan, Dikdasmen Yaspendhar akan memberikan perhatian khusus kepada pimpinan sekolah agar benar-benar memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) selaku kepala sekolah. Sehingga nantinya proses belajar mengajar di sekolah akan terciptanya hubungan harmonis baik guru maupun siswa sendiri.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *