Universitas Sumatera dan UGMM Edarkan Ijazah Palsu

  • Whatsapp

Gawat, ternyata ratusan ijazah palsu alias bodong disinyalir juga “diproduksi” dua universitas abal-abal di Medan, yakni Universitas Sumatera dan Universitas Generasi Muda Medan. Para pemilik ijazah palsu itu selain warga Sumut juga diberikan kepada warga Bengkulu, Riau dan beberapa daerah lainnya.

Read More

Universitas Sumatera dan UGMM Edarkan Ratusan Ijazah Palsu

Hal  itu diungkapkan Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc, Phd, Senin (25/5) menyahuti gebrakan yang dilakukan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof  M Nasir  terhadap keberadaan perguruan tinggi swasta yang mengeluarkan ijazah palsu. 

Menurut Dian, kedua perguruan tinggi illegal itu selain memberikan ijazah sarjana (S1) juga magister (S2) kepada lulusannya tanpa mengikuti proses perkuliahan seperti pada umumnya. Keberadaan PTS illegal itupun telah dilaporkannya ke polisi, karena pihaknya tidak berwenang untuk menutup.

Dian mengaku sudah dimintakan keterangannya sebagai saksi terhadap kasus ijazah palsu yang diduga dikeluarkan Universitas Sumatera yang berada di Jalan Taud Medan (sekitar kawasan Pancing). Demikian juga dengan pihak bersangkutan sudah menjalani pemeriksaan.

“Kita tunggu saja bagaimana lanjutan proses penyidikan pihak Poldasu. Sebab kasus ini sudah lama juga kita laporkan,” katanya. 


Baca juga: PTS Jual Ijasah Palsu Akan Ditutup

Sedangkan  terhadap Universitas Generasi Muda Medan, diakui Dian saat ini perguruan tinggi itu mulai mengajukan proses izin ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). 

“Namun sebelum izin keluar, PTS tersebut tidak dibenarkan menerima mahasiswa baru atau proses perkuliahan, apalagi wisuda. Jadi ijazah yang telah dikeluarkannya kepada para lulusannya itu tidak sah,” tegas Dian. 

Sementara  itu adanya informasi tentang keberadaan University of Berkley yang berada di kawasan Jalan Sei Padang Medan yang disebut juga menjual ijazah palsu, diakui Dian tidak diketahuinya tentang keberadaan lembaga tersebut karena memang tidak terdaftar. 

“Jadi jika memang lembaga itu mengeluarkan ijazah sarjana, maka ijazahnya palsu. Karena itu bagi masyarakat yang merasa dirugikan diharapkan agar melapor ke polisi atau ke Kopertis,” imbau Dian. 

Menurut  Dian, dalam UU Sisdiknas No 20 tahun 2005 dan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dengan tegas dinyatakan bagi lembaga pendidikan tinggi yang memberikan ijazah palsu dan pemakai serta yang membantu pembuatan ijazah palsu tersebut akan dikenakan hukuman pidana 5 sampai 10 tahun kurungan dengan denda Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Supaya terhindar dari penipuan PTS ilegal, lanjut Dian calon mahasiswa perlu memerhatikan beberapa hal antara lain dengan mengakses website kopertis, BAN-PT maupun Dikti. 

“Dalam website tersebut, calon mahasiswa bisa mengetahui PTS yang terdaftar dan resmi memiliki izin penyelenggaraan. Walaupun sudah menyelenggarakan perkuliahan, sebab belum tentu izinnya ada,” tegas Dian Armanto. 

Dian  menyebutkan, peredaran ijazah palsu juga tidak tertutup kemungkinan dikeluarkan PTS yang memiliki izin atau ijazahnya dipalsukan. Untuk itu pihaknya mewajibkan PTS setiap per semester agar melaporkan evaluasi program studi berbabis evaluasi diri (EPSBED) dan pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) ke Kopertis.***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *