Sutradarai Garis Batas, Angga Bawa Film Anak Medan ke Jakarta

  • Whatsapp

Film pendek (short movie) berdurasi 20 menit, berjudul Garis Batas yang disutradari oleh Satria Dedek Suhangga atau yang lebih akrab disapa Angga, berhasil masuk dan menjalani tahap penyeleksian di ajang XXI Short Movie Festival 2015 Jakarta. Walaupun tak menjadi pemenang, tutur Angga, dia sudah sangat bangga bisa membawa nama Medan dan filmnya menjadi perhatian dari para juri dan pakar film di Jakarta.

Satria Dedek Suhangga

Read More

“Saya sudah cukup bangga bisa membawa nama Medan. Dari banyak film dari seluruh Indonesia, film saya sempat menjadi nominasi,” kata Angga.

Film yang merupakan debut pertama Angga di bidang film indie ini diceritakannya juga memiliki durasi yang panjang yaitu 2 jam yang terinspirasi dari kisah nyata seorang teman.

Film ini menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan anak kampung yang menjadi photographer dan berhasil di kota lain.

“Sebenarnya, kita punya film yang sama dengan durasi 120 menit. Cuma karena lomba itu minta yang short movie, kisahnya kita padatkan. Pasti melewati proses editing video, tentunya tanpa mengurangi maksud filmnya sendiri,” tutur Alumni SMK-BM Jurusan Akuntansi YP Rahmad Islamiyah Medan tersebut.

Harapan Angga, dengan adanya film pertama ini, agar dapat memotivasi anak muda yang memiliki kemampuan terbatas, agar terus berusaha untuk meraih semuanya.

Perjalanannya Angga menjadi Videographer dan Sutradara

Walaupun tak memiliki basic pendidikan khusus di bidang cinematography, menurut Angga, videography sendiri yang merupakan hobinya sudah dilakoninya sejak tahun 2012. Saat itu kata dia, dilakoninya karena dia ingin mencari suasana baru, sekaligus memaksimalkan anugerah Tuhan pada dirinya, di mana, dia berangkat dari photographer yang melayani Foto wedding dan model.

Dituturkannya, banyak model yang sudah dipotret dan diabadikan di akun instagram @satriiaanggaa, ID Line dan Path dengan akun satria angga, serta tak ketinggalan website resmi KB Production di www.keepbrother.jimdo.com.

Namun, setelah lama, akhirnya dia menemukan titik jenuh. Saat itulah dia mencoba untuk menjadi videographer di mana dia sering diminta untuk mengedit beberapa video. Karena kemampuannya, tak lama, oleh KB Production, Angga dipercaya untuk menjadi sutradara.

“Awalnya, saya hanya photographer biasa. Lama-lama, saya coba jadi videographer, sering edit video. Karena hasilnya memuaskan, di rumah produksi kami, awal September 2014 akhirnya saya dipercaya jadi sutradara karena kemampuan saya selama ini. Tentu ini patut saya syukuri karena sudah sejak lama saya ingin membuat film,” tutur Angga lagi.

Pada debut pertamanya itu menurut Angga, kendala yang dihadapinya dalam proses terciptanya Film produksi KB (Keep Brothers) Production tahun 2014 itu tak terlalu banyak. 

Kesulitannya seputar mengatur aktrisnya, agar berekspresi serupa seperti cerita yang dibuatnya di skenario. Selain itu, kata Angga, dia juga masih kesulitan dalam mengatur scene yang harus di bidik (shoot) pertama kali agar selanjutnya mudah disambung ke skenarionya.

Untuk mengatasi kesulitan tadi kata dia, dia harus menegaskan kepada crew dan para aktor dan aktris agar bisa melakukan konsentrasi penuh di setiap take dan scane.

Tentunya, kesulitan tadi mampu tertutupi oleh kenikmatan tersendiri, baik selama  proses shooting, seperti di setiap scane tidak mengalami kesalahan sedikitpun dan aktrisnya sendiri siap take gambar sesuai dengan apa yang dia inginkan, maupun setelah proses editing selesai.

“Walau tak banyak, saya rasa setiap sutradara pasti memiliki kesulitan awal seperti dalam mengatur ekspresi aktrisnya, belum lagi yang tengah memiliki mood tak enak. Namun dibalik itu semua, tentu ada sukanya juga. Apalagi setelah proses shooting dan editing itu selesai,” ujar pria yang pernah bercita-cita menjadi pemain band yang go international ini.

Terbesit harapan terpenting untuknya dan produsen film indie Kota Medan lainnya, agar Pemerintahan Kota Medan (Pemko Medan) dapat mendukung karya anak Medan. 

“Banyak harapan saya untuk Anak Medan sendiri supaya mereka mau berkarya dengan membawa nama Medan. Harapan terbesar saya, tentu kepeda Pemko Medan agar mereka mendukung dan memotivasi para anak muda agar mau berkarya,” tutup pria yang mengaku karirnya ter-influence dari James Wan, sutradara dari film The Conjuring dan Insidious ini.***(CM02/PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *