IBX5A49C9BC313D6 PTS Sumut Harus Terapkan Kurikulum KKNI - Cerita Medan

PTS Sumut Harus Terapkan Kurikulum KKNI

Sesuai dengan terbitnya Perpres No. 08 tahun 2012 dan UU PT No. 12 Tahun 2012, maka Perguruan Tinggi harus menerapkan kurikulum pendidikan tinggi yang merujuk Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). 

PTS Sumut Harus Terapkan Kurikulum KKNI

KKNI merupakan sebuah pedoman seluruh perguruan tinggi dalam menyusun program akademik. “Karena itu semua PTS di Sumut harus menggunakan panduan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi,” ucap Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut, Prof Dian Armanto, Selasa (12/5).

Dikatakannya, KKNI saat ini menjadi acuan pokok dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi dan pendidikan profesi. Berkaitan dengan itu, Lembaga Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (LPKP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sangat berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum dan segera mengimplementasi kurikulum berbasis KKNI pada tahun akademik 2016-2017.

Wakil Rektor III, Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum menegaskan, apa yang dilakukan LPKP bukan gagah-gagahan, tetapi merupakan bentuk dari komitmen rektor. Untuk itu, kepada prodi diharapkan agar benar-benar memanfaatkan dan memperdalam lokakarya tentang perumusan profil dan kompetensi lulusan universitas ini sehingga bisa terterima pada lapangan kerja.

“Melacak KKNI maka ada spesifiknya, ada empat kualifikasi yakni tidak hanya bidang pendidikan tetapi harus ada unsur pelatihan, pengalaman kerja dan pembelajaran yang mandiri. Kalau sudah diterapkan, maka dokumen alumni tidak hanya pada ijazah dan transkrip tapi harus ada lampiran lain untuk bisa membuktikan kompetensi lulusan,” kata Arifin Gultom saat membuka Lokakarya Perumusan Profil dan Kompetensi Lulusan UMSU yang digelar LPKP UMSU di auditorium kampus Jalan Muktar Basri Medan, Sabtu (9/5) lalu.

Sedangkan Ketua LPKP, Irfan SE MM mengatakan penyempurnaan visi, misi, sasaran dan tujuan dari program studi dan berdasarkan itu LPKP sudah menyiapkan satu dokumen, satu buku pedoman kurikulum dan perangkat perkuliahan dan sudah disosialisasikan pada tiga minggu yang lalu dalam rangka menyempurnakan kurikulum universitas.

“Walaupun waktunya masih ada beberapa bulan ke depan, tetapi harus kita berikan ruang dan pikiran untuk senantiasa melakukan program-program kerja untuk peningkatan kurikulum dan harus memfokuskan diri untuk mengembangkan kurikulum,” katanya.

Irfan berharap, profil dan kompetensi lulusan tidak datang dengan sendiri tetapi harus sesuai dengan kajian akademik, analisis kebutuhan dan mengetahui keinginan pengguna lulusan. Untuk itu kepada seluruh prodi agar mampu mengajak dosen-dosen untuk memanfaatkan e-learning yang sudah dilaunching dan sudah diberikan pelatihan kepada 122 dosen.

Wakil Rektor Bidang Akademik Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr Gunawan Budiyanto, MP dalam pemaparannya meminta agar dalam menentukan profile maupun kompetensi lulusan melihat SNPT dan memiliki ciri tersendiri yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain. Menurutnya, untuk mewujudkan kurikulum berbasis KKNI metode pengajarannya juga nanti mengalami perubahan diantaranya tidak lagi menggunakan pembelajaran satu arah, tetapi harus dialog (dua arah) dan harus student centered learning.***(CM03/Ucup)

KOMENTAR

BACA JUGA