Petisi Selamatkan Lapangan Merdeka di Change.org

  • Whatsapp

meMERDEKAKAN LAPANGAN MERDEKA – Petisi Selamatkan Lapangan Merdeka di Change.org : https://www.change.org/p/pemerintah-kota-medan-pemerintah-provinsi-sumatera-utara-menyelamatkan-lapangan-merdeka

Read More

Siapa tak kenal Lapangan Merdeka (LM) ? Situs bersejarah yang jadi ikon wisatanya kota Medan. Bukan karena nilai historisnya, melainkan karena kontroversi keberadaan Merdeka Walk sebagai pusat kuliner dan oleh-oleh seolah-olah khas Medan (katanya).

Kini, berita tentang Lapangan Merdeka kembali mencuat ke permukaan. Kalau di 2005 kemarin, beberapa elemen masyarakat telah berjuang untuk menghentikan pembangunan Merdeka Walk yang terletak di sisi Barat Lapangan Merdeka. Hari ini warga kota Medan yang bergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli (KMSP) Kota Medan sedang berjuang akan menghentikan pemanfaatan lahan parkir  PT City Railink di sisi Timur LM. Kenapa ? Karena sudah banyak yang menyuarakan, bahwa parkir permanen itu akan merusak orisinalitas kawasan tersebut.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat banyaknya aspek yang sudah dilanggar dalam proses pembangunannya. Masalah tidak memiliki IMB. Tidak ada kajian dari analisis dampak lingkungan dan dampak lalu lintas. Benturannya dengan sejumlah peraturan. Seperti misalnya UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kemudian UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 12/PRT/M/2009 tentang Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH), serta Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2011 tentang RTRW Kota Medan.

Terkait dengan sejarah dan budaya., Tanah Lapangan Merdeka (TLM) adalah saksi bisu pembacaan teks proklamasi kemerdekaan oleh Gubernur Sumatera pertama, Mr. TM Hasan di masa silam. Bahkan  Bung Karno pada 30 Juli 1963 yang lalu pernah disitu berpidato di lapangan Merdeka yang dihadiri ribuan rakyat untuk membakar semangat massa dalam peristiwa konsolidasi ganyang Malaysia. Ditambah dengan beberapa peristiwa bersejarah lainnya.

Sedangkan berkaitan dengan ruang terbuka hijau kota, berdasarkan UUPR No 26/2006 & Perda No13/2011 tentang RTRW Kota Medan, harusnya TLM berfungsi sebagai RTNH berskala kota yang memiliki fungsi intrinsik, yakni sebagai penyeimbang ekologi dan fungsi ekstrinsik, yakni sarana untuk kegiatan yang bernilai sosial, ekonomi dan budaya.

Masalahnya apa yang terjadi saat ini adalah, sekeliling Lapangan Merdeka telah ditutupi oleh bangunan permanen di hamper ketiga sisinya. Di sisi Barat oleh Merdeka Walk dan di sisi Timur oleh sarana parkir Railink. Bahkan sisi Utara kedua pojoknya pun sudah ada bangunan permanen unit Informasi Pariwisata dan Kantor Polisi.

Melihat fenomena tersebut, sebagai Warga Medan kita harus bangkit dan bertindak untuk menyelamatkan lapangan merdeka sebagaiyang telah menjadi identitas kota kita. Lapangan Merdeka mau dipertahankan atau digadaikan, keputusan akhir ada di tangan kita dan tentunya atas perhatian Walikota !

Kepada Warga kota Medan yang Budiman, berikandukung petisi ini dengan memberi tanda tangan anda pada alamat di atas. Lalu sebarkan petisi ini sebanyak-banyaknya ke Kawan-Kawan kita semua. Salam Merdeka!(CM/PR)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *