Pemilihan Rektor USU Sebelum Lebaran

  • Whatsapp

Pj Rektor USU Prof Subhilhar, MA, Ph.d mengatakan, sebagai eksekutif pihaknya hanya mendorong elemen internal lain di USU untuk mempercepat persoalan ini. Apalagi diakuinya, bahwa ada persoalan pada unit kerja lain di USU yang masih perlu dibenahi.

Pj Rektor USU Prof Subhilhar (tengah) didampingi Sekretaris MWA Panusunan Pasaribu (paling kiri), anggota MWA Prof Dr Budiman Ginting SH (tiga kanan), Sekretaris USU Drs Lian Dalimunthe (dua kanan), AK dan Humas Bisru Hafi (paling kanan) memberikan penjelasan kepada wartawan, Senin (25/5).

“Eksekutif tidak terlibat dalam pemilihan rektor. Hal itu kita serahkan pada MWA dan juga Senat Akademik USU. Tapi saya usahakan agar dua atau tiga bulan lagi paling lambat atau sebelum Lebaran bisa selesai pemilihan rector definitif,” ujarnya kepada wartawan pada Silaturrahmi dengan Media Cetak dan Elektronik di Kampus USU Padang Bulan Medan, Senin (25/5).

Read More

Dia menegaskan bahwa takkan mau duduk sebagai Rektor USU, bila ada permasalahan hukum. Di sisi lain ia menyatakan, kalau jabatan yang diembannya saat ini, bukanlah untuk kepentingan pihak tertentu atau pribadi.

“Saya duduk di sini untuk USU, bukan pribadi apalagi kelompok. Dan perlu saya tekankan bahwa tidak ada unsur politis atas posisi rektor di usu,” pungkasnya

Kisruh berkepanjangan yang mendera internal Universitas Sumatera Utara (USU) membuat kalangan Majelis Wali Amanat (MWA) USU gundah. Kegundahan tersebut dikarenakan belum ada petunjuk teknis dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) terkait pengukuhan anggota MWA USU yang baru.

Sekretaris MWA USU Panusunan Pasaribu mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkonsultasi dengan kementerian dimaksud, sekaligus mengantarkan surat ke menteri terhadap pendapat yang berkembang tentang pemilihan anggota MWA.

“Intinya kita mohon dikukuhkan oleh menteri. Atau kalau tidak dikukuhkan mohon diulang. Sebab petunjuk resminya belum kita terima sampai hari ini. Sehingga pemilihan rektor defenitif belum bisa kita gelar,” bebernya.

Hal tersebut, ungkap Panusunan, berdasarkan dengan pertimbangan sesuai surat menteri pada 12 Februari 2015 lalu. Kata dia, penjelasan dalam surat tersebut menekankan sistem pemilihan one man one vote (satu orang satu suara). Di mana hal itu sempat menjadi perdebatan diantara Senat Akademik (SA) USU, yang membuat kisruh pemilihan anggota MWA 29 September 2014 lalu berujung ricuh.

“Saya tidak ingin menyebut kubu ataupun jumlah, tetapi ada satu kelompok yang tempo hari memperdebatkan hal tersebut. Ini yang ingin kami klarifikasi ke menteri karena sampai sekarang belum ada balasan dari menteri apakah MWA kemarin dikukuhkan ataukah harus diulang,” kata Panusunan yang turut didampingi Penjabat (Pj) Rektor USU Subhilhar, anggota MWA USU Budiman Ginting, Ketua SA USU Chairul Yoel dan Kabag Humas Bisru Hafi.

Dia menyebutkan, selain MWA, dua pilar USU lainnya yakni eksekutif (rektorat) dan Senat Akademik. Menurutnya, posisi perpanjangan MWA ini memiliki wewenang serupa. Di mana sesuai arahan Menristek Dikti pada akhir Desember 2014 kemarin.

“Kita melaksanakan amanah yang diberikan. SK menteri tersebut bunyinya diperpanjang setahun. Perpanjangan MWA oleh menteri, yang dijalankan MWA perpanjangan ini, sama dengan MWA defenitif. Pada prinsipnya kita mengharapkan cepat ada pengukuhan oleh menteri, terkait hasil rapat SA terhadap anggota MWA waktu lalu,” tegasnya lagi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *