IBX5A49C9BC313D6 Pematangsiantar Tertinggi dan Nias Terendah Nilai UN SMA - Cerita Medan

Pematangsiantar Tertinggi dan Nias Terendah Nilai UN SMA

Nilai UN SMK Bervariatif – Meskipun hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat 2015 telah diumumkan pada Jumat (15/5) lalu, namun hingga saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara belum menerima laporan dari kabupaten/kota mengenai data dan persentase kelulusan.

Pematangsiantar Tertinggi dan Nias Terendah Nilai UN SMA

“Kita belum ada menerima laporan dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota tentang persentase kelulusan di daerahnya,” kata  Koordinator UN Sumut August Sinaga, Selasa (19/5).

Disebutkan August, pihaknya hanya mengetahui data hasil UN dan nilai indeks integritas ujian nasional (IIUN) tertinggi dan terendah per Kabupaten/Kota di Sumut berdasarkan hasil yang diserahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Berdasarkan data UN SMA dan MA yang tertinggi diraih Pematangsiantar dengan rerata nilai 81,55. Posisi kedua dari Simalungun (81,32), kemudian Medan dan Serdang Bedagai memperoleh nilai yang sama (81.08) dan Pakpak Bharat ((79,77) serta Binjai (78.69).

Sedangkan UN pertama terendah diraih Nias dengan rerata nilai 36,99. Urutan kedua dari Padang Lawas Utara (47,04) dan ketiga Tapanuli Selatan (48,28) dan Mandailing Natal (48,55) serta Nias Selatan (56,16).

August juga merinci untuk per program studi. Dari data nilai tertinggi UN untuk kelompok IPA diraih Simalungun dengan rerata nilai 84,66. Untuk posisi kedua Pematangsiantar (84,62), Pakpak Bharat (84,59), Medan (84,02) dan Serdang Bedagai (83,79).

Untuk nilai terendah diraih Nias dengan nilai 38,56, kemudian PadanglawasUtara (47,91), Mandailing Natal (48,70), Tapanuli Selatan (48,97) dan Nias Selatan (56,38).

Sedangkan untuk kelompok IPS dengan nilai tertinggi diraih Simalungun dengan rerata nilai 78,32. Urutan kedua diraih Serdang Bedagai (78.27), Pematangsiantar (77,67) dan Medan (76,95) serta Pakpak Bharat (76,21).

Untuk nilai terendah diraih Nias dengan rerata nilai 35, 66. Posisi kedua Padanglawas Utara (46,68), Tapanuli Selatan (47,40) dan Mandailing Natal (48,41) serta Sibolga (49,37).

Pada untuk kelompok Agama Islam dengan nilai tertinggi diraih Langkat dengan rerata nilai 79,18. Urutna kedua dari Tapanuli Tengah ( (79.74), Gunug Sitoli (74,78). Labuhanbatu Selatan (74,64) dan Labuhanbatu Utara (72,72).

Untuk kelompok Protestan diraih dari Tapanuli Tengah dengan nilai 64,32, Gunung Sitoli (63,50), Nias Selatan (61,29), Toba Samosir (58,18) dan Dairi (57,95).

Pada program Bahasa hanya diikuti 25 peserta dari Medan dengan rerata nilai 58,24. Namun untuk kelompok Katolik tidak ada pesertanya.

Sedangkan untuk data jenjang SMK untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dengan nilai tertinggi diraih kabupatan Labuhanbatu dengan nilai 75,98. Disusul posisi kedua dari Langkat (75,96) kemudian Labuhanbatu utara (71,32) dan Labuhanbatu Selatan (71.06) serta Toba Samosir (71,05).

Untuk mata pelajaran bahasa Inggris dengan nilai tertinggi diraih Langkat dengan nilai tertinggi 77,14. Disusul Serdang Bedagai (76,47), LabuhanbatuUtara (73,63), Asahan ((72,68) dan Toba Samosit ((72,28).

Sementara untuk mata pelajaran matematika dengan nilai tertinggi diraih Serdang Bedagai dengan nilai 85,87. Kemudian Simalungun (81,22), Labuhanbatu (79,33), Asahan (77,99) dan Samosir (74,87). Untuk mata pelajaran kompetensi dengan nilai tertinggi diraih Asahan (83,48), Sibolga (82,51), Tebingtinggi (83,07), Pakpak Bharat (82,81) dan Toba Samosir (81.04).

Menurut August, nilai UN yang diperoleh dari kabupaten dan kota tersebut bukan sebagai penentu lulus atau tidaknya peserta. Sebab kelulusan itu menjadikan wewenang sekolah berdasarkan hasil rapat dewan guru.

“Nilai UN itu hanya untuk pemetaan untuk setiap provinsi di Indonesia dan bukan penentu kelulusan peserta UN,” kata August.

Agust menyebutkan, pihaknya masih menunggu laporan tersebut, karena pengumuman UN SMA itu dilaksanakan di sekolah masing-masing. Karena itu berapa jumlah SMA yang lulus dan gagal, belum dapat diketahuinya.

Dijelaskannya, pihak sekolah mengirimkan data tersebut ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota yang selanjutnya disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.***(CM03/Ucup)

KOMENTAR

BACA JUGA