Novrin, Anak Medan yang Dapatkan Sertifikasi Pencicip Kopi dari Amerika

  • Whatsapp

Sebagai seorang pencicip kopi (cupper) di perusahaan yang juga bergerak di bidang pendisribusian kopi di Medan, Novrin Handayani Situmorang, satu-satunya orang Indonesia yang berasal dari Medan, berhasil mendapatkan sertifikat menjadi seorang pencicip kopi profesional (Q-Grader). Tak main-main, Sertifikasi ini dikeluarkan oleh pihak Coffee Quality Institute (CQI) yang bermarkas di Amerika Serikat. Seperti biasa, bila telah mendapatkan sertifikasi bergengsi ini, seseorang sudah dapat diakui oleh seluruh dunia sebagai pencicip kopi.

Novrin, Anak Medan yang Dapatkan Sertifikasi Pencicip Kopi dari Amerika
Novrin, Anak Medan yang Dapatkan Sertifikasi Pencicip Kopi dari Amerika

Dikatakan perempuan 25 tahun tersebut, dia sama sekali tak menyangka kalau dari 24 peserta yang hanya terbatas sampai 24 orang, dia berhasil menjadi salah satu dari 5 orang yang berhasil tersertifikasi ketika kompetisi bergengsi untuk kali ke 7 ini diadakan di Jakarta, Oktober 2014 yang lalu.

Read More

“Saya sama kali tidak menyangka menjadi satu-satunya orang Indonesia dari Medan  yang memperoleh sertifikat ini pada tahun 2014,” tutur Gadis berambut panjang tersebut.

Prosesnya cerita Novrin, sangat menegangkan. Pun karena pada awalnya, dia hanya menggantikan managernya yang sedang berhalangan, jadi Novrin merasa kurang persiapan. Bahkan kata dia, sehari sebelum berangkat dia sempat ingin mencari-cari alasan untuk membatalkan ikut, karena takut gagal dan merugikan perusahaan, mengingat biaya pendaftarannya saja mencapai Rp 10 Juta. Ternyata, bos perusahaan yang berhasil meyakinkannya untuk tetap ikut tanpa perlu memikirkan biaya.

“Saya takut sekali kalau tidak lulus. Apalagi perusahaan telah mengeluarkan dana sedemikian besar. Bersyukur, bos di kantor terus memotivasi saya dan mengatakan, jangan pikirkan biayanya, yang penting ilmunya,” lanjutnya.

Sekitar 30an tes yang dihadapi Novrin dan berhasil dihadapinya dengan mulus. Dari berbagai tes, Olfactory testyang dikatakannya paling menegangkan. Tes ini melibatkan indra penciuman dan pencecap. Dari 36 rasa dan jenis kopi, harus dihafal dan diketahui karakternya masing-masing.

“Kita tak bisa menebak-nebak. Jadi harus benar-benar diingat dan dihafal. Tentunya, kita juga pakai feeling kita sebagai manusia juga,” sambung salah satu juri Medan Brewers Championship 2015 tersebut.

Yang menarik menurut Novrin, walaupun dia sudah mendapatkan sertifikasi Q Grader tersebut, dia mengaku kalau bukan peminum kopi yang baik di mana kebanyakan peminum kopi, tak memerlukan gula, konon lagi creamer. Pun kata dia, dia tak suka kopi. Selama ini karena tuntutan pekerjaan, dia hanya mencicip lalu kopinya dibuang. Setelah sharing kopi yang semakin sering dilakukannya bersama pecinta kopi di Medan, dia berjanji akan mencoba meneguk kopi, tanpa gula.

“Awalnya, jujur saja saya tak suka kopi. Yang saya lakukan, hanya sebatas kerja. Namun setelah mendapat teman-teman pecinta dan penikmat kopi di Medan, mungkin saya akan mencoba kopi lagi,” jelasnya.***(CM02/-PK)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *