Modal Tulisan, Rizka Bisa Ke Negeri Tembok Raksasa di Asia

  • Whatsapp

Rizka Gusti A. Sitanggang adalah perempuan kelahiran Medan, 5 Januari 1997 yang sedang menjalankan studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP USU. Dia menjalankan studinya sejak 2014. Rizka adalah perempuan masa kini yang memiliki segudang prestasi. Rizka memiliki hobi menulis sejak SMA.  Pengalaman pertama dari sebuah tulisan, membuat Rizka berangkat sampai ke negeri tembok raksasa di Asia. 

Rizka Gusti A. Sitanggang
Rizka Gusti A. Sitanggang

Bermula dari tulisannya yang berjudul “DPR dalam Kontribusi Pembangunan,” membuat Rizka berhasil menjajaki karir pertama di dunia tulis menulis. Bersama para delegasi dari seluruh provinsi se-Indonesia, Rizka sebagai perwakilan dari Sumatera Utara dinobatkan sebagai Duta Parlemen Remaja Nasional oleh DPR-RI pada tahun 2013. Tidak hanya itu, selang beberapa minggu setelah pulang dari kegiatan Parlemen Remaja Nasional  tersebut, Rizka mendapatkan panggilan dari KBRI Beijing, China untuk menghadiri sebuah pertemuan pemuda Internasional dalam rangka Socialization about Environment Engineering atau Sosialisasi Lingkungan Hidup. 

Read More

“Ini adalah tidak lanjut dari kegiatan yang aku peroleh selama di Parlemen Remaja waktu silam. Bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara membuat aku stay closer untuk memberikan yang terbaik untuk tanah kelahirannya Indonesia,” ujarnya. 

Diberi kepercayaan untuk presentasi tentang lingkungan hidup di Indonesia, akhirnya Rizka memilih untuk mengambil tema tentang Pemulung Kalangan Anak Usia Dini. Banyak respon baik yang ia dapatkan selama disana. Ucapan selamat dan semangat dari teman-temannya yang berasal dari negara-negara didunia pun kerap ia dapatkan. 

“Di depan para pejabat PBB, dengan bangganya aku memakai bendera Indonesia disisi kanan kemeja yang aku kenakan. Tidak hanya itu, aku juga menyanyikan lagu Indonesia Raya disela-sela kegiatan disana. Salah seorang temanku dari Vietnam sampai ikut menyanyikan Lagu Indonesia Raya,” ujarnya. 

Dengan bermodalkan bahasa Inggris dan bahasa Cina yang ia kuasai, ia pun berhasil membuat para pejabat PBB bertepuk tangan meriah setelah penampilan presentasinya  bersama teman-teman dari Indonesia.   Dengan pengalaman dan prestasi yang dimiliki, Ia ingin menginspirasi anak-anak yang kurang mampu untuk berkarya dan berprestasi. Diapun menjadi volunteer pendidikan di Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP). Melalui kegiatan ini, Ia mengumpulkan anak-anak jalanan, kemudian mengajarkan anak-anak tersebut di sebuah rumah belajar dari KKSP. 

Rizka juga bercita-cita agar mendirikan sebuah sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu di masa depan. Jiwa sosial yang dimiliki oleh Rizka mencerminkan keteguhan perempuan masa kini. 

“Aku ingin menjadi seseorang yang menginspirasi tidak hanya untuk perempuan dan anak-anak, tetapi semua orang. Aku ingin membanggakan tanah kelahiran dan bangsaku. Semoga aku bisa terus melakukan ini,” katanya.  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *