Merajut Asa Bersama Medan Generasi Impian

  • Whatsapp

Merajut Asa Bersama Medan Generasi Impian – Pernah mendengar perkataan hangat dari Franklin D.
Roosevelt seputar pendidikan? Begini bunyinya, “We may not able to prepare the
future for children. But we can at least prepare our children for the future”,
 dan pendidikanlah sejatinya persiapan
tersebut. Berdasar atas kesadaran itu, dan didorong semangat perubahan layaknya
pemuda pada umumnya, sekelompok mahasiswa dan sarjana muda di kota Medan
menghimpun kekuatan membentuk sebuah organisasi sosial untuk memberdayakan ilmu
yang dipunya guna mempersiapkan anak-anak harapan bangsa. Organisasi itu kini
di kenal dengan nama Yayasan Medan Generasi Impian (MGI).

Read More

Medan Generasi Impian

MGI dimulai dengan beranggotakan Alumni muda dari UNIMED
dengan beberapa mahasiswa dari beberapa Universitas di kota Medan. Dengan tekad
perubahan yang mengerucut, MGI menjadikan anak-anak kurang mampu dan memiliki
keterbatasan akses pendidikan sebagai proritas utama. Maka pada 29 Desember
2011 terbentuklah sebuah rumah belajar non profit yang diperuntukan untuk
anak-anak kurang mampu dan menggaet mahasiswa-mahasiswi di Kota Medan sebagai
pengajar sekaligus penyala Inspirasi. Center yang berlokasi di jalan Ampera
glugur itu mengajari lebih dari seratus anak kurang mampu, yang kebanyakan
merupakan anak-anak pinggiran rel kereta api ampere

Materi pendidikan yang diajarkan terus digodok dengan
semangat continuous
improvement. 
Sehingga
perubahan-perubahan yang terjadi begitu dinamis namun tentunya  on the
track 
pada cita-cita luhur
yang dipegang MGI. Pendidikan karakter menjadi darah dalam system pendidikan
yang digarap MGI di rumah belajar ini, dan bentuknya action oriented. Artinya untuk
mengajarkan jujur, MGI tidak meminta anak didik untuk menghapal pengertian kata
jujur. MGI mengajarkan bagaimana indahnya jujur, dan apa manfaat dari sebuah
kejujuran. Materi moral tersebut diimbangi dengan materi pendidikan seni yang
mengasah kreatifitas adik-adik.

Berbagai materi akedemik juga diselipkan pada materi ajar
di rumah belajar ini. Matematika dan Bahasa Inggris dipilih untuk membekali
adik-adik dari aspek kompetensi. Bagaimana mampu berhitung cepat, lalu
mengaplikasikan rumus-rumus matematika dalam kehidupan sehari-hari menjadi
basis pelajaran matematika. Begitu pula Bahasa inggris, adik-adik tidak
diajarkan bagaimana menjawab soal-soal dengan baik dan benar. Melainkan
melahirkan keberanian untuk mengucapkan Bahasa inggris yang mereka pelajari.
Dengan perpaduan materi karakter dan akademis, harapannya adik-adik ini
memperoleh bekal yang luar biasa dalam proses pendidikan, seperti yang ingatkan
oleh Martin Luther King “intelligence
plus character, that is the goal of true education.”

Tiga tahun lebih organisasi ini berjalan, dan perubahan
tentu menjadi sebuah pemandangan yang biasa. Mulai dari nama yang dulunya
dikenal dengan ADRF Indonesia kini menjadi Yayasan Medan Generasi Impian,
lokasi center yang pindah dari jalan ampera ke jalan gunung singgamata no. 21
dan bertambahnya center kedua di dusun kreatif mariendal, lalu volunteer yang
terus silih berganti, hingga pergantian staff yang bertugas menanggung-jawabi
pelaksanaan harian dan pengembangan organisasi. Tapi satu hal yang tak pernah
padam di center MGI, yaitu kebahagiaan. Selama yang hadir di center MGI itu
membawa cinta, maka center MGI akan terus diwarnai cinta yang merupakan bibit
sebuah kebahagiaan.

Sadar bahwa lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan
adik-adik, MGI juga memberi perhatian penuh pada lingkungan tinggal mereka.
Abang-abang perokok, bapak-bapak pemabuk, ibu-ibu penjudi, merupakan sebuah
tontonan yang sudah biasa dilihat adik-adik didik MGI di lingkungan tempat
tinggalnya. Sehingga kehadiran seorang abang dan kakak yang terdidik dan
berhati luhur akan menjadi sebuah oase teladan ditengah keringnya inspirasi
ditempat itu. Tak jarang volunteer MGI mengnjungi daerah rel, bersilahturahmi
dengan orang-tua dan bermain dengan adik-adik disana. Kini dalam tiap-tiap benak
adik didik MGI, “suatu saat nanti aku ingin menjadi seperti kakak/abang ini”.
akan terus tertanam. Sehingga perubahan social yang ingin diwujudkan akan
tercapai.

Semangat atas pengalaman itu pula yang mengantarkan MGI
membuat sebuah tempat belajar serupa di daerah Mariendal. Bermodal kebaikan
hati pengelola dusun kreatif yang mengizinkan kegiatan ini dilaksanakan di camp dusun kreatif, maka hadirlah rumah
belajar baru MGI yang kita beri nama Kelas
Dewantara
. Di tempat ini MGI ingin tegas menghadirkan kembali nilai-nilai
yang diajarkan Bapak Pendidikan Ki hajar Dewantara yang menciptakan suasana
belajar yang ceria dan bersahaja. Maka bertepatan dengan peringatan hari
pendidikan 2 mei 2015, MGI me-launching Kelas Dewantara.

Dalam mewujudkan sebuah pendidikan tentunya tidak hanya
sebatas sistem pembelajaran dan lingkungan. Permasalahan
pendidikan juga menyentuh kemampuan pembiayaan sekolah yang dinilai sangat
memberatkan adik didik di MGI. Banyak
adik-adik yang mengalami kesulitan dalam memenuhi pembiayaan sekolahnya. Baik itu uang sekolah, uang buku, uang
pendaftaran, uang baju, dan lainnya. Bahkan
tidak sedikit yang berhenti sekolah karena tidak sanggup memenuhi pembiayaan
sekolah tersebut. Maka dari itu, MGI mencoba
menciptakan sebuah program yang bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan
untuk adik-adik didik sehingga mereka dapat melanjutkan dan menyelesaikan
sekolah mereka dengan baik.

Program dukungan tersebut diberi nama Child Sponsorship Program (CSP).
Teknis dari program ini adalah dimulai dengan mendata anak-anak yang layak dan
memenuhi kriteria untuk mendapat bantuan. Bantuan diberikan kepada anak didik
yang kondisi keluarganya sangat kekurangan ataupun miskin namun semangat anak
untuk bersekolah begitu luar biasa. Lalu MGI menggaet sponsor yang berkenan
untuk mendukung kebutuhan sekolah anak didik tersebut. Setelah terjadinya
koneksi antara anak didik dengan sponsor maka kebutuhan pendidikan anak didik
seperti uang sekolah, uang seragam, uang buku, uang transport akan mendapat
bantuan dari sponsornya.


AKTIVITAS VOLUNTEERSHIP : GERAKAN
INSPIRATOR MUDA

Ada begitu banyak kegiatan yang dilakukan MGI disamping
mendidik karakter anak-anak kurang mampu di Kota Medan. Misalnya Countryside Project, ini adalah
gawean MGI yang mengajak volunteer untuk pergi bersama ke daerah pinggiran kota
dan mengunjungi sebuah sekolah untuk melakukan aktivitas mengajar dan
menginspirasi. Terhitung sudah tiga kali Volunteer MGI melakukan perjalanan
edukasi tersebut, yang pertama SD Celawan di Perbaungan, lalu SD Kampung
Nelayan Terapung di Belawan, dan yang terbaru adalah SD Negeri Pangkalan Susu.
Selain memberi pengalaman tak terlupakan bagi anak-anak di sekolah, program ini
juga memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi para relawan.

Lalu volunteer MGI juga mendapatkan Pelatihan dan
Pengembangan untuk menumbuhkan sensitivitas social serta menciptakan sebuah
suasana yang akrab dalam mengemban misi social ini. Beberapa diantaranya
dilakukan dalam bentuk meeting rutin, atau dengan melakukan outbound, mengadakan seminar
dengan pembicara dari dalam dan luar negeri, sampai dengan berwisata bersama.
Usaha ini sangat efektif dalam menstimulasi munculnya ide-ide brilian yang
sangat bermanfaat bagi perkembangan organisasi dan social.

Kelak lewat program ini sebuah generasi dengan world class competence and grass
root understanding
 yang kini
marak didengungkan benar-benar akan terwujud dan meluas dikota Medan pada
khususnya. Dengan pengenalan hal-hal yang baik, dan merasakan nuansa yang baik,
mudah-mudahan akan menghasilkan sebuah generasi baru yang baik pula. Knowing the goodfeeling the goodthen acting the good yang persis seperti semboyan Bapak Ki
Hajar Dewantara ngerti,
ngerasa, 
dan ngelakoni. 

Sampai saat ini, MGI melakukan system rekrutmen volunteer
dengan berbagai cara, mulai dari person
to person
, poster rekrutmen, membuat campaign di Universitas dan di Mall, hingga membuat MoU dengan pihak kampus. Muda-mudi medan
sejatinya sangat peduli dan aktif, sehingga untuk menemukan mereka yang
memiliki tingkat kepedulian social yang tinggi tidak begitu menyulitkan. Hanya
saja, predikat sebagai mahasiswa dengan jadwal kuliah yang seabrek kerap
menjadi hambatan bagi setiap volunteer untuk berkunjung ke center. Namun dengan
menyandang sebagai Inspirator Muda setiap volunteer tahu pasti bagaimana
manajemen waktu yang benar-benar pas antara pencapaian dan pengabdian. Dan
jangan lupa volunteers don’t
have more time they just have more heart.

Pada dasarnya jiwa muda tidak pernah membatasi diri pada
hal-hal yang itu-itu saja, maka dari itu volunteer MGI juga kerap mengadakan
berbagai aktivitas social diluar mengajar seperi, Gerakan bersih-bersih
lingkungan rel, Gerakan Rice
Muge Challenge
 untuk korban
gunung Sinabung, Gerakan menghimpun donasi baju hingga buku bekas, dan masih
banyak lagi. Kesemuaan tersebut tentunya belum apa-apa dibandingkan jalan
panjang yang sama-sama akan ditempuh guna tercapainya visi dan misi organisasi.
Tapi semua orang di organisasi ini percaya akan selalu ada jalan dan semangat
untuk melakukan sebuah perubahan yang lebih baik lagi.


HARAPAN

Apa yang telah dan sedang diperjuangkan MGI adalah kepingan
kecil dari permasalahan pendidikan yang berdampak social di Negara ini. Untuk
itu, bangsa ini masih membutuhkan ribuan bahkan jutaan orang-orang yang peduli
pada nasib bangsa ini. Maka dari itu, mari bergandengan tangan dan usaha bersama
yakinlah kita akan mampu menciptakan masa depan Indonesia yang begitu
cemerlang. Iya, lewat adik-adik yang pada mereka nilai-nilai kebaikan telah
kita tanam bersama-sama. Tetaplah selalu percaya that  Kindness, like a boomerang, always
returns
. MGI membuka pintu,
mata dan telinga untuk semua suara perubahan yang teman-teman dentumkan. MGI
sedang menunggu untuk menyambut kalian semua  generasi penggerak perubahan.

Demikianlah artikel mengenai Merajut Asa Bersama Medan Generasi Impian, semoga dapat menginspirasi Anda untuk bergabung dan bergerak bersama membentuk karakter anak bangsa. 

Contact :

Telepon       : (061) 6629401

Handphone  : 0852 6177 0440 / 0857 6389 1022

Email           : medangenerasiimpian@gmail.com

Alamat        : – Jl. Gunung Singgamata No. 21 Kel.
Glugur darat Kec. Medan Timur (Nearby UMSU)

Dusun Kreatif, Jl. Leman Harahap
Gg. Viola/Nabila Desa IIIB Kec. Marendal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *