LPS Berperan Penting Dalam Pembangunan Bangsa

  • Whatsapp

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai lembaga independen, berperan penting dalam pembangunan bangsa. Hal ini merujuk kepada cita-cita LPS sendiri yang mana ingin memperoleh prediket yang baik sebagai lembaga penjamin simpanan yang dapat dipercaya, sekaligus membantu mewujudkan program penjamin simpanan yang efektif serta berperan aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan nasional. Sudah pasti, dalam skala nasional, lembaga ini memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan, semisal melakukan penanganan bank gagal, termasuk penyelamatan bank gagal yang akan berdampak sistemik.

Lembaga Penjamin Simpanan
Lembaga Penjamin Simpanan

Dalam menjalani fungsinya tersebut, LPS berwenang memungut premi penjamin dari bank peserta penjaminan. Disamping itu, LPS juga berkewenangan mendapatkan data simpanan nasabah, data kesehatan bank, laporan keuangan bank, dan laporan hasil pemeriksaan bank selama tidak melanggar kerahasiaan bank. Tak lupa, LPS juga berkewenangan untuk melakukan penyuluhan kepada bank dari masyarakat tentang penjaminan simpanan.

Read More

Sepanjang sejarahnya, LPS sudah mengupayakan penyelamatan bank sakit yaitu Bank Century yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara. Berdasarkan Keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) yang menetapkan Bank Century sebagai Bank gagal yang berdampak sistemik dan Keputusan Komite Koodinasi (KK) tanggal 21 November 2008 yang menyerahkan penanganan Bank Century kepada LPS, LPS melakukan penanganan Bank Century sesuai ketentuan UU LPS.

Saat itu prosesnya terdiri atas LPS melakukan tindakan penanganan Bank Century dengan cara mengambil alih segala hak dan wewewnang RUPS, kepemilikan, kepengurusan, dan/atau kepentingan lain pada Bank Century dan melakukan Penyertaan Modal Sementara (PMS). Setelah berbagai tahapan dilakukan, berdasarkan laporan keuangan bank tersebut sudah membaik dan telah memenui ketentuan tingkat kesehatan bank yang ditujukan dengan rasio kecukupan modal.

Selain perbankan pusat, lembaga ini juga telah melaksanakan fungsi penjaminannya di daerah dengan membayar klaim penjaminan kepada nasabah penyimpan dari 19 BPR dan satu bank umum yang dicabut izin usahanya dengan total klaim sebesar Rp 595 miliar.

Maka dari itu, tepat bila dikatakan LPS yang didirikan berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) dan bertanggung jawab kepada presiden dan telah beroperasi penuh sejak 22 September 2005, berperan penting dalam pembangunan bangsa dilihat dari fungsinya yang menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan antara lain melakukan penanganan bank gagal, termasuk penyelamatan bank gagal secara sistemik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *