Kalila Project Adakan Konser di Medan

  • Whatsapp

*Memelihara Kearifan Budaya Sumatera  Lewat Bunyi

Setelah menyelesaikan perjalanan tour musiknya yang pertama dengan menjelajahi beberapa kota di pulau Jawa yakni Yogyakarta, Bandung, Solo, dan Semarang pada tahun 2014 lalu, serta tampil dalam beberapa panggung apresiasi Jazz dan World music diantaranya Gelar Tembang Nusantara (Yogyakarta), Toba Caldera Jazz (Medan), An Evening of Jazz with Anthony Stanco Ensemble (Medan), Kalila Project ingin semakin memantapkan jejak mereka dengan menggelar sebuah konser musik.

Read More

Kalila Project Adakan Konser di Medan
Kalila Project Adakan Konser di Medan

Bertempat di Taman Budaya Sumatera Utara, Medan, tepatnya tanggal 10 Mei 2015 mendatang, Kalila Project akan menggelar konser tunggal perdana mereka. Bekerjasama dengan US Consulate Medan serta menggaet beberapa sponsorship diantaranya Harian Waspada, LangitMusik , Prodi Pendidikan Musik Unimed, Academy Art, Social, and Science, dan Wais Record.

Pagelaran konser ini akan digelar dalam dua sesi, pukul 15.00 Wib (pelajar SMA sederajat) dan pukul 19.30 (Mahasiswa dan Umum). Pertunjukan ini juga akan menampilkan seniman-seniman local diantaranya Brevin Tarigan & De Tradisi,  Ahado Trio Project, Simalem Art, Mouth Percussion, sertaKabri Dancer.

“Local Genius For Soundlicious” menjadi tema yang diusung untuk konser ini. Tema ini didasari oleh semangat music Kalila Project sendiri yang ingin mengangkat kearifan budaya lokal (local genius) Sumatera untuk menghasilkan bunyi (sound) yang menarik (delicious).

Siapa Kalila Project?

Kalila Project merupakan sebuah grup music dari Kota Medan yang terbentuk pada awal Agustus 2014 yang lali. Para personilnya terdiri dari 10 orang anak muda yang merupakan mahasiswa Pendidikan Musik dari Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Pada awalnya, mereka ber-10 ini terlibat dalam satu tugas mata kuliah, namun akhirnya memutuskan untuk menjadi grup musik professional. Mereka adalah Ifwanul Hakim (Keyboard, Accordion, Synthisizer), Hardiansyah Achjar (Guitar), Mhd. Waiz (Bass Guitar), ZainalArifin (Gambus), Ari Ridwan (Beatbox), Agus Prawijaya (Drum), Lana Ilham (Ethnic Percussion), Rani Fitriana (Vocal, Percussion), SyahiraRamadhani (Vocal, Violin), dan Maya Ningsih (Percussion).

Latar belakang budaya yang beragam dari masing-masing personil seperti dari Melayu, Batak Toba, Mandailing, Gayo, Minang, dan Jawa, menjadi modal awal yang kuat dalam proses penciptaan musik. Modal musikal (bunyi-bunyian) tradisi dari tiap-tiap suku ini diolah lalu dipadupadankan dengan musik modern (jazz,fusion,rock) menjadi komposisi bertajuk ‘’world music’’.

World Music sendiri bukanlah sebuah aliran musik yang baru. Jenis music ini sudah dikenal cukup lama di berbagai belahan dunia. Namun di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan genre music ini masih sangat asing di kalangan masyarakat awam bahkan di kalangan musisi.

Akan ada yang menarik pada perhelatan konser nanti. Jika biasanya telinga kita dimanjakan oleh musik-musik ‘‘Populer’’ yang ‘’easy listening’’, maka kali ini penonton yang hadir akan diajak masuk dan ikut berfikir dalam gelombang nada, ritme, timbre, serta harmoni yang ‘‘absurd’’ dan ‘‘takbiasa’’.

Jadi, silahkan dating ke acara ini, saksikan, dan selamat berapresiasi!***(CM02/@perempuankopi) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *