Calon Maba UMA Wajib Teken Pernyataan Bebas Narkoba

  • Whatsapp

Calon mahasiswa baru (Maba) Universitas Medan Area (UMA) wajib menandatangani surat pernyataan tidak terlibat narkoba dan tidak berbuat anarkis. Dalam pernyataan itu ditegaskan, yang bersangkutan siap diberikan sanksi tegas dengan diberhentikan dari status mahasiswa UMA.

“Pemberlakuan wajib meneken      pernyataan tidak terlibat narkoba dan tidak berbuat anarkis itu merupakan sebagai bentuk mendukung pernyataan presiden Joko Widodo yang menyatakan Indonesia darurat narkoba. Sanksinya dipecat,” tegas Ketua Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru/Pindahan 2015/2016 UMA Ir Haniza MT didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir Zulheri Noer MP dan Kepala BAAK Sri Irawati SSos MAP, serta Humas Ir Asmah Indrawati MP, Rabu (20/5) di Kampus UMA Jalan Kolam, Medan Estate. 

Read More

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir Zulheri Noer MP (dua kiri), Ketua Panitia SPMB Ir Haniza MT (dua kanan),  Kepala BAAK Sri Irawati SSos MAP (paling kiri) dan Humas Ir Asmah Indrawati MP (paling kanan)

Disebutkan, Yayasan Perguruan Agus Salim Universitas Medan Area telah membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016, terdiri dari pascasarjana dengan 4 program studi (prodi) dan strata satu (S1) dengan 15 prodi.  “Sistem pendaftaran bisa dilakukan dengan cara mendaftar langsung dan dengan cara online di http//www.uma.ac.id,” jelasnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir Zulheri Noer MP menambahkan, UMA mendapatkan kepercayaan dari pemerintah dalam menerima calon mahasiswa baru jalur bidik misi tahun akademik 2015/2016. Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah dianggap sama dalam pengelolaan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur bidik misi “Kita akan mengelola penerimaan calon mahasiswa baru dengan sistem penyaringan secara mandiri. UMA mendapat kepercayaan dari pemerintah. Daya tampung sebesar 2018 orang mahasiswa,” ungkapnya.

Sistem penyaringannya bidik misi UMA, dijelaskannya, calon wajib mengikuti sistem seleksi ujian  Computer Based Test (CBT). Hal itu untuk menilai performa calon mahasiswa yang bersangkutan.    

“Program bidik misi yang sudah berjalan sejak 2012-2014 itu, mahasiswa UMA sudah mencapai 72 orang. Tahun akademik 2015/2016 UMA mendapat kuota sebanyak 34 orang untuk semua prodi UMA,” sebutnya. 

Selain beasiswa dari pemerintah, Yayasan UMA juga memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa yang masuk dalam ranking 10 besar di sekolah. “Beasiswa dari Yayasan UMA juga untuk semua prodi. Beasiswa dari Yayasan Perguruan Agus Salim UMA, yakni, uang kuliah bebas selama satu tahun untuk yang tergolong ranking satu. Sedangkan ranking dua dan tiga  mendapatkan beasiswa pemotongan uang kuliah sebesar 50 persen,” ungkapnya sambil menyebutkan, Yayasan Perguruan UMA juga menyediakan asrama khususnya daerah Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo (Mebidangro).

Dikatakan, untuk mempermudah orang tua melihat anaknya selama menjalankan perkuliahan, UMA telah membuka informasi teknologi (IT) yang bisa dilihat dan diakses langsung secara online http//www.uma.ac.id. “Sistem informasi berbasis IT ini untuk membantu orang tua dalam mengkontrol anaknya selama menjalankan perkuliahan. Jika tidak bisa mengaksesnya, orang tua juga bisa langsung datang ke kampus UMA dan petugas kami siap membantu memberikan penjelasan secara detail,” sebutnya. ***(CM03/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *